News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Senang Bukan Main Genteng Plered Banjir Orderan, tapi Kaget Gaji Buruh Cuma Rp30 Ribu: Upahnya Naikin

Industri genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta, tiba-tiba jadi sorotan usai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi langsung ke lokasi produksi.
Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kunjungi lokasi produksi genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta.
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

tvOnenews.com - Industri genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta, tiba-tiba menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi langsung ke lokasi produksi pada 15 April 2026 kemarin.

Kunjungan tersebut bukan tanpa alasan. Tingginya permintaan genteng dari wilayah ini menarik perhatian pemerintah, terutama karena perannya dalam mendukung program pembangunan dan renovasi rumah di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam peninjauan itu, Dedi Mulyadi didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Pesan Penting untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan kalau Lahan Sawah Jangan Dibangun Rumah
Pesan Penting untuk Warga Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan kalau Lahan Sawah Jangan Dibangun Rumah
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

Keduanya berdialog langsung dengan para pelaku usaha dan pekerja guna melihat kondisi riil di lapangan.

Dari hasil pemantauan, satu pabrik genteng diketahui mampu memproduksi hingga 15.000 unit per hari, dengan permintaan yang bahkan mencapai puluhan ribu unit setiap harinya.

Angka tersebut menunjukkan betapa strategisnya industri ini dalam menopang sektor perumahan.

Namun, di balik tingginya produktivitas, Dedi Mulyadi justru menemukan persoalan serius terkait kesejahteraan pekerja.

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa sebagian buruh hanya menerima upah sekitar Rp30 ribu per hari. Menurutnya, angka tersebut masih jauh dari kata layak.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Tak hanya itu, ia bahkan memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha.

Dedi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menghentikan kontrak pengiriman jika perusahaan tidak memenuhi standar upah minimum bagi pekerja.

"Nanti kita akan menghentikan kontrak pengiriman barang apabila pegawainya di bawah upah," tegas Dedi Mulyadi.

Melihat kondisi tersebut, ia mendorong adanya kenaikan upah secara bertahap hingga mencapai minimal Rp50 ribu per hari.

"Nah, upahnya naikin dong! Coba hitung komponennya, kalau misalnya bisa Rp50.000 aja sehari," serunya.

"Sekarang diskusi aja, kalau upahnya naik jadi Rp50.000, jadi tambah Rp20.000 tuh lumayan, plus jaminan kesehatan dari pemerintah provinsi, tidak apa-apa naik lagi (harga) per gentingnya, nah itu naiknya jadi berapa," lanjut KDM.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Pemprov Jabar

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan buruh merupakan kunci dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah, termasuk di Purwakarta dan sekitarnya.

Dedi juga menyinggung pengalaman masa lalunya saat menjabat sebagai kepala daerah, di mana banyak buruh tidak memiliki perlindungan saat mengalami kecelakaan kerja.

"UMK Purwakarta kan sudah berapa, lima juta dua ratus UMK nya. Nah, biasanya pengalaman saya jadijadi bupati dulu problem karyawan genteng itu satu ketika kecelakaan kerja tidak ada yang dibiayai, ketika masuk rumah sakit waktu itu harus saya yang bayar. Nah, kedua tidak ada jaminan kesehatan kan kecelakaan kerja," jelas KDM.

Sebagai solusi, ia menawarkan skema bantuan dari pemerintah provinsi berupa jaminan asuransi ketenagakerjaan gratis bagi para pekerja pabrik genteng.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube

"Gini deh, Pemprov Jabar kan punya asuransi Ketenagakerjaan, oke karyawan pabrik genteng saya masukkan asuransi ketenagakerjaan. Artinya, asuransinya free oleh Pemprov," sambung KDM.

Selain persoalan upah, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara harga jual produk dan kesejahteraan pekerja. Ia menyarankan agar kenaikan upah dapat diimbangi dengan penyesuaian harga genteng secara wajar.

Menurutnya, langkah ini tetap bisa dilakukan tanpa merugikan konsumen, selama perhitungan dilakukan secara matang.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong percepatan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk genteng.

Targetnya, proses tersebut bisa selesai dalam waktu dua minggu agar distribusi produk semakin luas dan kompetitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menilai industri genteng lokal memiliki peran vital dalam mendukung program perumahan nasional.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, ketepatan distribusi, serta harga yang terjangkau agar program pembangunan rumah layak huni dapat berjalan optimal. (asl)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Kembali Diperiksa KPK, Sudewo Ngaku Kangen Pati

Usai Kembali Diperiksa KPK, Sudewo Ngaku Kangen Pati

Bupati Pati nonaktif Sudewo rampung diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis, (16/4/2026). Ia diperiksa sebagai tersangka terkait kasus pengisian jabatan perangkat desa
Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Surat Untuk Peras OPD

Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Surat Untuk Peras OPD

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terhadap rumah dinas dan rumah pribadi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (GSW).
SEVP Agrinas Perkuat Sinergi dengan KSO Koptan Kampar Jaya Bersama

SEVP Agrinas Perkuat Sinergi dengan KSO Koptan Kampar Jaya Bersama

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan KSO, sekaligus memastikan tata kelola kemitraan berjalan sesuai prinsip good corporate governance.
Kejati: Mantan Kepala BPN Terima Uang Gratifikasi Capai Miliaran

Kejati: Mantan Kepala BPN Terima Uang Gratifikasi Capai Miliaran

Pejabat Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat mengungkap bahwa Subhan, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumbawa menerima uang gratifikasi dengan nominal mencapai miliaran rupiah.
Final Four Proliga 2026: Babak Belur Dihajar LavAni Tiga Set Langsung, Sigit Ari Widodo Akui Materi Pemain Samator...

Final Four Proliga 2026: Babak Belur Dihajar LavAni Tiga Set Langsung, Sigit Ari Widodo Akui Materi Pemain Samator...

Surabaya Samator dipastikan gagal melaju ke babak grand final musim ini setelah mereka menelan kekalahan kelimanya di final four Proliga 2026.
Harga Minyakita Naik, Mendag Tegaskan Tidak Ada Kelangkaan Stok

Harga Minyakita Naik, Mendag Tegaskan Tidak Ada Kelangkaan Stok

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa saat ini memang ada kenaikan harga Minyakita buntut dari harga plastik yang naik.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT