Kesaksian Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Anak Sering Sakit hingga Mengidap Pneumonia
- Tim TvOne - Sri Cahyani Putri
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan dan kelalaian di daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo terus berkembang dan memicu keprihatinan publik.
Setelah berbagai kesaksian bermunculan, kini orang tua korban mengungkap kondisi kesehatan anak yang diduga terdampak serius, mulai dari sering sakit hingga mengalami Pneumonia.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah seorang karyawan daycare memutuskan mengundurkan diri karena tidak tahan melihat dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.
Namun, proses pengunduran diri tersebut tidak berjalan mudah karena ijazahnya disebut ditahan oleh pihak daycare.
Hal itu mendorongnya melapor ke pihak kepolisian, yang kemudian membuka tabir dugaan kasus yang lebih luas.
Salah satu orang tua korban, Noorman, mengungkapkan bahwa dirinya awalnya tidak menaruh curiga terhadap tempat penitipan tersebut. Ia mengaku memilih daycare tersebut setelah melihat ulasan yang dinilai baik.
“Prosesnya memang kami lihat review dan lain-lain, daycare Aresha itu bagus. Tapi setelah ada kejadian ini, kita baru sadar mungkin selama ini anak kita diperlakukan tidak baik,” ujarnya.
Menurut Noorman, indikasi awal sebenarnya sudah terlihat sejak lama, namun tidak disadari sebagai sesuatu yang serius.
- Tim TvOne - Sri Cahyani Putri
Ia menceritakan bahwa anaknya sempat mengalami gangguan seperti sering mengompol dan buang air besar di celana, meskipun usianya sudah cukup untuk belajar mandiri.
“Dulu anak saya masih sering ngompol dan BAB di celana, tapi kami tidak curiga apakah ini karena sakit atau hal lain,” ungkapnya.
Setelah mencari informasi dari berbagai sumber, Noorman mulai menyadari bahwa kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan dampak psikologis.
Hal ini membuatnya mempertanyakan kembali pengalaman anaknya selama berada di daycare.
Tidak hanya dari sisi psikologis, kondisi kesehatan fisik anak juga menjadi perhatian serius.
Noorman menyebut bahwa sejak usia 3 bulan hingga 2,5 tahun, anaknya dititipkan di daycare Little Aresha dan selama itu pula sering mengalami gangguan kesehatan.
“Kendala yang kami alami, anak itu sering sakit, batuk pilek, dan sempat pneumonia beberapa kali. Tapi kami juga tidak curiga apakah di sana ada perlakuan tertentu,” katanya.
Penyakit Pneumonia pada anak usia dini tentu bukan hal yang bisa dianggap sepele.
Infeksi pada paru-paru ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan yang tidak higienis, kurangnya pengawasan, hingga kondisi fisik anak yang tidak terjaga dengan baik.
Kesaksian ini semakin memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam pengelolaan daycare tersebut.
Terlebih, laporan menyebutkan bahwa sebanyak 53 anak diduga menjadi korban penganiayaan dan kelalaian oleh pengurus serta pengasuh di tempat tersebut.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memicu kekhawatiran luas di kalangan orang tua.
Banyak yang mulai mempertanyakan standar keamanan, kebersihan, dan kualitas pengasuhan di tempat penitipan anak, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa memilih daycare tidak bisa hanya berdasarkan ulasan atau tampilan luar semata.
Orang tua perlu memastikan bahwa tempat tersebut memiliki izin resmi, sistem pengawasan yang jelas, serta tenaga pengasuh yang profesional dan terlatih.
Seiring dengan berkembangnya kasus ini, publik berharap adanya penanganan serius dari pihak berwenang agar seluruh fakta dapat terungkap dan anak-anak mendapatkan perlindungan yang semestinya. (adk)
Load more