S&P Pertahankan Rating Indonesia, Airlangga: Sinyal Positif bagi Investor Global
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
S&P juga memberikan perhatian terhadap reformasi tata kelola sektor sumber daya alam yang dilakukan pemerintah. Langkah memperkuat sentralisasi pengelolaan dan menekan kebocoran di sektor mineral dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat devisa hasil ekspor.
Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) disebut berpotensi mengubah tata kelola sektor komoditas melalui penertiban praktik miss-invoicing dan transfer pricing.
Kebijakan tersebut diperkuat dengan optimalisasi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) guna memperkuat posisi eksternal Indonesia secara berkelanjutan.
Di sektor moneter, S&P menilai independensi Bank Indonesia tetap terjaga dan mampu menjaga inflasi tetap terkendali melalui bauran kebijakan moneter serta fleksibilitas nilai tukar dalam menghadapi tekanan global. Sementara itu, risiko pada sistem keuangan juga dinilai masih rendah dengan aset perbankan yang berada di bawah 60 persen PDB.
Meski mempertahankan peringkat Indonesia, S&P membuka peluang kenaikan peringkat (upside) apabila pemerintah mampu memperkuat indikator fiskal dan eksternal.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain penyempitan defisit anggaran mendekati 2 persen PDB, peningkatan penerimaan negara yang berkelanjutan, penurunan biaya pembiayaan, serta stabilitas nilai tukar.
Menanggapi hal tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah akan terus menjaga konsistensi reformasi ekonomi untuk meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus membuka peluang kenaikan peringkat kredit Indonesia pada masa mendatang.
“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan tata kelola devisa hasil ekspor, dan peningkatan produktivitas. Konsistensi dan prediktabilitas kebijakan akan menjadi kunci untuk mendorong peringkat Indonesia naik ke level yang lebih tinggi,” pungkas Airlangga. (agr/muu)
Load more