Setelah Kehilangan Benny Laos, Sherly Tjoanda Sempat Tak Ingin Menggantikan Suami Menjadi Gubernur Maluku Utara
- Kolase tvOnenews.com/Instagram @s_tjo
Meski seluruh keluarga besar menentangnya, bahkan mereka menangis saat mendengar ingin maju meneruskan perjuangan Benny Laos sebagai Gubernur Malut.
Sebab, keluarganya takut kehilangan setelah meninggalnya Benny Laos.
“Saya juga ada rasa takut waktu itu, tetapi saya merasa saya butuh ini untuk good closer,” tegas Sherly.
Menurutnya, langkahnya untuk masuk ke dunia politik merupakan sebuah kecelakaan. Sehingga ia merasa bertanggung jawab atas mimpi dan harapan besar yang ingin diwujudkan oleh mendiang suaminya.
“Bagi saya, saya masuk di dunia politik ini bukan karena saya mau masuk dunia politik. Tetapi ini sebuah kecelakaan 12 Oktober, kemudian ada suatu perjuangan yang harus dilanjutkan karena saya, anak-anak, relawan, para partai politik yang waktu itu sedang berjuang tinggal 42 hari lagi. Kita menolak untuk kalah,” jelas Gubernur Malut itu.
“Kita menolak bahwa mimpi besar seorang Benny Laos yang kita kenal semua selesai begitu saja,” pungkasnya.
Kemudian, Sherly tergugah saat mendengar anaknya yang ingin ibunya melanjutkan cita-cita dan harapan ayahnya yang telah diperjuangkan.
Saat menang mendapatkan kursi Gubernur Maluku Utara, Sherly merasa bertanggung jawab untuk meneruskan janji politik Benny Laos kepada masyarakat.
(kmr)
Load more