Gelagat Kiai Ashari Sudah Dicurigai Sejak Awal Pendirian Ponpes Ndholo Kusumo: Santriwati Selalu Diajak Pergi Malam
- X @neVerAl0nely___
“Kejanggalan-kejanggalan di situ, dia tuh selalu kenapa ya yang disuruh mijit ketika sudah banyak santri itu ya kok gak pernah dia nyuruh anak laki-laki untuk mijit,“ ungkapnya.
Tak jarang, Kiai Ashari kerap gonta-ganti santriwati untuk memijatnya dengan alasan jika korban lain tangannya gatal atau pijatnya kurang enak.
“Setiap kali kan sering jagong (berkunjung) ya sama saya terus kalo saya begadang malam ya ikut jagong di situ,“ katanya.
“Ketika dianya gak cocok sama yang satu, itu alasannya 'wah tangannya gatal', dalam arti kurang enak mijitnya,“ cerita Pak Di.
Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Sebelum menceritakan kecurigaannya, Pak Di merincikan bagaimana situasi lingkungan sekitar sebelum akhirnya Ashari bin Karsana membentuk Ponpes Ndholo Kusumo di Tlogowungu, Pati.
“Saya mulai disitu dari 2015 atau 2016 ya. Di situ, mula-mula jadi temen, ngaji lah disitu, banyak orang-orang tua yang ngaji disitu saya nimbrung,“ beber Pak Di.
Kata Pak Di, tempat yang sekarang menjadi Ponpes Ndholo Kusumo merupakan tempat untuk jemaah thoriqoh dari Jawa Timur berkumpul membentuk pengajian.
Pria paruh baya tersebut bahkan sampai dengan sukarela membantu Kiai Ashari untuk berkeliling mencari santri sebelum jumlahnya sebanyak sekarang.
“Sebelumnya belum bikin pondok itu, belum ada. Disitu dikumpulin orang tuh untuk jemaah thoriqoh di Jawa Timur,” tuturnya.
“Disitu mulai bikin pondok, terus saya bantulah, bantu cari santri, untuk bantu bangun pondok, bangun sekolahan jadi saya mulai disitu pembangunan gedung MI,“ tutup Pak Di.
(han)
Load more