Mencicipi Kampelan, Burger dengan Kearifan Lokal dari Ajibarang Banyumas
- Tim tvOne - Sonik Jatmiko
Nama kampelan, menurut Wanto, sebenarnya pilihan kata yang tidak bermakna dasar makanan atau diambil dari cara mengolah makanannya. Mendoan misalnya, ini mengambil arti dari cara menggorengnya yang cepat. Kampelan merupakan bahasa Banyumasan yang arti harfiahnya adalah saling berpelukan antara dua orang.
"Ciri khas orang Banyumas itu 'ndablong' atau 'nakal', segala hal tak dianggap berat dan cenderung melucu. Sehinga ketika ada makanan ketupat dan tempe atau dage ditangkupkan, dikonotasikan sebagai berpelukan atau kampelan. Akhirnya menjadi nama makanan kampelan," beber Wanto.
Kampelan, lanjut Wanto, paling tepat dinikmati sebagai sarapan. Di kampelan sudah ada nasi berbentuk ketupat, lauk dage atau tempe, dan sambal. Ditemani secangkir teh pahit kental, cukup untuk persiapan beraktivitas hingga siang.
Lalu apa harapan dari budayawan terhadap kampelan? Menurut Wanto, karena ini merupakan hasil budaya, bisa dikenalkan, supaya bisa diterima masyarakat lebih luas. Lalu bisa menjadi ikon melalui pameran atau festival.
"Jika diperlukan, ini juga merupakan warisan leluhur yang bisa dipatenkan sebagai warisan budaya tak benda, seperti yang sudah disematkan pada mendoan," ujar Wanto.(Sonik Jatmiko?Buz)
Load more