Mengenal Wakaf Produktif Plus Pengembangan Talenta Muda sebagai Strategi Jitu Lawan Kemiskinan
- OIC Youth Indonesia
tvOnenews.com – Wakaf produktif plus pengembangan talenta muda menjadi salah bahan diskusi yang menarik di ajang bergengsi D-8 Halal Expo Indonesia 2026 pada Sabtu (11/7/2026).
Diskusi panel bertajuk “Unlocking New Drivers of Development: Talent, Sustainable Innovation, and Faith-Based Finance for Shared Prosperity” ini menyoroti pentingnya menyinergikan pengembangan talenta muda, inovasi hijau yang berkelanjutan, serta optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam—seperti zakat dan wakaf produktif—sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif di era ketidakpastian global.
Presiden OIC Youth Indonesia Astrid Nadya Rizqita menegaskan bahwa negara-negara anggota D-8 memiliki modal besar berupa populasi generasi muda yang sangat melimpah.
- OIC Youth Indonesia
Namun bonus demografi tersebut dinilai hanya akan menjadi macan kertas jika tidak diimbangi dengan investasi nyata di bidang kapasitas, akses teknologi, dan pelibatan aktif anak muda dalam pembangunan nasional.
Terapkan Ekonomi Sirkular, WasteHub Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Cuan
Pendiri WasteHub sekaligus penerima penghargaan bergengsi MUDA30 2025, Ranitya Nurlita, memaparkan pentingnya memutus rantai ekonomi linear—ambil, pakai, buang—dan bertransisi secara ekstrem menuju ekonomi sirkular.
Dalam hal penanganan sampah, Ranitya menilai masyarakat harus diajak aktif memilah sampah langsung dari dapur mereka agar bisa didaur ulang menjadi komoditas baru bernilai ekonomi tinggi.
Namun, ia mengingatkan agar konsep-konsep teknis lingkungan ini diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari agar lebih mudah diadopsi oleh masyarakat lokal.
"Penerapan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, hingga media massa. Program ini harus dirancang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas agar keberlanjutannya terjaga," urai Ranitya.
Dobrak Mitos 3M: Saatnya Wakaf Bergerak di Sektor Energi Terbarukan
Ketua Forum Wakaf Produktif Rayan Asa Luminaries menguliti persepsi sempit masyarakat yang selama ini menganggap fungsi wakaf hanya terbatas pada konsep "3M" klasik, yaitu Makbarah (makam), Masjid, dan Madrasah.
Guna memperluas dampak ekonominya, Rayan memperkenalkan konsep "M keempat", yakni Money (wakaf uang).
Dengan pengelolaan aset secara profesional dan produktif, dana wakaf dapat diputar kembali untuk membiayai berbagai program kemanusiaan, pemberdayaan UMKM, hingga proyek ramah lingkungan.
Salah satu contoh nyata yang kini tengah digarap adalah pemanfaatan dana wakaf untuk memasang panel surya (solar panel) di area masjid.
"Wakaf tidak boleh hanya sekadar dikampanyekan secara teoritis. Dampak nyatanya baru akan terasa ketika kita sendiri mulai mempraktikkannya dan memberikan keteladanan langsung kepada publik," tegas Rayan.
Atasi Masalah Kepercayaan Publik Lewat Transparansi dan Skema Blended Finance
Di sisi lain Islamic Finance Specialist Greget Kalla Buana menyoroti adanya jurang pemisah yang lebar antara potensi raksasa zakat-wakaf di Indonesia dengan realisasi pengumpulan dana di lapangan.
Hal ini terjadi akibat masih rendahnya literasi keuangan syariah serta minimnya kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola dana sosial keagamaan.
Guna mengatasi masalah pelik tersebut, Greget mendesak adanya transparansi total, akuntabilitas tinggi, serta sistem pengukuran dampak yang bisa dibuktikan secara ilmiah kepada para donatur.
Ia juga menawarkan solusi taktis berupa skema blended finance (keuangan campuran), yakni mengawinkan instrumen sosial Islam (zakat dan wakaf) dengan modal komersial swasta, dana CSR, filantropi, serta subsidi APBN pemerintah.
Pola kolaborasi ini diyakini mampu menghimpun modal raksasa guna mengentaskan kemiskinan ekstrem, perubahan iklim, hingga elektrifikasi wilayah pelosok nusantara.
Sesi diskusi penuh inovasi ini ditutup dengan pemberian cendera mata dari Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Islam KNEKS Ir. H. Putu Rahwidhiyasa, MBA.
Digelar maraton sejak 8 hingga 12 Juli 2026, D-8 Halal Expo Indonesia sukses menjadi panggung kolaborasi lintas sektor dalam memanfaatkan instrumen keuangan syariah demi kemakmuran bersama.
Load more