News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Melihat Makam Kuwu dan Tradisi Palakiyah di Kebumen yang Masih Terjaga

Desa Watulawang Kebumen, Jawa Tengah, hingga kini masih mempertahankan tradisi dan budaya warganya, Disini terdapat makan kuno yang dikenal sebagai Makam Kuwu
Rabu, 10 Agustus 2022 - 12:38 WIB
Area Makam Kuwu, makam kuno cikal bakal Desa Watulawang, Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Wahyu Kurniawan

Kebumen, Jawa Tengah - Saat ini jarang kita temukan sebuah tradisi kuno warisan leluhur yang masih dipertahankan ditengah gempuran era modernisasi. Bahkan, hampir menenggelamkan warisan-warisan tradisi budaya nenek moyang. 

Namun, disebuah desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kita akan melihat sebuah tradisi dan budaya kebiasaan warganya yang masih mempertahankan warisan leluhurnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adalah Desa Watulawang, sebuah desa di wilayah Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Desa yang berada diketinggian 300 meter diatas permukaan air laut. Berada di kawasan perbukitan utara dan berjarak 20 kilometer dari Kota Kebumen. 

Meski lokasinya berada diatas ketinggian namun dapat dilalui dengan menggunakan kendaraan roda empat. Menuju ke Desa Watulawang kita akan disuguhi dengan landscape pemandangan yang menyejukan mata.

Nama Watulawang di ambil dari nama sebuah batu yang menyerupai pintu yang terletak di persawahan Watulawang dan batu itu sampai saat ini masih ada. Bentuknya memang mirip pintu gerbang, konon katanya merupakan gerbang gaib.

Hal pertama yang akan disuguhkan saat pertama tiba, kita akan ditawarkan menu makanan legendaris yaitu ingkung kluwek. Ingkung ayam kampung jantan ini merupakan hidangan warisan leluhur yang dulu keberadaannya hanya bisa ditemui saat kenduri di bulan Syaban.

Selesai menikmati hidangan ingkung kluwek, kita akan dibawa kesebuah area pemakaman yang dinamakan Makam Mbah Kuwu. Yakni sebuah makam tua unik yang berbentuk seperti punden berundak.

Foto: Area Makam Kuwu, di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kebumen (Wahyu Kurniawan)

Menurut sejarahnya Makam Kuwu ini berisi makam seorang Priyayi Putri (seorang putri) dari Kerajaan Timur. Putri ini dulu datang ke desa tidak diketahui asal usulnya bahkan hingga meninggal tidak memiliki keturunan. 

"Oleh warga sini diberi nama Makam Kuwu karena asal usulnya sampai ajal beliau tidak diketahui. Bahkan namanya pun tidak ada yang tau, jadi warga sini menyebutnya Kuwu Den Ayu yang diduga berasal dari Kerajaan Timur," jelas Sanwardi (74) juru kunci makam, Senin (8/8/2022).

Kepala Desa Watulawang Wasito saat mendampingi tvonenews.com melihat areal makam menjelaskan keberadaan Makam Kuwu kini ramai didatangi para peziarah dari luar Kebumen.

Menurutnya keluarga Keraton Yogyakarta pun pernah datang dan berziarah. Bahkan, tak sedikit dari kalangan pejabat yang datang ziarah hingga menginap semalam di makam.

"Sekarang banyak dari kalangan pejabat yang datang ziarah ke makam Mbah Kuwu mas. Permohonannya macam-macam, tak sedikit yang tujuannya juga untuk kenaikan pangkat," ucap Wasito.

Masih menurut Wasito, Watulawang juga memiliki tradisi unik di bulan Sura, yaitu tradisi yang dinamakan Selamatan Palakiyah. Tradisi ini hanya digelar 3 tahun sekali di Bulan Muharam.

Pada bulan tersebut, warga setempat mengarak kepala kambing jenis kendit dibungkus kain mori dengan sesaji bunga, jajanan pasar, kelapa muda. Rumah kepala desa menjadi titik awal perjalanan, yang kemudian dimakamkan di batas desa.

Desa Watulawang juga masih memelihara adat istiadat dan tradisi Jawa Kuno yang diharmonisasi dengan agama Islam sebagai agama dominan masyarakat setempat. 

"Seperti bulan Sura, warga sini banyak melakukan selamatan dan ritual khusus. Seperti Merdi Bumi, Palakiyah, Ruwat Dadung, Baritan, Kenduren Suran dan tradisi lainnya," terang Wasito.

Tradisi lainnya yang bersifat pribadi seperti Slametan Batur, Megeng (puasa ngebleng), Slametan Profesi, Ngeramas benda pusaka (keris, tombak, pedang).

Selain itu ada kelompok masyarakat dan kelompok keagamaan yang mengamalkan “Dzikir Jawa”. Yaitu sebuah pemahaman tentang ilmu batin maupun sebuah sistem sosial. 

"Melalui seorang sesepuh disini akan dibimbing sebagai ilmu batin yang diamalkan dengan melewati tahapan tertentu namun menggunakan bacaan dzikir berbahasa Jawa bukan bahasa Arab," lanjutnya.

Sementara itu Adi Pandoyo salah seorang pengunjung yang datang ke Watulawang mengaku senang dan bangga dengan tradisi dan budaya warisan leluhur yang masih tetap lestari. 

"Tradisi budaya semacam ini sangat langka, jadi keberadaannya bener-bener harus dijaga dan dilestarikan. Bila perlu sejarah dan historis tradisi Palakiah di Desa Watulawang dituliskan sehingga akan menjadi jejak untuk pengetahuan generasi muda di masa mendatang," ujar Adi Pandoyo. 

Menurut Adi Pandoyo Watulawang merupakan sebuah desa yang masih kental dengan tradisi dan budaya warisan leluhur seperti budaya kirab, kenduri selamatan jawa kuno, tradisi tanam kepala kambing kendit, makam kuwu, bahkan hidangan ingkung kluwek merupakan suatu tradisi yang langka. (Wkn/Buz)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Saatnya Borong, Harga Emas Antam Hari Ini 23 Oktober 2026 Merosot Lagi Jadi Rp2.540.000 per Gram

Saatnya Borong, Harga Emas Antam Hari Ini 23 Oktober 2026 Merosot Lagi Jadi Rp2.540.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 23 Oktober 2026 terpantau merosot lagi jadi Rp2.540.000 per gram. Begitu juga dengan buyback atau harga beli kembali yang terpantau ikut menurun ke angka Rp2.335.000 per gram.
Dedi Mulyadi Beri Imbalan Uang untuk Masyarakat yang Membantu Pemadaman Karhutla di Ciremai

Dedi Mulyadi Beri Imbalan Uang untuk Masyarakat yang Membantu Pemadaman Karhutla di Ciremai

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tengah menjadi perhatian banyak pihak. Sebab terjadi di berbagai wilayah, salah satunya di Gunung Ciremai.
Jadwal Lengkap Pekan Ketujuh Super League: Persib Bandung Tandang ke Garudayaksa FC hingga Derbi Suramadu

Jadwal Lengkap Pekan Ketujuh Super League: Persib Bandung Tandang ke Garudayaksa FC hingga Derbi Suramadu

Jadwal lengkap pekan ketujuh Super League 2026/2027 bakal menyajikan sejumlah pertandingan menarik
Hasil FP1 MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Tercepat Hingga Crash Jack Miller

Hasil FP1 MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Tercepat Hingga Crash Jack Miller

Marc Marquez merebut posisi teratas FP1 MotoGP Australia pada lap terakhir dengan catatan waktu 1 menit 27,985 detik.
Soal KMP Batumandi, Kesiapsiagaan Krisis dan Investigasi Jadi Kunci Perbaikan

Soal KMP Batumandi, Kesiapsiagaan Krisis dan Investigasi Jadi Kunci Perbaikan

Sebanyak 420 penumpang dan 40 awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi. Kesiapsiagaan penanganan darurat diapresiasi, sementara investigasi tetap diperlukan.
Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Apakah Karyawan Kontrak Bisa Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Apakah karyawan kontrak bisa mendapat BSU 2026 Rp900 ribu? Simak syarat penerima, cara cek status, dan informasi terbaru dari Kemnaker.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT