Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL - YouTube/MPRGOID - Instagram/s_tjo
tvOnenews.com - Kabar tentang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Maluku Sherly Tjoanda, hingga polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI menjadi topik terpopuler di tvOnenews.com kemarin, 18 Mei 2026.
Berikut ringkasan tiga artikel terpopuler tersebut:
Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Minta Maaf setelah Kirab Mahkota Binokasih di Bandung
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf kepada warga Jawa Barat usai puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).
Acara budaya yang menghadirkan Kirab Mahkota Binokasih itu berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga sejak rute awal di Kiara Artha Park hingga berakhir di Gedung Sate.
KDM bahkan turut menjadi sorotan saat menunggangi kuda putih mengawal Mahkota Binokasih sepanjang perjalanan kirab.
Melalui media sosial pribadinya, Dedi Mulyadi mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat yang memadati seluruh jalur kirab budaya tersebut.
Namun di tengah kemeriahan acara, KDM menyadari kegiatan tersebut sempat mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
“Saya mohon maaf pasti ada yang terganggu lalu lintasnya, terganggu aktivitasnya,” kata KDM.
Meski demikian, ia menilai kirab budaya tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung karena hotel dan restoran dipenuhi pengunjung selama acara berlangsung.
Baca artikel selengkapnya: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik LCC MPR RI
- YouTube/MPRGOID
SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara terkait polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat yang ramai menjadi sorotan publik.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram sekolah pada Jumat (15/5/2026), pihak sekolah menegaskan bahwa peserta dari SMAN 1 Sambas telah mengikuti perlombaan sesuai aturan dan tata tertib yang ditetapkan panitia.
Sebagai juara pertama dalam final LCC tingkat Kalbar, SMAN 1 Sambas menyatakan tetap menghormati hasil keputusan lomba yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pihak sekolah juga menolak pelaksanaan final ulang yang sempat diwacanakan usai muncul kontroversi penilaian dewan juri.
Dalam pernyataannya, sekolah menyebut sikap tersebut diambil demi menjaga marwah pendidikan serta kesehatan mental siswa yang terdampak polemik.
SMAN 1 Sambas juga membantah berbagai tuduhan yang beredar, mulai dari dugaan kecurangan, penyuapan, hingga nepotisme.
Menurut pihak sekolah, opini liar yang berkembang telah memicu tekanan psikologis terhadap siswa, guru, dan lingkungan sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mengapresiasi langkah MPR RI dalam menangani polemik LCC tersebut, sambil berharap suasana kembali kondusif dan tidak semakin memperkeruh dunia pendidikan.
Baca berita selengkapnya: Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC
Keputusan Tegas Sherly Tjoanda untuk Warga yang Terlilit Pinjol
- YouTube
Sherly Tjoanda memberikan pernyataan tegas terkait warga yang terlilit utang pinjaman online atau pinjol saat menghadiri acara penyerahan bantuan mesin kapal untuk nelayan di Dufa-Dufa, Ternate.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah nelayan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari administrasi kependudukan hingga utang piutang.
Sherly Tjoanda langsung memberikan solusi untuk masalah KTP nelayan yang masih terdaftar di luar daerah dengan meminta mereka segera mengurus perpindahan domisili agar bisa menerima bantuan pemerintah.
Ia juga merespons banyaknya pernikahan siri di kalangan nelayan dengan rencana menggelar pernikahan massal yang biayanya akan ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Namun saat warga menyinggung persoalan utang di bank, leasing, hingga pinjol, Sherly Tjoanda langsung memberikan jawaban tegas.
“Bentar, yang kedua itu tidak bisa saya bantu,” ujar Sherly.
Menurutnya, persoalan utang menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam menggunakan pinjaman online.
Sherly juga mengingatkan warga untuk tidak sembarangan meminjamkan KTP kepada orang lain karena bisa disalahgunakan untuk pinjol.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik dengan memenuhi kewajiban membayar utang tepat waktu.
Ia pun kembali menegaskan bahwa pemerintah belum bisa membantu warga yang terlilit banyak utang, sambil mengingatkan masyarakat agar menjaga rekam jejak keuangan mereka tetap baik.
Baca berita selengkapnya: Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol
(gwn/hap/far)
Load more