Waspadai Keracunan Makanan, Begini Langkah Pertolongan Pertama yang Aman dan Tepat di Rumah
- Freepik/jcomp
“Minum air mineral sesering mungkin atau konsumsi cairan elektrolit seperti oralit untuk menggantikan cairan dan garam tubuh yang hilang,” kata dr. Saddam.
Tanda-tanda dehidrasi berat antara lain tangan dan kaki terasa dingin, nadi cepat, jantung berdebar, dan tubuh lemas. Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis.
3. Pertolongan Pertama untuk Anak
dr. Saddam menjelaskan bahwa penanganan pada bayi dan anak-anak harus lebih hati-hati karena mereka lebih rentan terhadap dehidrasi.
“Kalau bayi muntah atau diare, berikan ASI lebih sering dari biasanya. Kalau minum susu formula, perhatikan apakah anak alergi terhadap susu tersebut. Selain itu, bisa juga diberikan larutan elektrolit yang dijual di apotek,” ujarnya.
Untuk anak yang lebih besar, dr. Saddam menyarankan memberikan air putih, jus tanpa gula, atau sup bening. Makanan padat baru boleh diberikan setelah gejala mual dan muntah benar-benar hilang.
“Jangan paksakan anak makan ketika masih muntah. Yang penting asupan cairannya cukup,” tambahnya.
4. Jangan Berikan Obat Antidiare Tanpa Anjuran Dokter
Banyak orang tua yang tergesa-gesa memberikan obat antidiare ketika anaknya buang air besar berkali-kali. Namun menurut dr. Saddam, hal ini justru bisa berbahaya.
“Diare itu cara tubuh mengeluarkan racun. Kalau diberi obat penahan diare, racunnya malah tertahan di dalam tubuh, terutama pada anak-anak dan bayi. Ini bisa memperparah kondisi,” tegasnya.
5. Istirahat yang Cukup
Setelah gejala mulai mereda, penderita keracunan makanan perlu beristirahat cukup agar tubuh pulih.
"Jangan langsung beraktivitas berat atau sekolah jika anak belum sepenuhnya pulih. Biarkan tubuh beristirahat,” kata dr. Saddam.
Ia mengingatkan bahwa pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Namun, jika muntah dan diare tidak kunjung berhenti setelah 24 jam, segera bawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan medis. (adk)
Load more