Andalkan Pertumbuhan Organik Tanpa Rights Issue, Bank Mantap Bidik Naik ke KBMI 3 pada 2028
- Ist
"Jadi kita sebenarnya sudah beyond secara permodalan. CAR kami sudah di atas 30 persen, sehingga ruang untuk ekspansi masih sangat besar," katanya.
CAR merupakan salah satu indikator penting dalam industri perbankan karena menunjukkan kemampuan bank menyerap potensi risiko sekaligus menjaga stabilitas ketika menyalurkan kredit.
Semakin tinggi rasio tersebut, semakin besar pula ruang bagi bank untuk memperluas pembiayaan tanpa mengganggu kesehatan keuangannya.
Selain memperkuat struktur permodalan, Bank Mantap juga menerapkan kebijakan pembagian dividen yang relatif konservatif.
Dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,58 triliun, perusahaan hanya membagikan sekitar 10 persen kepada pemegang saham. Sebaliknya, sekitar 90 persen laba disimpan sebagai laba ditahan untuk memperbesar modal inti.
"Jadi memang sisanya kita putar lagi dalam bentuk modal ditahan," ujar Agus.
Target Laba Naik hingga Rp2,5 Triliun
Bank Mantap juga memasang target pertumbuhan laba secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Setelah membukukan laba bersih Rp1,58 triliun pada 2025, perusahaan menargetkan laba meningkat menjadi sekitar Rp1,7 triliun pada 2026.
Selanjutnya, laba diproyeksikan mencapai sekitar Rp2 triliun pada tahun berikutnya dan terus bertumbuh hingga sekitar Rp2,5 triliun dalam beberapa tahun setelahnya.
Menurut Agus, jika tren tersebut dapat dipertahankan, akumulasi laba ditahan akan mempercepat peningkatan modal inti sehingga target menjadi bank KBMI 3 pada 2028 dapat dicapai tanpa tambahan modal dari pemegang saham.
"Kami masih sangat confidence bisa naik kelas ke KBMI 3 pada 2028 dengan cara organik," tuturnya.
Strategi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bank tidak selalu bergantung pada suntikan modal baru. Di sejumlah negara, banyak bank regional juga memperbesar skala bisnis melalui penguatan profitabilitas, efisiensi operasional, serta reinvestasi laba secara konsisten.
Pendekatan serupa kini diterapkan Bank Mandiri Taspen sebagai bagian dari upaya membangun fondasi permodalan yang lebih kuat sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional. (udn)
Load more