Akses Masih Diperbaiki, BPH Migas Upayakan Cara-Cara Ini agar BBM Bisa Masuk ke Wilayah Bencana Terpencil di Aceh
- Istimewa/BPH Migas
Selama masa tanggap darurat, suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe juga disiagakan di Blang Rakal.
Skema ini dirancang untuk mempercepat distribusi ke wilayah yang sulit dijangkau mobil tangki besar, dengan memanfaatkan armada berkapasitas kecil yang sesuai dengan kondisi geografis perbukitan dan pegunungan.
"Kami juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, kebutuhan biosolar di Provinsi Aceh sepanjang 2025, termasuk untuk penanganan bencana, mencapai 428.324 kiloliter. Sementara realisasi penyaluran Pertalite tercatat sebesar 576.147 kiloliter.
Selama periode bencana pada akhir November hingga Desember 2025, kebutuhan BBM meningkat sekitar 8 persen. Namun secara nasional, realisasi penyaluran masih berada di bawah kuota, yakni sekitar 95 hingga 98 persen.
Wahyudi juga mengapresiasi langkah PT Pertamina Group dalam menormalisasi penyediaan dan penyaluran BBM, khususnya di wilayah terdampak bencana.
“Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Kami juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat dan tentunya implementasinya sesuai dengan tata kelola sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Ia menilai bencana di Sumatera menjadi pengingat pentingnya pengaktifan skema distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE) agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi darurat.
Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto turut mengapresiasi kerja Pertamina Patra Niaga yang mampu menjaga kelancaran distribusi BBM melalui berbagai moda transportasi, mulai dari udara dengan pesawat Hercules, jalur laut, hingga darat.
Ia menekankan agar keringanan pembelian BBM selama masa tanggap darurat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
“Keadaan di lapangan secara umum kami lihat kondisinya hampir pulih, meski akses jalan ada yang belum bisa dilewati. Mengenai keringanan yang diberikan dalam pembelian BBM, pada awal pemberlakuan telah dilakukan sosialisasi dan nanti sejalan berakhirnya masa tanggap darurat, juga perlu dilakukan sosialisasi supaya masyarakat tidak kaget,” tambah Bambang.
Load more