News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Tahu Mantan Suami Kerap KDRT, Ini Alasan Ibu Nizam Relakan Anaknya Tinggal dengan Ayahnya

Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei, ungkap alasan mengapa ia merelakan anaknya tinggal bersama ayah kandung yang sering melakukan KDRT.
Jumat, 27 Februari 2026 - 23:10 WIB
Ibu Kandung Nizam, Ayah Nizam
Sumber :
  • YouTube/TransTVOfficial/DennySumargo

tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti Lisnawati, ibu kandung dari bocah 12 tahun asal Sukabumi, Nizam Syafei, yang meninggal dunia secara tragis.

Nizam diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, TR, yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di balik tragedi memilukan ini, muncul cerita yang lebih dalam tentang perjalanan hidup Lisnawati yang penuh luka dan perjuangan.

Dalam wawancaranya bersama Denny Sumargo di kanal YouTube miliknya, Lisnawati mengungkap pengalaman masa lalunya dengan sang mantan suami, Anwar Satibi, ayah kandung Nizam.

Ia menceritakan bagaimana dirinya mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama masa pernikahan.

Ironisnya, meski tahu betul sifat kasar mantan suaminya, Lisna justru merelakan Nizam tinggal bersama sang ayah setelah mereka resmi berpisah.

“Sering dipukul, ditempeleng, bahkan digusur juga sering. Digusur teh ditarik ke WC, rambutnya ditarik sambil pakai golok mau dipotong,” kata Lisna.

Kekerasan itu bahkan terjadi saat Lisna sedang mengandung Nizam.

Ibu Kandung Nizam, Lisnawati
Ibu Kandung Nizam, Lisnawati
Sumber :
  • YouTube/Trans7Official

Ia mengaku, Anwar kerap mengancam keselamatan dirinya dan anak dalam kandungan.

“Ya udah kalau kamu meninggal, meninggal aja sama anak dalam kandungan kamu,” ucap Lisna menirukan ucapan mantan suaminya.

KDRT yang dialaminya bukan hanya berupa ancaman dan pukulan.

Ia mengaku pernah disiram air panas, hingga meninggalkan bekas luka di tubuhnya.

Kekerasan yang terus terjadi membuat Lisna hidup dalam ketakutan setiap hari.

Ia bahkan mengaku trauma hanya karena mendengar suara motor mantan suaminya pulang ke rumah.

“Kalau dengar suara motornya pulang aja saya takut. Saudara-saudaranya juga lihat saya gitu sampai nyuruh saya pulang, diamankan,” katanya.

Namun saat ditanya mengapa ia tidak segera keluar dari hubungan berbahaya tersebut, Lisna menjelaskan bahwa saat itu kondisinya serba terbatas.

Ia tidak memiliki ponsel, tak punya bukti kekerasan, dan bergantung pada dukungan keluarga.

Akhirnya, berkat bantuan saudara-saudara dari pihak mantan suaminya, Lisna berhasil kabur dari rumah dan mengamankan diri.

“Yang ngamanin saya kabur itu saudara-saudaranya. Mereka juga enggak kuat lihat saya kayak gitu,” tutur Lisna.

Setelah berhasil melarikan diri, Lisna memutuskan untuk mengajukan cerai.

Namun, proses perceraian itu tidak mudah. Saat mengajukan perceraian, Anwar mengajukan satu syarat: anak mereka, Nizam, harus tinggal bersamanya.

“Saya mau minta cerai sama dia. Katanya boleh cerai tapi anak pengin sama dia,” ujar Lisna.

Pilihan sulit itu membuat Lisna dan keluarganya berada dalam dilema.

Ia hanya ingin terbebas dari kekerasan yang selama ini dialaminya, namun di sisi lain harus merelakan anaknya diasuh oleh sosok yang dulu menyiksanya.

“Yang penting bisa cerai, kata ibu saya juga gitu,” ucap Lisna lirih.

Keputusan itu menjadi titik balik hidup Lisnawati. Ia memutus hubungan rumah tangga yang penuh kekerasan, tetapi harus menanggung kerinduan dan rasa bersalah karena meninggalkan anaknya.

Ia mengira, setidaknya dengan tinggal bersama ayah kandungnya, Nizam bisa tumbuh dengan aman dan memiliki kehidupan yang lebih stabil. Namun takdir berkata lain.

Beberapa tahun kemudian, Lisna menerima kabar duka yang menghancurkan hatinya.

Nizam meninggal dunia dengan luka-luka di tubuhnya, diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.

Kini, Lisna menuntut keadilan, bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga untuk dirinya yang dulu dipaksa diam menghadapi kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara yang sama, Lisna juga mengaku curiga bahwa mantan suaminya turut memiliki peran dalam kematian Nizam, entah sebagai pelaku langsung atau karena membiarkan kekerasan itu terjadi.

“Feeling saya, bapaknya juga ada keterlibatan,” kata Lisna dengan nada tegas. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Bicara Kunci Utama Kemajuan Industri di Jabar, Singgung Peran Ortu yang Buat Mentalitas Anak Kalah Bertarung

KDM Bicara Kunci Utama Kemajuan Industri di Jabar, Singgung Peran Ortu yang Buat Mentalitas Anak Kalah Bertarung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) berbicara kunci industri yang maju di Jabar saling erat dengan keberhasilan pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Media Italia Heran, Tak Ada Pemain Cremonese yang Bantu Emil Audero saat Gawangnya Digempur Napoli

Media Italia Heran, Tak Ada Pemain Cremonese yang Bantu Emil Audero saat Gawangnya Digempur Napoli

Il Giorno, media asal Italia menyoroti bagaimana kerja keras Emil Audero menahan gempuran Napoli justru kurang mendapat dukungan yang baik dari pemain Cremonese
Soroti Sistem Partai, KPK Nilai Kaderisasi Rawan Penyimpangan: Belum Ada Lembaga Pengawas

Soroti Sistem Partai, KPK Nilai Kaderisasi Rawan Penyimpangan: Belum Ada Lembaga Pengawas

KPK mengusulkan perlu dibentuknya lembaga khusus untuk mengawasi proses kaderisasi di partai politik. Sebab, potensi korupsi dinilai juga rawan terjadi sejak proses pengkaderan.
Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Mencuat kabar terkait detik-detik polisi bekuk satu orang pelaku pencabulan belasan pelajar di Indramayu. Namun satu orang lagi jadi buron. Kapolres Indramayu
Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Tim Gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tg. Balai Karimun bersama Tim 3 BAIS TNI berhasil mengamankan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural
19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

Polresta Manokwari, Papua Barat mengidentifikasi 19 siswa SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara, diduga melakukan kekerasan terhadap adik kelasnya.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Bung Ropan Spill Timnas Indonesia akan Kedatangan 3 Pemain Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Bung Ropan Spill Timnas Indonesia akan Kedatangan 3 Pemain Naturalisasi Baru Jelang Piala AFF 2026

Jika proses naturalisasinya berjalan lancar dan selesai tepat waktu, Bung Ropan menyebut jika Timnas Indonesia akan ketambahan pemain baru jelang Piala AFF 2026
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT