Perkuat Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Lintas Sektor Bekali Ahli Waris Berwirausaha
- BPJS Ketenagakerjaan
Ia menegaskan, secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan memang selesai setelah manfaat diserahkan kepada peserta atau ahli waris.
Namun secara moral, BPJS Ketenagakerjaan merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarga penerima manfaat agar mampu bangkit dan kembali menggerakkan perekonomian keluarganya.
Saiful menjelaskan Program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit.
Peserta dibekali keterampilan dan pengetahuan, didampingi mengembangkan usaha, hingga diharapkan mampu memperoleh pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarganya.
"Keberhasilan Program PEKA bukan diukur dari banyaknya pelatihan yang diberikan, tetapi dari semakin banyak keluarga pekerja yang kembali memiliki penghasilan, mampu mengembangkan usahanya, dan hidup mandiri. Bagi kami, keberhasilan perlindungan tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi dari sejauh mana manfaat tersebut mampu membantu keluarga pekerja bangkit, mandiri, dan melanjutkan masa depan dengan lebih baik," tutup Saiful.
Program pelatihan yang diselenggarakan Rumah BUMN terbuka bagi masyarakat umum. Bagi ahli waris penerima manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengikuti Program PEKA bersama Rumah BUMN, informasi dan proses pendaftaran akan difasilitasi oleh Kantor Wilayah maupun Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jakarta.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyambut baik Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, program tersebut memperluas makna perlindungan jaminan sosial karena tidak hanya memberikan santunan kepada ahli waris, tetapi juga membekali mereka agar mampu membangun kembali kehidupan ekonomi keluarganya.
"Awalnya saya bertanya-tanya apa sebenarnya Program PEKA. Namun setelah melihat langsung, saya memahami bahwa inilah nilai lebih dari perlindungan jaminan sosial. Santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan nilainya besar, tetapi tanpa pendampingan bisa habis dalam waktu singkat, sementara kehidupan harus terus berjalan dan anak-anak tetap harus melanjutkan pendidikan. Program PEKA mengubah santunan menjadi modal untuk membangun usaha yang produktif sehingga keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk bangkit dan mandiri," ujar Rano.
Menutup keterangannya, Rano menilai Program PEKA menunjukkan komitmen BPJS Ketenagakerjaan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi berlanjut melalui pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.
Load more