Hot News: Polemik Klenik dari Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, hingga Gerakan Sherly Tjoanda Kirim 100 Sapi dan Pangan Murah
- Kolase tim tvOnenews
tvOnenews.com - Tiga berita terpopuler yang jadi hot news hari ini, mulai dari polemik klenik soal Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi beri teguran keras kepada Kadis kehutanan di kawasan Puncak, hingga langkah strategis Sherly Tjoanda menjaga stabilitas pangan menjelang Idul Adha.
Di tengah derasnya arus informasi digital, tiga isu ini menjadi perbincangan hangat karena menyentuh banyak aspek sekaligus: budaya, lingkungan, hingga ekonomi rakyat.
Tidak hanya viral di media sosial, ketiga berita tersebut juga memantik diskusi publik soal bagaimana pemerintah daerah merespons persoalan nyata di lapangan.
Menariknya, ketiga isu ini memperlihatkan pendekatan yang berbeda. Ada yang menekankan pelestarian sejarah berbasis kajian ilmiah, ada pula yang fokus pada pengawasan langsung terhadap tata kelola lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Berikut tiga hot news paling ramai hari ini yang menjadi sorotan publik.
1. Mahkota Binokasih Disebut Bukan Klenik, Ahli BRIN Ungkap Makna Ilmiahnya
Kirab budaya Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 sukses menarik perhatian masyarakat Jawa Barat.
Acara yang mencapai puncaknya pada Sabtu, 16 Mei 2026 itu dipimpin langsung oleh Dedi Mulyadi dan menjadi momentum penting untuk mengenalkan sejarah Sunda dari sudut pandang akademik.
Dalam diskusi kebudayaan di Museum Pajajaran, Bogor, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya penyusunan kajian ilmiah mengenai Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.
- ANTARA
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap peninggalan sejarah tidak boleh berhenti pada narasi mistis semata.
KDM mendorong adanya penelitian komprehensif mulai dari bahan pembuatan, waktu pembuatan, makna simbol, hingga konteks sejarahnya.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah stigma “klenik” menjadi pemahaman sejarah yang lebih rasional dan edukatif.
Ahli Epigrafi Titi Surti Nastiti menjelaskan bahwa Prasasti Batutulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mengenang jasa Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, tokoh penting Kerajaan Pajajaran.
Keberadaan prasasti tersebut dinilai sangat penting karena minimnya peninggalan fisik Kerajaan Sunda yang masih tersisa.
Sementara itu, Ahli Arkeometalurgi BRIN Harry Octavianus Sofian mengungkap bahwa Mahkota Binokasih memiliki konsep kosmologi Tritangtu. Filosofi tersebut menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam.
Mahkota itu juga merepresentasikan tiga unsur kepemimpinan Sunda kuno: pemimpin spiritual, pemimpin pemerintahan, dan kaum intelektual. Penjelasan ilmiah ini memperlihatkan bahwa Mahkota Binokasih bukan sekadar simbol kerajaan, melainkan juga menyimpan nilai filosofi dan sistem sosial masyarakat Sunda masa lampau.
2. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan Saat Sidak Kawasan Puncak
Hot news berikutnya datang dari inspeksi mendadak yang dilakukan Dedi Mulyadi di kawasan Cipanas, Cianjur. Dalam touring menggunakan motor, ia meninjau proses penataan kawasan eks Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor.
Kawasan tersebut sebelumnya dibongkar pemerintah karena dinilai melanggar alih fungsi lahan yang berkontribusi terhadap banjir bandang.
Saat ini, area tersebut tengah dikembalikan menjadi kawasan resapan air melalui program reboisasi dan penanaman ribuan pohon.
- Tangkapan layar Youtube Lembur Pakuan Channel
Namun dalam sidaknya, Dedi menemukan persoalan di lapangan. Ia menyoroti tenaga pekerja yang justru dialihkan untuk proyek lain sehingga proses pembibitan dan perawatan pohon tidak berjalan maksimal.
Saat berdialog dengan pekerja, diketahui sebagian tenaga lapangan malah ditugaskan mengurus proyek tanaman kopi. Temuan itu membuat Dedi Mulyadi mempertanyakan kebijakan Dinas Kehutanan.
Ia meminta agar seluruh pekerja kembali fokus pada pemulihan kawasan hijau dan pembibitan pohon. Bahkan, Dedi juga meminta penambahan personel agar penanganan area seluas 14 hektare bisa lebih optimal.
Selain soal pembibitan, Dedi turut menyoroti persoalan sampah di jalur Puncak. Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait lebih serius menjaga kebersihan kawasan wisata yang setiap hari menjadi sumber aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah inspeksi langsung ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan model pengawasan lapangan yang lebih terbuka dan responsif terhadap persoalan lingkungan.
3. Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi dan Gerakan Pangan Murah untuk Warga Maluku
Sementara itu dari Indonesia timur, Sherly Tjoanda menjadi perhatian publik setelah mengumumkan sejumlah langkah strategis menghadapi Idul Adha 2026.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan distribusi 100 ekor sapi kurban ke berbagai kabupaten dan kota. Program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan rutin menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih stabil. Komoditas yang disiapkan meliputi beras, cabai, bawang, hingga tomat.
- YouTube
Sherly Tjoanda juga mengungkap tantangan besar yang masih dihadapi Maluku Utara, terutama ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah. Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan beras masih didatangkan dari luar wilayah.
Selain itu, Maluku Utara juga belum memiliki produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. Karena itu, pemerintah mulai menjajaki kerja sama investasi peternakan guna memperkuat produksi lokal.
Di sektor pertanian, pemerintah pusat disebut telah memberikan dukungan berupa program cetak sawah baru seluas 10 ribu hektare dan aktivasi kembali ribuan hektare sawah di wilayah Halmahera.
Sherly menyebut inflasi Maluku Utara kini berhasil ditekan hingga berada di bawah standar nasional. Meski demikian, ia menilai penguatan produksi lokal dan infrastruktur logistik tetap menjadi pekerjaan rumah utama agar stabilitas pangan bisa terjaga dalam jangka panjang. (udn)
Load more