GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legislator PDIP Sebut Rencana Penambahan Lapisan Cukai Rokok Dinilai Berisiko Tekan Industri Padat Karya

Legislator menilai rencana penambahan layer cukai rokok berpotensi memicu penurunan industri SKT dan meningkatkan risiko PHK massal di sektor padat karya.
Senin, 2 Februari 2026 - 15:08 WIB
Ilustrasi - Pita Cukai Rokok
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam merumuskan kebijakan penambahan lapisan atau layer baru dalam struktur cukai rokok. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap keberlangsungan industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang selama ini dikenal sebagai sektor padat karya dengan serapan tenaga kerja tinggi.

Peringatan tersebut disampaikan Sofwan merespons rencana Kementerian Keuangan yang membuka peluang penyesuaian struktur cukai hasil tembakau melalui penambahan layer baru. Menurutnya, langkah itu bisa memicu ketidakstabilan pasar sekaligus berdampak langsung terhadap industri kecil dan menengah di sektor tembakau, khususnya produsen SKT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penambahan layer baru berpotensi mendorong terjadinya downtrading, yakni peralihan konsumen ke produk dengan tarif cukai lebih rendah. Dampaknya bukan hanya pada penerimaan negara, tetapi juga pada keberlangsungan industri padat karya seperti SKT,” kata Sofwan di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, dalam struktur cukai yang semakin kompleks, konsumen cenderung mencari produk yang harganya lebih terjangkau. Jika selisih harga antara Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan SKT semakin tipis akibat perubahan lapisan tarif, maka konsumen bisa beralih ke SKM yang diproduksi secara mesin dengan biaya produksi lebih rendah.

Kondisi tersebut, menurut Sofwan, berpotensi menekan permintaan SKT secara signifikan. Padahal, sektor ini masih menjadi tulang punggung lapangan kerja di berbagai daerah sentra tembakau dan industri rokok tradisional, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI itu juga menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang dinilainya belum sepenuhnya pulih. Situasi ekonomi yang masih dalam fase pemulihan membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga, termasuk terhadap produk hasil tembakau.

“Saya kira pemerintah juga menyadari kondisi daya beli yang belum sepenuhnya pulih. Ini terlihat dari target penerimaan cukai hasil tembakau dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2026 yang justru diturunkan,” ujarnya.

Dalam dokumen tersebut, target penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) 2026 ditetapkan sebesar Rp225,75 triliun. Angka ini lebih rendah sekitar 1,89 persen dibandingkan target CHT tahun 2025 yang mencapai Rp230,09 triliun. Penurunan target ini, menurut Sofwan, menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari adanya tantangan serius dalam konsumsi dan daya beli masyarakat.

Ia menilai, di tengah kondisi tersebut, kebijakan penambahan layer cukai justru berpotensi menjadi langkah yang kontraproduktif. Alih-alih memperkuat penerimaan negara, kebijakan itu dikhawatirkan mempercepat penurunan volume produksi dan konsumsi rokok legal, khususnya di segmen SKT.

Sofwan juga mengingatkan bahwa industri SKT memiliki karakteristik berbeda dibandingkan SKM. Proses produksinya masih mengandalkan tenaga manusia dalam jumlah besar, mulai dari pelintingan hingga pengemasan. Karena itu, setiap penurunan permintaan berpotensi langsung berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

“Jika harga SKM dan SKT semakin mendekat akibat struktur cukai baru, konsumen bisa beralih ke SKM. Pergeseran ini dikhawatirkan mematikan industri SKT secara perlahan. Ketika permintaan terus menurun, gelombang pemutusan hubungan kerja tidak bisa dihindari,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini industri SKT menjadi penyangga ekonomi di banyak daerah, khususnya wilayah sentra tembakau dan cengkeh. Ribuan pekerja, sebagian besar perempuan, menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut. Oleh karena itu, setiap kebijakan fiskal di bidang cukai, menurutnya, perlu mempertimbangkan aspek sosial dan ketenagakerjaan secara matang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sofwan pun mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penambahan layer cukai rokok dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, termasuk pelaku industri kecil dan pekerja. Menurutnya, kebijakan cukai idealnya tidak hanya mengejar target penerimaan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan lapangan kerja.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal di sektor tembakau tidak menimbulkan efek domino yang justru merugikan masyarakat luas, terutama pekerja di industri padat karya seperti SKT,” pungkasnya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026: Susah Payah Kalahkan Wakil Prancis, Amri/Nita Ikuti Jejak Jafar/Felisha ke Babak Kedua

Hasil Thailand Open 2026 sektor ganda campuran yang pertemukan pasangan Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo.
Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Nature Lifestyle Makin Booming, Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Tanaman dan Pasar Internasional

Tren nature lifestyle kini juga semakin dekat dengan generasi muda. Jika sebelumnya tanaman identik dengan aktivitas orang tua atau penghobi tertentu, kini tanaman menjadi
KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah

Pemuda Katolik akan melaksanakan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.
Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Babak Baru Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sinyal Tersangka Baru Menguat

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. 
Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Diperlakukan Tak Adil oleh Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI, Peserta SMAN 1 Pontianak Justru Banjir Dukungan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI menyita perhatian publik usai sorotan viral mengenai keputusan dewan juri menganulir jawaban seorang peserta.
Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Melangkah Mulus ke Babak Kedua Usai Taklukan Wakil Tuan Rumah Straight Game

Hasil thailand Open 2026, pertandingan dari ganda campuran antara Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melawan Makkasasithorn/Nattamon Laisuan.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT