5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?
- freepik
Jakarta, tvOnenews.com - Membeli mobil baru biasanya membuat pemilik kendaraan tergoda menambahkan berbagai aksesori untuk menunjang penampilan dan kenyamanan. Namun, tidak semua perlengkapan tersebut benar-benar dibutuhkan, terutama ketika menghadapi situasi darurat di perjalanan.
Sejumlah aksesori mobil justru memiliki fungsi penting meskipun bentuknya sederhana dan harganya relatif terjangkau. Perlengkapan ini dapat membantu pengemudi menghadapi berbagai masalah, mulai dari kecelakaan, aki tekor, hingga ban kehilangan tekanan udara.
Memilih aksesori mobil juga tidak boleh hanya mempertimbangkan harga atau popularitas produk di pasaran. Faktor keselamatan, kualitas, serta kesesuaian dengan kendaraan menjadi hal penting sebelum memutuskan membeli.
Berikut lima aksesori mobil yang patut dipertimbangkan untuk menunjang keselamatan dan menghadapi kondisi darurat di jalan.
1. Kamera Dasbor atau Dashcam
Kamera dasbor atau dashcam menjadi salah satu aksesori yang berguna untuk merekam kejadian selama berkendara. Rekaman tersebut dapat membantu memberikan gambaran peristiwa ketika terjadi kecelakaan atau perselisihan dengan pengguna jalan lainnya.
Pemilik kendaraan disarankan memilih dashcam dengan kamera depan dan belakang agar area perekaman lebih luas. Selain itu, perangkat berbasis superkapasitor dapat menjadi pilihan karena umumnya lebih tahan terhadap suhu tinggi dibandingkan model yang menggunakan baterai lithium.
Pemasangan dashcam sebaiknya dilakukan di sekitar belakang kaca spion tengah agar tidak menghalangi pandangan pengemudi. Pastikan kabel terpasang rapi dan kamera tidak mengganggu konsentrasi selama perjalanan.
2. Alat Pemantau Tekanan Ban atau TPMS
Tire Pressure Monitoring System (TPMS) merupakan perangkat yang berfungsi memantau tekanan udara pada ban kendaraan. Sistem ini memberikan peringatan ketika tekanan ban turun hingga melewati batas tertentu sehingga pengemudi dapat segera melakukan pemeriksaan.
Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), TPMS membantu pengemudi mengetahui kondisi tekanan ban yang terlalu rendah. Meski demikian, perangkat tersebut tidak menggantikan kewajiban pemeriksaan tekanan ban secara berkala.
Sebelum membeli, pemilik kendaraan perlu memastikan apakah mobil sudah dilengkapi TPMS bawaan pabrik. Jika belum tersedia, pengguna dapat memilih sensor eksternal yang mudah dipasang atau sensor internal yang membutuhkan bantuan teknisi.
3. Palu Pemecah Kaca dan Pemotong Sabuk Pengaman
Peralatan sederhana ini dapat menjadi penyelamat ketika pengemudi atau penumpang terjebak di dalam mobil setelah kecelakaan. Alat tersebut dirancang untuk membantu memecahkan kaca tertentu sekaligus memotong sabuk pengaman yang sulit dilepaskan.
Namun, tidak semua kaca mobil dapat dihancurkan menggunakan pemecah kaca darurat. Penelitian American Automobile Association (AAA) menunjukkan alat tersebut lebih efektif pada kaca tempered, sedangkan kaca laminated jauh lebih sulit ditembus.
Karena itu, pengemudi perlu mengetahui jenis kaca yang digunakan pada kendaraannya sebelum menghadapi keadaan darurat. Simpan alat di tempat yang mudah dijangkau dari kursi pengemudi, bukan di bagasi atau lokasi yang sulit diakses.
4. Jump Starter Portabel
Aki mobil yang tiba-tiba kehilangan daya dapat membuat kendaraan sulit dihidupkan, terutama ketika berada jauh dari bengkel. Jump starter portabel menjadi salah satu solusi karena memungkinkan pengemudi menyalakan mesin tanpa bantuan kendaraan lain pada mobil yang kompatibel.
Beberapa perangkat juga dilengkapi fitur tambahan berupa pengisi daya ponsel dan lampu darurat. Meski demikian, kemampuan jump starter harus disesuaikan dengan kebutuhan mesin serta sistem kelistrikan kendaraan.
Pemilik mobil juga perlu memperhatikan kondisi penyimpanan karena baterai lithium sensitif terhadap panas berlebihan. Sebelum digunakan, pastikan sambungan terminal sesuai petunjuk dan hindari penggunaan pada aki yang rusak atau mengalami kebocoran.
5. Pompa Ban Portabel
Tekanan ban yang berkurang di tengah perjalanan dapat mengganggu kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara. Kehadiran pompa ban portabel memungkinkan pengemudi menambahkan tekanan udara tanpa harus mencari bengkel atau tempat pengisian angin.
Saat ini, tersedia pompa ban nirkabel maupun model yang menggunakan sumber listrik 12 volt dari kendaraan. Beberapa produk juga memiliki pengaturan tekanan otomatis sehingga proses pengisian berhenti ketika mencapai angka yang ditentukan.
Meski praktis, pompa portabel bukanlah solusi untuk semua jenis kerusakan ban. Jika ban mengalami kebocoran serius atau kerusakan pada bagian dinding, pengemudi sebaiknya tidak memaksakan perjalanan dan segera mencari bantuan.
Kelima aksesori tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pemilik mobil yang ingin meningkatkan kesiapan menghadapi masalah di perjalanan. Pemilihan perlengkapan yang tepat, disertai pemeriksaan kendaraan secara rutin, tetap menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan berkendara.
Load more