Jawaban Berkelas Sherly Tjoanda soal Warga Malut Terjerat Pinjol: Integritas Lebih Mahal dari Segalanya
- Tangkapan layar Youtube Gubsherly
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat pesisir dengan turun langsung ke Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate.
Dalam kunjungannya, ia tak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengar langsung aspirasi dan keluhan para nelayan, termasuk persoalan warga yang terjerat pinjaman online (pinjol).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan mesin tempel merek Yamaha dan Suzuki berkapasitas 15 PK dan 20 PK guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi kerja nelayan.
- YouTube
Program tersebut juga terintegrasi dengan skema permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia, yang diharapkan dapat membantu nelayan dalam membangun maupun memperbaiki kapal mereka.
Namun, dalam dialog bersama warga, muncul kendala serius terkait akses KUR. Seorang nelayan mengaku kesulitan karena tidak memiliki akta nikah resmi, meski status pernikahannya sudah tercatat di KTP dan Kartu Keluarga.
"Di KTP-nya tertulis menikah di KK-nya juga menikah, tapi tidak ada kutipan akta nikahnya karena kawinnya itu rata-rata nelayan ini kawin siri," ucap salah satu nelayan kepada Sherly Tjoanda dilansir dari kanal Youtube Gubsherly.
Menanggapi hal tersebut, Sherly langsung mengambil langkah cepat dengan menyiapkan solusi berupa program nikah massal gratis yang akan ditanggung Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
"Koordinasikan semua dikumpulkan kawin massal di Pengadilan Agama ditanggung oleh Pemprov," ucapnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para nelayan.
Selain itu, para nelayan juga menyampaikan persoalan utang piutang yang mereka hadapi, mulai dari pinjaman di bank hingga pinjaman online.
"Yang kedua ini terkait utang piutang, utang di bank BRI, maupun di bank-bank lain, di leasing, bahkan di pinjol," ucap salah satu nelayan.
Menanggapi keluhan tersebut, Sherly Tjoanda memberikan jawaban tegas sekaligus menekankan pentingnya menjaga integritas.
"Bentar yang kedua itu saya tak bisa bantu, itu belajar. Bagi yang masih bersih namanya, jangan pernah pinjamkan KTP kepada siapapun yang memanfaatkannya untuk pinjol," terang Gubernur Maluku Utara.
Ia juga mengingatkan bahwa nama baik merupakan hal paling berharga dalam kehidupan, terutama bagi mereka yang telah mendapatkan akses pembiayaan seperti KUR.
"Yang kedua, dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik, jadi kalau sudah diberikan kepercayaan, buat yang sudah diberikan kepercayaan, yang sudah cair KUR-nya juga hari ini 35 sampai 50 juta, dijaga nama baik. Satu-satunya yang dimiliki yang tidak bisa, kalau sudah rusak itu, itu yang tidak bisa lagi adalah nama baik," pungkasnya.
Sherly Tjoanda pun berpesan agar masyarakat yang masih memiliki reputasi baik dapat menjaganya dengan penuh tanggung jawab.
Load more