Kasus WO Ayu Puspita Memanas, Reza SMASH Ungkap Standar Profesionalisme di Dunia Wedding Organizer
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @mrezanugrah
tvOnenews.com - Nama ayu puspita tengah menjadi sorotan publik setelah kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) yang melibatkannya viral di media sosial.
Ayu Puspita dilaporkan menjadi sorotan lantaran puluhan korban merasa dirugikan, dengan total kerugian yang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah.
Kasus ayu puspita ini pun memicu reaksi keras dari masyarakat dan para korban yang datang langsung ke kediamannya.
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Puluhan korban terlihat menggeruduk rumah Ayu Puspita untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan penipuan yang mereka alami.
Aksi tersebut bermula dari unggahan salah satu korban di media sosial yang mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan WO milik Ayu Puspita.
Unggahan itu kemudian viral dan membuka fakta bahwa ternyata terdapat banyak pasangan lain yang mengalami nasib serupa.
Tidak sedikit korban yang merasa tertipu karena acara pernikahan mereka terancam gagal terlaksana. Bahkan, kerugian yang dialami para korban disebut mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp19 miliar.
Kondisi ini membuat situasi semakin panas, terlebih saat massa masuk ke dalam rumah Ayu Puspita dan meminta pengembalian dana.
Kasus ayu puspita ini turut menuai tanggapan dari kalangan pelaku usaha wedding organizer. Salah satunya datang dari Reza, mantan personel boyband SMASH yang kini menekuni bisnis WO.
Reza mengaku prihatin dan menyayangkan peristiwa yang terjadi, mengingat kepercayaan klien merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis jasa pernikahan.
Reza, yang memiliki nama lengkap Muhammad Reza Anugrah, telah menggeluti bisnis wedding organizer selama kurang lebih tiga tahun.
Ia memulai usahanya sejak masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Awalnya, Reza menjalani profesi ini sebagai freelancer untuk mengisi waktu di tengah sepinya job musik.
Namun, seiring berjalannya waktu, bisnis tersebut justru menjadi sumber penghasilan utama yang ia sebut sebagai “penyelamat hidup”.
Meski telah beralih profesi, Reza masih sesekali tampil bersama SMASH. Kini, ia lebih menikmati perannya di balik layar sebagai pengatur acara pernikahan, bekerja sama dengan timnya untuk menghadirkan momen sakral yang berkesan bagi klien.
Baginya, profesionalisme bukan hanya soal hasil akhir acara, tetapi juga soal transparansi dan manajemen keuangan yang bertanggung jawab.
Melalui unggahan di YouTube Cumicumi pada 9 Desember 2025, Reza menyampaikan pendapatnya terkait kasus ayu puspita.

Reza SMASH. (Sumber: YouTube Cumicumi)
“Sangat disayangkan kalau misalkan bisa sampai seperti ini gitu. Bisa terjadi kayak gini karena kesalahpahaman atau enggak ada kabar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan konflik antara klien dan vendor, “Kalau kalau pandangan aku ya, coba selesaikan dengan baik-baik, coba musyawarah dengan baik-baik, cari solusi tengah-tengahnya seperti apa, kenapa bisa kayak gini gitu kan.”
Reza menilai bahwa sebuah acara pernikahan memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi klien dibanding sekadar event biasa bagi vendor, “Mungkin tiap-tiap vendor itu anggap ini adalah event tiap minggu, event weekend atau enggak ya mungkin ada weekdays juga gitu ya. Cuman bagi klien ini event satu kali seumur hidup gitu. Enggak bolehlah kita menyia-nyiakan apa yang diberikan sama klien kepada kita.”
Ia pun memastikan bahwa standar profesionalisme selalu menjadi prioritas dalam bisnis yang dijalaninya, “Aku sih ya jangan sampailah terjadi di WO aku gitu ya. Ya insyaallah semuanya berjalan dengan lancar. Beberapa klien aku selama aku hampir 3 tahun ngediriin Reza Wedding Planner enggak pernah ada masalah.”
Lebih lanjut, Reza mengungkap sistem pembayaran yang ia terapkan agar seluruh vendor tetap mendapatkan haknya tepat waktu, “Bukan mungkin ya. memang yang aku terapin itu pembayaran awal itu 30-50%. Ya, pelunasan itu aku selalu H-14 sebelum acara dimulai. Jadi otomatis H-14 itu aku udah bayar semua vendor. Jadi enggak ada semua vendor yang enggak kebagian porsinya masing-masing.”
Ia menegaskan bahwa keterlambatan pembayaran menjadi tanda bahaya dalam sebuah bisnis WO, “Kalau misalkan ada lebih dari itu atau enggak ada yang gimana-gimana telat pembayaran itu berarti ada yang harus dipertanyakan dari situ.”
Dalam perkembangan terbaru, kasus dugaan penipuan yang melibatkan ayu puspita telah resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara. Polisi telah menerima puluhan laporan dari para korban dan menetapkan sejumlah tersangka.
Hingga saat ini, penyidik mengungkap bahwa kasus ini telah berlangsung sejak 2024 dan terus berlanjut hingga 2025. Dua tersangka utama sudah diamankan, sementara beberapa pihak lain masih dalam proses pemeriksaan.
Polisi menyebut modus yang dilakukan adalah menerima uang untuk pelaksanaan acara, namun pada hari pelaksanaan acara tidak berjalan sesuai kesepakatan. Beberapa korban mengaku vendor tidak hadir dan konsumsi tidak tersedia, sehingga acara tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kasus ayu puspita kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Publik berharap perkara ini bisa diusut tuntas, sekaligus menjadi pelajaran bagi pelaku usaha wedding organizer agar selalu menjunjung tinggi profesionalisme serta kepercayaan klien.
(anf)
Load more