5 Masjid Bersejarah di Kota Cirebon yang Sering Dikunjungi Warga saat Bulan Ramadhan
- Erfan Septiawan
Tiang penyangga di dalam masjid ditautkan satu dengan yang lain, tidak menggunakan paku melainkan hanya dengan pasak. Terdapat dua bangunan di dalamnya, yaitu ruangan utama dan serambi.
Untuk masuk ke ruang utama yang berada di tengah dan dikelilingi ruang serambi, pengunjung perlu menundukkan kepala. Pintu yang terbuat lebih kecil dari bangunan sengaja dibuat sebagai pengingat agar tetap rendah hati.
Hampir semua pengunjung yang datang, hapal dengan azan pitu yang masih asri dikumandangkan saat salat jumat.
Masjid Agung At-Taqwa
Masjid Agung At-taqwa dulunya merupakan sebuah tajug atau mushola yang berada dekat dengan alun-alun Cirebon. Masjid ini mendapat pembaharuan yang cukup modern.
Sebutan Tajug Agung melekat sebelum Presiden RI Pertama Soekarno menggantinya dan dikenal menjadi Masjid Agung At-Taqwa di tahun 1961.
![]()
Masjid yang bernama At-Taqwa ini, berdiri tahun 1918 dan didirikan oleh R. Adipati Salmon Salam Suryadiningrat.
Masjid Agung At-Taqwa menjadi masjid yang terlihat megah dengan ornamen Islam dan payung yang mirip dengan payung di Masjid Nabawi. Fasilitas yang terbilang anyar jika dilihat dengan masjid yang lain.
Saat Ramadhan, sejumlah PKL dadakan sering terlihat divpinggiran trotoar. setiap malam lailatul qadr, saf di masjid ini dipadati masyarakat. Bahkan masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi oleh sebagian peziarah.
Masjid Kramat Kalijaga
Tempat ini dikenal dengan Situs Taman Kera Kalijaga, berada di Jalan Pramuka, Rt 08/03 Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dari informasi yang didapat, petilasan ini ditemukan sekitar abad ke 7.
![]()
Situs yang didirikan oleh Sunan Kalijaga tersebut di dalamya terdapat masjid, dua buah sumur tua, tempat pesarean, serta tempat Sunan Kalijaga bertapa, dan beberapa makam yang dikramatkan.
Ketika berkunjung, meski berada di wilayah perkotaan, pengunjung dapat dengan mudah menemukan kera ekor panjang. Menariknya lagi, kera tersebut konon jelmaan dari 99 santri penjaga situs.
Masjid di kawasan tersebut biasanya ramai pengunjung saat Ramadhan, selain sering dikunjungi untuk berziarah, tidak sedikit pengunjung yang menetap silih berganti selama Ramadhan.
Load more