News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus WO Ayu Puspita Memanas, Reza SMASH Ungkap Standar Profesionalisme di Dunia Wedding Organizer

Kasus WO Ayu Puspita memanas usai puluhan korban menggeruduk rumahnya. Reza SMASH blak-blakan ungkap standar profesionalisme dan pentingnya kepercayaan klien.
Selasa, 9 Desember 2025 - 23:09 WIB
Reza SMASH dan Ayu Puspita
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @mrezanugrah

Baginya, profesionalisme bukan hanya soal hasil akhir acara, tetapi juga soal transparansi dan manajemen keuangan yang bertanggung jawab.

Melalui unggahan di YouTube Cumicumi pada 9 Desember 2025, Reza menyampaikan pendapatnya terkait kasus ayu puspita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

reza smash
Reza SMASH. (Sumber: YouTube Cumicumi)

“Sangat disayangkan kalau misalkan bisa sampai seperti ini gitu. Bisa terjadi kayak gini karena kesalahpahaman atau enggak ada kabar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan konflik antara klien dan vendor, “Kalau kalau pandangan aku ya, coba selesaikan dengan baik-baik, coba musyawarah dengan baik-baik, cari solusi tengah-tengahnya seperti apa, kenapa bisa kayak gini gitu kan.”

Reza menilai bahwa sebuah acara pernikahan memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi klien dibanding sekadar event biasa bagi vendor, “Mungkin tiap-tiap vendor itu anggap ini adalah event tiap minggu, event weekend atau enggak ya mungkin ada weekdays juga gitu ya. Cuman bagi klien ini event satu kali seumur hidup gitu. Enggak bolehlah kita menyia-nyiakan apa yang diberikan sama klien kepada kita.”

Ia pun memastikan bahwa standar profesionalisme selalu menjadi prioritas dalam bisnis yang dijalaninya, “Aku sih ya jangan sampailah terjadi di WO aku gitu ya. Ya insyaallah semuanya berjalan dengan lancar. Beberapa klien aku selama aku hampir 3 tahun ngediriin Reza Wedding Planner enggak pernah ada masalah.”

Lebih lanjut, Reza mengungkap sistem pembayaran yang ia terapkan agar seluruh vendor tetap mendapatkan haknya tepat waktu, “Bukan mungkin ya. memang yang aku terapin itu pembayaran awal itu 30-50%. Ya, pelunasan itu aku selalu H-14 sebelum acara dimulai. Jadi otomatis H-14 itu aku udah bayar semua vendor. Jadi enggak ada semua vendor yang enggak kebagian porsinya masing-masing.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran menjadi tanda bahaya dalam sebuah bisnis WO, “Kalau misalkan ada lebih dari itu atau enggak ada yang gimana-gimana telat pembayaran itu berarti ada yang harus dipertanyakan dari situ.”

Dalam perkembangan terbaru, kasus dugaan penipuan yang melibatkan ayu puspita telah resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara. Polisi telah menerima puluhan laporan dari para korban dan menetapkan sejumlah tersangka.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Super Transfer Persija! Ini Profil Ivan Mamut, Eks Bomber Timnas Kroasia yang Dielukan Jadi Penerus Marko Simic

Super Transfer Persija! Ini Profil Ivan Mamut, Eks Bomber Timnas Kroasia yang Dielukan Jadi Penerus Marko Simic

Persija resmi mendatangkan striker baru, Ivan Mamut. Mantan bomber Timnas Kroasia itu langsung diharapkan menjadi penerus Marko Simic bersama Macan Kemayoran.
Tak Main-Main! Setelah Lawan Timnas Indonesia, Skuad Singapura Hadapi Brasil di Laga Uji Coba FIFA Jelang Piala Asia 2027

Tak Main-Main! Setelah Lawan Timnas Indonesia, Skuad Singapura Hadapi Brasil di Laga Uji Coba FIFA Jelang Piala Asia 2027

Singapura mendapat kesempatan menghadapi Brasil pada jeda internasional November. Laga tersebut menjadi bagian persiapan The Lions menuju Piala Asia 2027.
Gibran Minta Sekolah Sesuaikan Pembelajaran Selama Karhutla, Keselamatan Siswa Diutamakan

Gibran Minta Sekolah Sesuaikan Pembelajaran Selama Karhutla, Keselamatan Siswa Diutamakan

Gibran menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas selama wilayah terdampak kabut asap.
Identitas 3 ASN Pemkab Jayawijaya yang Tewas Jadi Korban Penembakan Diduga oleh KKB Hendak Tinjau Cetak Sawah

Identitas 3 ASN Pemkab Jayawijaya yang Tewas Jadi Korban Penembakan Diduga oleh KKB Hendak Tinjau Cetak Sawah

Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Muliama, yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25).
Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau Bikin Ulah Lagi, Penghancur Karier Gelandang Timnas Indonesia Buat Pelanggaran Keras dan Rugikan Vietnam Jelang FIFA ASEAN Cup

Doan Van Hau kembali menjadi sorotan setelah melakukan pelanggaran keras di V.League 26/27. Bek Vietnam itu menerima kartu merah usai bikin lawan cedera parah.
Rupiah Melemah ke Rp 17.585 Dibayangi Tekanan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Fiskal RI

Rupiah Melemah ke Rp 17.585 Dibayangi Tekanan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Fiskal RI

Posisi rupiah itu menguat 16 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.552 pada perdagangan Rabu, 9 September 2026.

Trending

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Kasus Suap di Kabupaten Bekasi, Anggota Polri Diperiksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa seorang anggota Polisi bernama Yayat Sudrajat, Kamis (10/9/2026).
Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Seret Anggota Polri Terkait Kasus Suap Proyek di Bekasi, KPK Keluarkan Sprindik Baru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru terkait kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027: Al Hilal dan Al Nassr Masih Kejar-kejaran dengan 1 Noda Kekalahan

Update Klasemen Liga Pro Saudi 2026/2027: Al Hilal dan Al Nassr Masih Kejar-kejaran dengan 1 Noda Kekalahan

Berdasarkan data resmi per Jumat (11/9/2026) pukul 07.02 WIB, berikut adalah penjelasan peta persaingan di tangga klasemen sementara. Al Hilal masih di puncak!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT