Dedi Mulyadi Merasa Tak Dihargai saat Pemuda Asal Samosir Menghindarinya, KDM: Saya Bukan Penjahat
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
“Saya pernah berbuat jahat sama abang?” tanya Dedi Mulyadi.
Diketahui, pemuda tersebut baru tiga hari berada di Jawa Barat dan tinggal di kontrakan bersama kakaknya. Ia datang dari Samosir untuk mencari pekerjaan.
“Makanya kalau mau mencari kerja harus kenal sama saya,” ujar Dedi Mulyadi.
Melihat sikap pemuda itu yang terus menghindar, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan nasihat tegas.
“Saya kasih tahu sama Abang, hidup harus saling menghargai. Iya, enggak boleh begitu. Saya udah baik-baik nyapa sama abang. Bahasa saya lemah lembut, abangnya kayak menganggap saya orang jahat. Enggak boleh. Apalagi abang tinggalnya tetanggaan sama saya gitu loh,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga mengingatkan pentingnya beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Bang, saya kasih tahu. Apalagi abang baru ke sini harus ramah sama kita. Perasaan kita ramah deh sama abang, kenapa abangnya mukanya galak?” ujarnya.
Pemuda tersebut menjawab singkat bahwa sikapnya adalah “bawaan dari sana”.
“Makanya bawaan sana diajarin agar mengikuti kebudayaan yang di sini. Sini, sini. Walaupun bawaan dari sana, kalau di sini harus saling menghargai. Saya kan menghargai abang. Abang kayak enggak mau dari tadi menghindar. Harusnya abang ‘iya, Pak’, gitu loh,” lanjut Dedi Mulyadi.
Ia menutup dengan pesan yang menekankan pentingnya saling menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Harus saling menitipkan diri. Kita baik loh sama abang. Kenapa abangnya mukanya? Walaupun memang karakternya begitu, tapi kan bisa dong. Saya juga gaul sama orang Batak banyak tiap hari malah. Ya abangnya enggak boleh gitu,” tutup Dedi Mulyadi.
Momen ini pun menjadi sorotan karena memperlihatkan interaksi langsung di lapangan sekaligus pesan sosial tentang pentingnya sikap terbuka dan saling menghargai, terutama bagi pendatang di lingkungan baru.
(anf)
Load more