KEK Batang Amankan Listrik 24 Jam, Proyek Energi Terbarukan Disiapkan hingga 180 MW
- Istimewa
Diversifikasi sumber energi ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil. Dengan bauran energi yang lebih hijau, KEK Industropolis Batang ditargetkan mampu memenuhi standar premium industrial estate yang kini menjadi pertimbangan utama investor global.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi provinsi sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, kawasan industri saat ini tidak cukup hanya menawarkan lahan dan akses logistik. Investor global semakin selektif dan menempatkan kepastian pasokan energi serta komitmen terhadap energi terbarukan sebagai faktor penentu utama. Jawa Tengah sendiri menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 22 persen, sehingga kawasan industri harus berada di garis depan implementasi kebijakan tersebut.
“Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. MoU ini tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus segera ditindaklanjuti agar KEK Industropolis Batang benar-benar menjadi ikon green economy di Jawa Tengah,” tegasnya.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga perwakilan BUMN dan BUMD. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri berkelanjutan.
Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi hijau, KEK Industropolis Batang kian memantapkan posisinya sebagai magnet investasi strategis. Pasokan listrik 24 jam yang stabil, ditopang proyek EBT berskala besar, menjadi nilai tambah signifikan di tengah persaingan kawasan industri nasional.
Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga mendorong transformasi industri Jawa Tengah menuju arah yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar global. (nsp)
Load more