Saham CUAN Melejit 7,98%, Transaksi Tembus Rp731 Miliar di Tengah Rencana Akuisisi SINI
- Bareksa
Jakarta, tvOnenews.com - Saham emiten milik pengusaha Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kembali menjadi perhatian pasar pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Pada sesi I perdagangan, saham CUAN mencatatkan nilai transaksi terbesar dengan total mencapai Rp731,29 miliar. Penguatan harga saham juga terjadi cukup signifikan hingga hampir 8 persen.
Berdasarkan data perdagangan hingga jeda siang, saham Petrindo Jaya Kreasi ditutup sementara di level Rp1.015 per saham. Harga tersebut melompat 7,98 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
729 Juta Saham CUAN Berpindah Tangan
Lonjakan harga CUAN turut diikuti tingginya aktivitas transaksi. Sebanyak 729,03 juta saham CUAN diperdagangkan pada sesi I.
Frekuensi transaksi saham tersebut mencapai 62.739 kali. Dengan nilai transaksi yang mencapai ratusan miliar rupiah, CUAN menjadi salah satu saham yang paling ramai diperdagangkan pada sesi I.
Mengacu pada data aplikasi Stockbit Sekuritas hingga jeda siang, saham CUAN juga mencatatkan net buy sebesar Rp136,1 miliar.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara saham-saham yang mencatatkan net buy pada perdagangan sesi I.
Saham CUAN Naik Lebih dari 37% Sebulan
Kinerja saham Petrindo Jaya Kreasi juga menunjukkan penguatan dalam periode yang lebih panjang.
Dalam satu bulan terakhir, saham CUAN telah mengalami lonjakan lebih dari 37 persen.
Pergerakan tersebut membuat saham emiten pertambangan ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah informasi korporasi yang disampaikan perusahaan.
CUAN Negosiasi Pengambilalihan SINI
Di tengah penguatan sahamnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk juga menyampaikan informasi mengenai negosiasi sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI), entitas milik Hapsoro.
Manajemen CUAN menjelaskan, perseroan melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk (PTRO), telah memiliki secara langsung maupun tidak langsung sebesar 27,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor SINI.
Saat ini, CUAN disebut sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI.
Negosiasi tersebut mencakup sejumlah hal terkait rencana pengambilalihan, termasuk mekanisme, harga, serta waktu penyelesaian transaksi yang diantisipasi.
CUAN Berpotensi Jadi Pemegang Saham Terbesar SINI
Manajemen CUAN menjelaskan, hasil akhir dari rencana pengambilalihan masih bergantung pada proses negosiasi dan pemenuhan berbagai persyaratan maupun persetujuan yang diperlukan.
Jika seluruh proses tersebut terpenuhi, CUAN melalui entitas anaknya diharapkan dapat menjadi pemegang saham terbesar pada SINI setelah rencana pengambilalihan selesai.
Dengan posisi tersebut, CUAN juga berpotensi memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI.
“Dengan tunduk pada hasil negosiasi yang sedang dilakukan dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan, diharapkan setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI,” jelas manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).
Wajib Tender Setelah Pengambilalihan
Selain rencana menjadi pemegang saham terbesar, CUAN juga menyampaikan konsekuensi yang harus dilakukan apabila proses pengambilalihan SINI berhasil diselesaikan.
Sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018, CUAN sebagai calon pengendali baru pada SINI akan melaksanakan penawaran tender wajib atau menunjuk perusahaan terkendali CUAN untuk melaksanakan kewajiban tersebut.
Penawaran tender wajib akan dilakukan setelah rencana pengambilalihan selesai dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang diatur dalam POJK 9/2018.
Dengan demikian, penguatan saham CUAN pada perdagangan sesi I Kamis (10/9/2026) berlangsung ketika perseroan tengah melakukan proses negosiasi terkait rencana pengambilalihan SINI dan berpotensi meningkatkan posisi CUAN sebagai pengendali perusahaan tersebut.
Load more