News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Begini Fakta Kehidupan Nizam Syafei di Ponpes dan Kehadiran Ibu Tirinya

​​​​​​​Terungkap fakta kehidupan Nizam Syafei di Ponpes Darul Ma’arif. Pimpinan pesantren mengungkap siapa saja yang menjenguk serta soal kehadiran ibu tirinya.
Kamis, 5 Maret 2026 - 22:47 WIB
Nizam Syafei dan Pimpinan Pondok Pesantren
Sumber :
  • Fakta tvOne

tvOnenews.com - Terungkap, begini fakta kehidupan Nizam Syafei selama menempuh pendidikan di pondok pesantren serta bagaimana kehadiran ibu tirinya disebut oleh pihak pengelola ponpes tempat ia belajar.

Nizam diketahui tidak setiap hari berada di rumah. Ia merupakan seorang santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif yang berlokasi di Kampung Cileungsir/Sodong, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Aktivitas Nizam di lingkungan pesantren pun kini menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai pernyataan dari pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, ibu tiri Nizam sempat menyebut bahwa kondisi kesehatan Nizam sudah menurun sejak pulang dari pondok pesantren. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan Nizam selama berada di lingkungan pesantren.

Untuk menelusuri hal tersebut, tim Fakta tvOne mendatangi langsung Pondok Pesantren Darul Ma’arif guna meminta keterangan dari pihak pesantren mengenai aktivitas dan kehidupan sehari-hari Nizam selama menjadi santri di sana.

Dalam wawancara tersebut, jurnalis Fakta tvOne, Christanti Yosefa, menanyakan sejak kapan Nizam mulai belajar di pesantren tersebut.

“Kami dari tim Fakta tvOne. Mendengar begitu ya tentang cerita tentang Nizam sehari-hari di sini menjadi mulai sejak kapan Pak Ustaz?” tanya Christanti Yosefa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Abdurohman, menjelaskan bahwa Nizam mulai masuk ke pesantren pada pertengahan tahun 2025.

“Waktu tanggal 9 Juli 2025 beliau masuk ke sini,” ujar Abdurohman.

Lebih lanjut, Christanti Yosefa kembali memastikan apakah Nizam benar-benar pernah tinggal dan belajar di pesantren tersebut.

“Di sini juga kah? Di sini pernah Nizam?” tanya Christanti Yosefa.

Abdurohman pun membenarkan bahwa Nizam memang pernah tinggal di pesantren tersebut, meskipun sempat berpindah kamar selama berada di lingkungan ponpes.

“Di sini pernah Nizam di sini. Terus ya maklum anak kan ada yang ngajak ke situ, dia pindah juga ke situ dan terakhir-terakhir dia tinggal di kamar yang di sebelah situ ya,” jelasnya.

Percakapan kemudian berlanjut mengenai bagaimana awal mula Nizam bisa terdaftar sebagai santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.

Christanti Yosefa kembali bertanya, “Bisa diceritakan awalnya Nizam mendaftar ke sini itu seperti apa?”

Abdurohman menjelaskan bahwa awalnya ia menerima telepon dari seseorang bernama Haji Isep yang meminta agar Nizam bisa dititipkan untuk belajar di pesantren tersebut.

“Waktu itu ada yang nelepon kepada saya itu Bapak Haji Isep. Bapak Haji Isep kata beliau, ‘Pak Ustaz, saya titip anak saya.’ Kata beliau ‘siapa, Pak? Nizam katanya gitu atau Raja. Kalau di sini Raja waktu itu. Anak yang mana, Pak?’ kata saya gitu karena dia anaknya banyak. Kata dia, ‘Sebetulnya bukan anak saya, ini anak Awang katanya atau Bapak Anwar Satibi kan di sini inisialnya Awang gitu ya,’” ungkap Abdurohman.

Ia juga menambahkan bahwa setelah beberapa waktu, ayah Nizam, yakni Anwar Satibi, datang langsung ke pesantren untuk memastikan keberadaan anaknya di sana.

“Tapi anggap saja anak saya kata dia. Udah itu selang berapa bulan Pak Anwar datang bahwa anaknya itu almarhum,” lanjutnya.

Abdurohman kemudian menegaskan bahwa yang mengantarkan Nizam pertama kali ke pesantren adalah ayah kandungnya.

“Yang mengantarkan itu ayahnya Pak Anwar Satibi,” ujarnya.

Selain itu, Abdurohman juga mengungkapkan siapa saja yang selama ini diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama ia menempuh pendidikan di pesantren tersebut.

“Selama dia di sini yang saya tahu yang ngejenguk cuman tiga orang. Yang pertama itu ayahnya atau Anwar Satibi. Yang kedua Pak Haji Isep. Yang ketiga itu pernah nitipkan kepada saya saudaranya Mbah Sair namanya gitu. Tapi yang lebih sering itu Pak Anwar dan Pak Haji Isep,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Abdurohman juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan ibu tiri Nizam selama korban menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Ma’arif.

“Ibu tirinya saya enggak pernah, enggak kenal gitu. Ibu tirinya juga belum pernah menitipkan apalagi ngejenguk di sini, belum pernah,” ungkap Abdurohman.

Keterangan dari pihak pesantren ini pun menjadi salah satu gambaran mengenai kehidupan Nizam Syafei selama berada di lingkungan ponpes. Pernyataan tersebut juga menambah informasi baru terkait siapa saja yang diketahui pernah datang menjenguk Nizam selama menjalani pendidikan di pesantren.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, berbagai fakta terkait kehidupan Nizam masih terus menjadi perhatian publik, terutama setelah sejumlah pihak memberikan keterangan dari sudut pandang masing-masing.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Detik-detik Menegangkan Polisi Bekuk Satu Pelaku Pencabulan Belasan Pelajar di Indramayu, Satu Orang Buron

Mencuat kabar terkait detik-detik polisi bekuk satu orang pelaku pencabulan belasan pelajar di Indramayu. Namun satu orang lagi jadi buron. Kapolres Indramayu
Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Lima Orang PMI Ilegal Bersama Nahkoda Kapal Diamankan TNI AL dan Tim BAIS di Karimun

Tim Gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tg. Balai Karimun bersama Tim 3 BAIS TNI berhasil mengamankan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural
19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

19 Siswa SMA Taruna Kasuari Terindentifikasi Lakukan Kekerasan pada Juniornya

Polresta Manokwari, Papua Barat mengidentifikasi 19 siswa SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara, diduga melakukan kekerasan terhadap adik kelasnya.
Ironis, 19 Siswa dan 3 Siswi SMP Dicabuli Dua Guru Ekstrakurikuler di Indramayu

Ironis, 19 Siswa dan 3 Siswi SMP Dicabuli Dua Guru Ekstrakurikuler di Indramayu

Ironis, 19 siswa dan 3 siswi SMP dicabuli dua guru ekstrakurikuler di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kasus ini pun menyedot perhatian publik. Pasalnya kasus
Alarm Bahaya! Menteri LH Ungkap Luas Karhutla Melonjak Berkali Lipat hingga  52 Ribu Hektare

Alarm Bahaya! Menteri LH Ungkap Luas Karhutla Melonjak Berkali Lipat hingga  52 Ribu Hektare

Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq meminta seluruh unsur terkait, hingga ke tingkat lapangan, segera diaktifkan untuk memperkuat penanganan karhutla yang kian meluas.
Bukti Dugaan Pemotongan Video Ceramah JK di UGM sedang Dianalisa Polda Metro

Bukti Dugaan Pemotongan Video Ceramah JK di UGM sedang Dianalisa Polda Metro

Polda Metro Jaya masih mendalami laporan dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang disebut telah memicu kegaduhan. 

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT