Sebut Independensi OJK Harga Mati, Banggar DPR Harap Pemerintah Batasi Diri
- ANTARA
Dia menambahkan berkembangnya media sosial telah dimanfaatkan oleh sebagian perusahaan efek di pasar modal untuk membangun opini terkait kegiatan di pasar modal, sehingga bisa menjadi bagian dari sindikasi aksi goreng-menggoreng saham di pasar modal.
Dikatakan bahwa tindakan tersebut bisa merugikan konsumen, sehingga Said mendukung sepenuhnya OJK memberlakukan ketentuan yang mengatur kerja sama perusahaan efek dengan pegiat media sosial dan penyedia jasa teknologi.
Keduanya dinilai harus mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk memastikan asas kepatuhan dan etik pada seluruh ketentuan kegiatan perdagangan saham di bursa.
Dia berpendapat OJK juga perlu mengevaluasi kegiatan perusahaan asuransi menempatkan iuran pemegang polis ke pasar saham sampai 20 persen lantaran membawa risiko spekulasi tinggi.
"Kita pun menyaksikan sejumlah kasus fraud di sejumlah perusahaan asuransi yang gagal bayar terhadap para pemegang polis," tutur dia menambahkan.
Kemudian dalam jangka menengah dan panjang, Said merekomendasikan agar OJK bisa mengkaji risiko atas penempatan dana pensiun pada sejumlah saham dan obligasi.
Menurutnya, harus diakui bahwa dana pensiun menjadi andalan penyedia likuiditas domestik, di mana muncul risiko ketika dana asing keluar serta pelaku pasar repo menjaminkan saham dan obligasi dari dana pensiun.
Akibatnya, lanjut dia, ketika portofolio nilainya turun, otomatis nilai jaminan repo juga menurun, sehingga muncul persoalan likuiditas.
Untuk itu, dirinya berharap OJK merumuskan peran penyangga likuiditas yang jelas, khususnya dari dana pensiun, agar tidak merugikan pemilik dana pensiun sekaligus risiko komplikasi pada pasar saham dan obligasi.(ant)
Load more