News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo ‘Pasang Rem’ Investor AS: Tak Ada Lagi Ekspor Mentah, Semua Wajib Diolah di RI

Prabowo tegaskan hilirisasi jadi syarat investasi AS, larang ekspor bahan mentah dan wajibkan pengolahan di dalam negeri.
Minggu, 22 Maret 2026 - 17:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berdialog bersama sejumlah jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor.
Sumber :
  • Bakom RI

Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kerja sama investasi Indonesia dengan Amerika Serikat. Pemerintah kini memprioritaskan program hilirisasi industri sebagai syarat utama, sekaligus menutup celah ekspor bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri.

Kebijakan ini menjadi sinyal tegas bahwa Indonesia tidak lagi ingin sekadar menjadi pemasok bahan baku, melainkan pemain utama dalam rantai nilai industri global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hilirisasi Jadi Syarat Mutlak Investor Asing

Presiden menegaskan, keterbukaan terhadap investasi asing tetap berlaku, namun dengan satu syarat utama: seluruh bahan mentah harus diolah di dalam negeri.

“Bahan mentah, kita minta di-processing. Kalau dia mau, mining dan proses di sini, tetap dong,” ujar Prabowo.

Artinya, setiap investor, termasuk dari Amerika Serikat, wajib mengikuti kebijakan hilirisasi yang telah menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan nilai tambah ekonomi tidak lagi lari ke luar negeri, melainkan dinikmati langsung oleh Indonesia.

Tak Sekadar Investasi, Tapi Kepentingan Nasional

Prabowo menegaskan bahwa investasi asing tetap berada dalam koridor kepentingan nasional. Meski ada pembahasan soal perjanjian tarif dengan pihak AS, seluruh aktivitas investasi tetap harus tunduk pada regulasi Indonesia.

Pemerintah tidak ingin kebijakan ekonomi nasional dikompromikan hanya demi menarik modal asing.

Dengan kata lain, Indonesia tetap terbuka, tetapi tidak tanpa syarat.

Mineral Kritis Jadi Fokus Strategis

Dalam kerja sama investasi, Presiden juga menyoroti pentingnya pengelolaan mineral kritis. Komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kunci dalam industri masa depan, termasuk energi dan teknologi.

Namun, ada prinsip yang tidak bisa ditawar:

  • Harus dijual dengan harga pasar internasional

  • Harus diolah di dalam negeri

  • Harus memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional

“Soal critical mineral, kita terbuka. Tapi semuanya harus dengan harga pasar,” tegasnya.

Belajar dari Pengalaman Freeport

Sebagai contoh konkret, Presiden menyinggung keberadaan PT Freeport Indonesia yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan pihak asing dalam sektor tambang bukan hal baru. Namun, yang menjadi pembeda saat ini adalah kewajiban mengikuti aturan yang lebih menguntungkan negara.

Freeport disebut kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Indonesia setelah menyesuaikan operasionalnya dengan kebijakan nasional.

“Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue terbesar kita,” ujarnya.

Larangan Ekspor Mentah Ditegaskan

Poin paling tegas dalam kebijakan ini adalah larangan ekspor bahan mentah tanpa pengolahan.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh komoditas strategis, terutama di sektor pertambangan, harus melalui proses hilirisasi di dalam negeri.

Kebijakan ini tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat industri nasional.

Beberapa tujuan utama dari hilirisasi antara lain:

  • Meningkatkan nilai tambah komoditas

  • Menciptakan lapangan kerja baru

  • Mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah

  • Memperkuat daya saing industri nasional

Indonesia Buka Pintu, Tapi Dengan Aturan Tegas

Meski menerapkan aturan ketat, pemerintah tetap membuka peluang bagi investor asing untuk masuk ke sektor strategis.

Namun, akses tersebut hanya diberikan kepada pihak yang bersedia mengikuti aturan main yang telah ditetapkan.

Prinsipnya sederhana: investasi boleh masuk, tapi harus memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia.

Selama investor membayar sesuai harga pasar dan mengikuti kebijakan hilirisasi, pemerintah memastikan tidak ada hambatan untuk berinvestasi.

Hilirisasi Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi

Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan hilirisasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Dengan mengolah sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah yang selama ini dinilai kurang menguntungkan.

Ke depan, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan 80.000 liter air bersih untuk masyarakat dan pondok pesantren di Madura.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
Kok Bisa Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026 meski Ditahan Imbang Singapura?

Kok Bisa Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026 meski Ditahan Imbang Singapura?

Ekspetasi yang tinggi kini berujung pada kekecewaan mendalam. Namun, apa sebenarnya yang membuat laju Timnas Indonesia terhenti lebih awal di Piala AFF 2026?

Trending

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Krisis Air dan Sampah Makin Mendesak, 23 Negara Berkumpul di Jakarta Bawa Solusi

Upaya memperkuat ketahanan air, sanitasi, pengelolaan sampah, energi bersih, hingga transformasi kota cerdas menjadi salah satu fokus utama yang mengemuka.
80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

80 Ribu Air Bersih Disalurkan AHY di Madura

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) salurkan 80.000 liter air bersih untuk masyarakat dan pondok pesantren di Madura.
Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Bakom Ungak Kiprah Bahlil Lahadalia Gambaran 'Indonesia Dream'

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil Lahadalia merupakan gambaran nyata tentang 'Indonesian Dream' yakni terbukanya kesempatan bagi setiap anak Indonesia untuk menggapai prestasi, meraih cita-cita, dan menjadi tokoh di tingkat nasional.
Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Genjot Kualitas SDM, Puluhan Mahasiswa Ikut Program di Switzerland

Perguruan tinggi terus berperan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan berbagai program yang direalisasikannya.
Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Update Mutilasi Depok: Polisi Ungkap Alasan Mengapa Potongan Tubuh Korban Belum Juga Ditemukan

Polisi masih mencari kaki milik K (51) yang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi oleh Saepullah (26) di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
Duel Timnas Indonesia vs Singapura Awalnya Bukan di Stadion Jalan Besar

Duel Timnas Indonesia vs Singapura Awalnya Bukan di Stadion Jalan Besar

Timnas Indonesia melawan Singapura pada Jumat malam ini, 7 Agustus 2026 di Stadion Jalan Besar. Namun, tahukah kamu kalau awalnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Nasional Kallang?
Jika Hasil Singapura vs Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026 Imbang, Apa yang akan Terjadi?

Jika Hasil Singapura vs Timnas Indonesia di Fase Grup Piala AFF 2026 Imbang, Apa yang akan Terjadi?

Setelah kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada matchday sebelumnya, Timnas Indonesia berada dalam posisi terdesak dan kini mereka wajib menang melawan Singapura.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT