News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berobat ke Luar Negeri Bukan Cuma Soal Rumah Sakit, Ini Perkembangan Tren Wisata Medis

Perkembangan wisata medis atau medical tourism, yakni perjalanan lintas negara yang dilakukan untuk memperoleh layanan kesehatan. Selain kualitas fasilitas
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:02 WIB
Ilustrasi Berobat ke Luar Negeri Bukan Cuma Soal Rumah Sakit, Ini Perkembangan Wisata Medis, dari Rumah Sakit hingga Akomodasi Pasien
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Perjalanan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan tidak selalu harus diisi dengan kunjungan ke rumah sakit dan waktu pemulihan. Di Selangor, Malaysia, wisatawan dapat menggabungkan kebutuhan medis dengan aktivitas rekreasi, menjelajahi destinasi alam, hingga mencicipi kuliner khas setempat.

Konsep ini menjadi bagian dari perkembangan wisata medis atau medical tourism, yakni perjalanan lintas negara yang dilakukan untuk memperoleh layanan kesehatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain kualitas fasilitas medis, akses transportasi, ketersediaan akomodasi, dan kenyamanan selama perjalanan turut menjadi pertimbangan bagi pasien yang mencari pengobatan di luar negeri.

Melansir dari ANTARA, Selangor menjadi salah satu wilayah Malaysia yang membidik pasar tersebut, termasuk dari Indonesia. Melalui konsep Heal & Explore, pemerintah pariwisata setempat berupaya menghubungkan layanan kesehatan dengan pengalaman wisata yang dapat dinikmati pasien maupun keluarga yang mendampingi mereka.

Tourism Selangor memperkenalkan inisiatif MedTravel Selangor: Heal & Explore dalam ajang Malaysia Healthcare Expo (MHX) Indonesia 2026 di Jakarta. Program tersebut menyoroti keterhubungan fasilitas medis, akomodasi, transportasi, dan destinasi wisata di Selangor.

Wisata Medis Tak Hanya Bergantung pada Rumah Sakit

Dalam perjalanan medis ke luar negeri, pilihan rumah sakit dan dokter spesialis merupakan pertimbangan utama. Namun, pasien juga perlu memperhitungkan sejumlah kebutuhan lain, seperti jarak dari bandara ke fasilitas kesehatan, tempat menginap selama perawatan, serta kemudahan transportasi untuk pasien dan pendamping.

Selangor memiliki posisi geografis yang relatif strategis karena mengelilingi sebagian wilayah Kuala Lumpur dan berada di pesisir barat Semenanjung Malaysia. Wisatawan dari Indonesia dapat menjangkau wilayah ini melalui Kuala Lumpur International Airport (KLIA), KLIA Terminal 2 (KLIA2), maupun Subang SkyPark Airport.

Sejumlah fasilitas kesehatan yang diperkenalkan dalam inisiatif tersebut meliputi Sunway Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre (SJMC), Thomson Hospital Kota Damansara, KPJ Damansara Specialist Hospital, Avisena Specialist Hospital, Ara Damansara Medical Centre, Columbia Asia Hospitals, KPJ Klang Specialist Hospital, dan Selgate Healthcare.

Rumah sakit serta penyedia layanan kesehatan itu menawarkan berbagai bidang penanganan, mulai dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh, kardiologi, onkologi, ortopedi, dan gastroenterologi hingga layanan fertilitas serta bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut memberikan pilihan bagi pasien dengan kebutuhan medis yang berbeda. Meski demikian, keputusan untuk menjalani pengobatan di luar negeri tetap perlu mempertimbangkan kompetensi dokter, kesesuaian prosedur, biaya, serta kebutuhan kontrol dan pemulihan setelah pasien kembali ke Indonesia.

Aspek pendukung perjalanan juga menjadi bagian dari ekosistem wisata medis. Dalam program ini, Le Méridien Petaling Jaya diperkenalkan sebagai mitra perhotelan, sedangkan AirAsia Ride mendukung kebutuhan mobilitas pengunjung. 

Ketersediaan akomodasi dan transportasi dapat membantu perjalanan pasien, terutama bagi mereka yang harus menjalani pemeriksaan atau perawatan selama beberapa hari.

Perbedaan konsep wisata medis dengan perjalanan pengobatan biasa terletak pada kemungkinan menggabungkan kebutuhan kesehatan dengan kegiatan wisata yang sesuai kondisi pasien.

Bagi keluarga yang mendampingi pasien, Selangor memiliki sejumlah pilihan rekreasi, seperti SplashMania Waterpark, i-City Shah Alam, Skyline Luge, Monkeys Canopy Resort, dan Gamuda Gardens Fun Park. Sementara itu, pengunjung yang bepergian sendiri dapat memilih kegiatan seperti berbelanja, mengunjungi kafe, atau menjelajahi tempat-tempat kuliner.

Pilihan lainnya mencakup kawasan yang menawarkan pengalaman alam dan budaya. Kuala Selangor, Sekinchan, Kuala Kubu Bharu, dan Jugra menjadi beberapa destinasi yang diperkenalkan dalam program tersebut. Wisatawan juga dapat mengenal budaya masyarakat setempat melalui Mah Meri Cultural Village.

Namun, aktivitas rekreasi tidak selalu cocok untuk setiap pasien. Jenis perjalanan dan jadwal wisata perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, rekomendasi dokter, serta kebutuhan istirahat selama masa pemulihan. Karena itu, kegiatan wisata sebaiknya menjadi pelengkap perjalanan medis, bukan alasan untuk mengabaikan proses perawatan.

Daya tarik lain yang dapat dinikmati pengunjung adalah keberagaman kuliner Selangor. Sejumlah hidangan yang disebut dalam publikasi Tourism Selangor antara lain Satay Kajang, Bak Kut Teh Klang, Banana Leaf Rice, Nasi Ambeng, Nasi Lemak, chilli crab, durian, lontong, dan roti canai.

Ragam makanan tersebut mencerminkan percampuran tradisi kuliner yang berkembang di Malaysia. Bagi wisatawan, pengalaman mencicipi makanan lokal dapat menjadi bagian dari perjalanan, dengan tetap memperhatikan pantangan atau kebutuhan diet yang berkaitan dengan kondisi medis.

Kegiatan yang diselenggarakan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) tersebut berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Central Park Mall, Jakarta. Melalui Healthcare Expo (MHX) Indonesia 2026, Tourism Selangor memperkenalkan publikasi MedTravel Selangor: Heal & Explore sekaligus menampilkan jaringan rumah sakit dan mitra pendukung perjalanan medis di wilayah tersebut.

Berobat ke Luar Negeri Bukan Cuma Soal Rumah Sakit, Ini Perkembangan Wisata Medis
Berobat ke Luar Negeri Bukan Cuma Soal Rumah Sakit, Ini Perkembangan Wisata Medis
Sumber :
  • Antara

Langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan destinasi wisata medis tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga kemudahan yang dirasakan pasien sejak keberangkatan hingga kembali ke negara asal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, daya tarik wisata dan akses transportasi saja belum cukup untuk menentukan pilihan pengobatan. Pasien tetap perlu membandingkan biaya konsultasi, tindakan medis, obat-obatan, akomodasi, serta kemungkinan perawatan lanjutan. Informasi mengenai rekam medis, komunikasi dengan dokter, dan tindak lanjut setelah pulang juga penting diperhitungkan.

Dalam konteks tersebut, konsep Heal & Explore menempatkan wisata sebagai pendamping layanan kesehatan. Selangor berupaya menawarkan pengalaman perjalanan yang menghubungkan rumah sakit dengan fasilitas pendukung dan destinasi rekreasi, sementara keputusan berobat tetap bergantung pada kebutuhan, pertimbangan medis, dan kemampuan masing-masing pasien. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Skema Prasmanan Program MBG Dinilai Bakal Tekan Sampah dan Dukung Pendidikan Karakter Siswa

Skema Prasmanan Program MBG Dinilai Bakal Tekan Sampah dan Dukung Pendidikan Karakter Siswa

Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) era Presiden RI, Prabowo Subianto dengan skema prasmanan dinilai sebagai langkah strategis dalam membentuk pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sekolah.
Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Survei Poltracking: Bansos Tepat Sasaran dan MBG Sukses Dongkrak Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Survei Poltracking: Bansos Tepat Sasaran dan MBG Sukses Dongkrak Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan respons positif dari masyarakat. 
Tindak Tegas Terduga Pelaku Karhutla, Kemehut Sanksi 32 Perusahaan

Tindak Tegas Terduga Pelaku Karhutla, Kemehut Sanksi 32 Perusahaan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) terus mengintensifkan tindakan tegas terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Liverpool Terancam Gigit Jari, Alex Scott Disebut Mantap Gabung Chelsea Usai Bicara dengan Xabi Alonso

Liverpool Terancam Gigit Jari, Alex Scott Disebut Mantap Gabung Chelsea Usai Bicara dengan Xabi Alonso

Liverpool terancam kehilangan Alex Scott yang kini menjadi incaran Chelsea. Gelandang Bournemouth itu disebut tertarik bergabung dengan The Blues.
Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) di bawah komando Menteri Natalius Pigai terus memacu penguatan kapasitas SDM di bidang penegakan HAM. 

Trending

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Antonio Cassano Sindir Keras Cristiano Ronaldo, Desak Bintang Portugal Itu Pensiun

Antonio Cassano Sindir Keras Cristiano Ronaldo, Desak Bintang Portugal Itu Pensiun

Mantan pemain timnas Italia, Antonio Cassano, melontarkan kritik tajam kepada Cristiano Ronaldo di tengah polemik sang megabintang bersama timnas Portugal.
Dugaan Konspirasi Asing di Kasus Karhutla, Kapolri: Ada Keterlibatan Negara Tetangga

Dugaan Konspirasi Asing di Kasus Karhutla, Kapolri: Ada Keterlibatan Negara Tetangga

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan pernyataan mengejutkan terkait maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Indonesia. 
Tindak Tegas Terduga Pelaku Karhutla, Kemehut Sanksi 32 Perusahaan

Tindak Tegas Terduga Pelaku Karhutla, Kemehut Sanksi 32 Perusahaan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) terus mengintensifkan tindakan tegas terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 
Liverpool Terancam Gigit Jari, Alex Scott Disebut Mantap Gabung Chelsea Usai Bicara dengan Xabi Alonso

Liverpool Terancam Gigit Jari, Alex Scott Disebut Mantap Gabung Chelsea Usai Bicara dengan Xabi Alonso

Liverpool terancam kehilangan Alex Scott yang kini menjadi incaran Chelsea. Gelandang Bournemouth itu disebut tertarik bergabung dengan The Blues.
Bakom RI Beberkan Transformasi BGN: Menuju Tata Kelola Program MBG yang Transparan dan Efektif

Bakom RI Beberkan Transformasi BGN: Menuju Tata Kelola Program MBG yang Transparan dan Efektif

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan perkembangan signifikan melalui serangkaian pembenahan tata kelola. 
Survei Poltracking: Bansos Tepat Sasaran dan MBG Sukses Dongkrak Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Survei Poltracking: Bansos Tepat Sasaran dan MBG Sukses Dongkrak Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan respons positif dari masyarakat. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT