News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Ustaz Khalid Basalamah Ambil S3 di UIN, Tak Disangka Justru Malah Temukan Hal Mengejutkan...

Pendakwah kondang Ustaz Khalid Basalamah menceritakan kisah ketika hendak ambil Strata S3-nya di kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Yogyakarta. (22/7)
Sabtu, 22 Juli 2023 - 10:05 WIB
Kisah Ustaz Khalid Basalamah Ambil S3 di UIN, Tak Disangka Justru Malah Temukan Hal Mengejutkan...
Sumber :
  • Youtube

tvOnenews.com - Pendakwah kondang Ustaz Khalid Basalamah menceritakan kisah ketika hendak ambil Strata S3-nya di kampus UIN (Universitas Islam Negeri) Yogyakarta.

Ustaz Khalid Basalamah mengungkap sebuah kisah ketika dirinya hendak melanjutkan pendidikan S3 di UIN Yogya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini kisah beberapa tahun yang lalu, tolong teman-teman jangan dianggap saya bicara tentang individu anda atau tentang kota anda, bukan, kita bicara ini bumi Allah dan kita tarik ke contoh-contoh yang terdekat," ujarnya yang dilansir dari Youtube Bujang Ketapang.


Pendakwah, Ustaz Khalid Basalamah.
 

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A atau dikenal dengan sebutan Ustaz Khalid Basalamah menuturkan bahwa beberapa tahun yang lalu dirinya pernah mendapat tawaran untuk masuk ke UIN Yogyakarta.

"Ini kisah mungkin kurang lebih 12 tahun yang lalu, saya coba mendaftar dan saya dipanggil," ujarnya.

Khalid Basalamah berangkat dari Makassar, namun ketika tepat tiba di kampus UIN Yogyakarta, ia malah mendapat kabar bahwa ujian masuk telah dilaksanakan kemarin.

Merasa heran lantaran Khalid Basalamah tak menerima pemberitahuan menyoal ujian yang dimajukan dari jadwal semestinya. Hingga akhirnya ia tak jadi ikut ujian.

"Saya coba ikut ujian sendiri, tetap gak bisa, saya sampai temui rektornya, saya ketemu rektornya,'pak saya dapat surat panggilan, dia lihat saya, ini berjenggot nih, ini lain alamnya,'" ucap Basalamah.

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, Rektor UIN itu malah mengatakan,"Anda kayaknya gak cocok kuliah di sini," ujarnya.

"Baiklah saya pahami isyaratnya, mungkin karena teman-teman di UIN ini sudah banyak didominasi oleh liberal, ini pasti pembantah liberal, jenggot itu pasti dianggap pembantah liberal," terangnya.

Di tengah suasana hati yang tak menyenangkan karena tak dapat ujian di UIN, Khalid Basalamah menghubungi temannya yang tinggal di Yogyakarta.

Teman seperjuangan dan teman sekelas ketika menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah, yang sekarang menjadi dosen di UGM.

Lalu ketika dijemput pakai motor, Uztaz Khalid Basalamah berbincang-bincang dengan kawannya selama perjalanan, dan menceritakan kisahnya yang mendapat tawaran untuk ujian di UIN tapi tak berjalan sesuai rencana.

Respons dari kawan Ustaz Khalid Basalamah malah di luar dugaan, karena merasa bersyukur sang pendakwah tak jadi masuk kuliah di UIN.

Menurut cerita kawannya, kampus UIN di Yogyakarta merupakan kampus UIN terparah di Indonesia.

"Sampai pemahaman ketika ada anak muslim salat, diolok-olok sama temannya,'kamu masih salat ya, kasihan,'" ujar Basalamah menirukan.

Lanjut ungkap Khalid Basalamah bahwa ketika ada anak-anak UIN mau belajar agama nasrani, tinggal mendatangkan pastor dan melakukan pembelajaran di halaman kampus.

"Dianggap kita harus belajar dari sumbernya langsung," tuturnya.

"Subhanallah, Anda tak butuh baca injil, gak butuh belajar dari pendeta, belajar dari Ustaz dan Kyai saja belum habis-habis ilmunya. baca Qur'an aja kita masih banyak belum paham, terus baca injil darimana, tapi itu yang terjadi," ungkap Khalid Basalamah.


Pendakwah, Ustaz Khalid Basalamah.

Perbincangan panjang, lalu Ustaz Khalid Basalamah menyinggung soal seringnya terjadi bencana gempa di Yogyakarta di tengah diskusi dengan temannya.

"Ini apa sebabnya? ada dosa apa antum di sini?" tanya Khalid Basalamah.

Merespons pertanyaan itu, jawaban dari teman kepercayaan dari Khalid Basalamah yang merupakan orang asli Yogyakarta juga.

"Dia bilang, di sini tuh ada banyak pelanggaran agama yang mungkin orang anggap sudah biasa, seperti sudah biasa di sini dalam satu rumah tuh ada berapa agama," ujarnya.

"Ayahnya nasrani misalnya, ibunya muslim, anaknya budha, ternyata ini banyak terjadi," sambungnya.

Kemudian, ulama kelahiran Makassar ini menyatakan bahwa telah terjadi pelanggaran agama karena tidak boleh orang tua membiarkan anaknya murtad.

Pendakwah yang menyelesaikan gelar doktornya di salah satu kampus di Malaysia ini menyatakan sebuah hasil survei internasional bahwa setelah kota-kota di Amerika yang datang free sex terbesar di Asia. Bahkan mengalah Thailand adalah kota Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan ada sekian banyak cerita (dosa) disebutkan oleh dia, tapi saya bilang cukup Akhi, satu saja dari sekian banyak dosa yang antum sebut ini sudah banyak mendatangkan musibah-musibah," tuturnya.

"Dan  subhanallah sama teorinya, saya tanya setelah gempa besar ini, sebelumnya ada gempa-gempa kecil nggak, ternyata ada. kecil-kecil dulu letupannya, gak mau sadar, sekalian yang besar," tutupnya. (ind)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Penyiraman Air Keras, Pengamat: Proses Hukum Militer Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Kasus Penyiraman Air Keras, Pengamat: Proses Hukum Militer Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Praktisi hukum, Fransiscus Xaverius Tangkudung menegaskan bahwa penerapan proses hukum militer terhadap terduga pelaku penyiraman air keras merupakan langkah yang sah secara hukum dan patut dihormati oleh semua pihak.
Daniel Marthin Comeback Bareng Leo Rolly Carnando, PBSI Umumkan Pasangan Baru untuk Bagas Maulana

Daniel Marthin Comeback Bareng Leo Rolly Carnando, PBSI Umumkan Pasangan Baru untuk Bagas Maulana

PBSI umumkan dua pasangan ganda putra baru, salah satunya comebacknya Daniel Marthin bersama Leo Rolly Carnando
Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok PSSI Tetap Tenang di Tengah Masalah Paspor Ganda Pemain Timnas Indonesia

Media Vietnam Heran Bukan Main, Kok PSSI Tetap Tenang di Tengah Masalah Paspor Ganda Pemain Timnas Indonesia

Media Vietnam soroti sikap tenang PSSI di tengah kasus paspor ganda pemain Timnas Indonesia yang mengguncang Liga Belanda dan picu kontroversi.
Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI penjaga perdamaian gugur dalam serangan Israel di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Menyambut libur panjang Paskah 2026, PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya mengoperasikan delapan perjalanan kereta api tambahan.
Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam kaget melihat kabar pemain Timnas Indonesia di Belanda dikabarkan diskors gara-gara masalah administrasi kewarganegaraan. Apa kata media Vietnam?

Trending

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: media Vietnam takut satu grup di Piala Asia 2027, jadwal lengkap Garuda usai FIFA Series, hingga sorotan Bung Harpa soal Dony Tri Pamungkas.
Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Tolak Klub Belanda Demi Persipura, Wonderkid Timnas Indonesia Ini Justru Nikmati Hidup Jadi PNS

Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT