Akses Masih Diperbaiki, BPH Migas Upayakan Cara-Cara Ini agar BBM Bisa Masuk ke Wilayah Bencana Terpencil di Aceh
- Istimewa/BPH Migas
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara Sunardi memastikan pasokan BBM di Aceh berada dalam kondisi aman.
Integrated Terminal Lhokseumawe menjadi salah satu fasilitas utama penyuplai BBM untuk Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya, dengan tambahan pasokan dari kapal pengangkut BBM yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Ia menyebutkan, berkat skema distribusi estafet, pemulihan pasokan energi di Bener Meriah dan Aceh Tengah terus menunjukkan perbaikan. Saat ini, di hub suplai BBM dioperasikan delapan unit mobil tangki berkapasitas 16 kiloliter sebagai feeder dan 10 unit mobil tangki berkapasitas 8 kiloliter untuk melayani empat SPBU di Bener Meriah dan empat SPBU di Aceh Tengah.
Jenis BBM yang disalurkan meliputi Biosolar dan Pertalite sebagai BBM subsidi dan kompensasi negara, mengingat wilayah tersebut masuk kategori semi-3T.
"Posisi saat ini dari kondisi normal, suplai kami sudah bisa mengcover untuk Bener Meriah sekitar 85% dari kebutuhan normal, sedangkan untuk yang Aceh Tengah itu sekitar 75% kebutuhan normal. Mudah-mudahan nanti perkembangan jalurnya kalau mobil 16 KL sudah bisa masuk, hub kita tutup. Jadi penyaluran dapat normal kembali, langsung dari Depot Lhokseumawe ke Kabupaten Bener Meriah maupun ke Aceh Tengah. Mohon doanya agar cuaca membaik dan jalur segera terbuka,” ujarnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pemulihan Aceh.
"Kami terus berupaya maksimal dalam rangka memastikan ketersediaan energi di wilayah Aceh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat", pungkas Roberth. (rpi)
Load more