GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bagaimana Hukum Menunda Gaji Karyawan dalam Islam, Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut Ini

Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan hukum menunda gaji karyawan. Kata Buya Yahya Itu termasuk dzalim dan hati-hati nanti malah jadi susah.
Kamis, 28 September 2023 - 11:01 WIB
Buya Yahya Jelaskan Hukum Menunda Gaji Karyawan
Sumber :
  • kolase tvOnenews/YouTube al-Bahjah TV/pixabay/Chronomarchie

Jakarta, tvOnenews.com - Prof. KH.Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan hukum menunda gaji karyawan.

“Nabi pernah bersabda bahwasannya, kalau kita punya pegawai yang bekerja jangan sampai kita menunda pembayarannya sampai keringanya kering,” ujar Buya Yahya, sebagaimana dikutip oleh tvOnenews.com pada Kamis (28/9/2023) dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Itu termasuk dzalim,” tandas Buya Yahya.

tvonenews

Kata Buya Yahya maksudnya kering bukan keringatnya benar, tapi sesuai perjanjian.

“Jika bulanan bayar bulanan, jika mingguan ya bayar, jika harian ya bayar. Jika tidak dilakukan dzalim,” jelas Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa jika orang berbuat dzalim itu artinya berbuat dosa.

“Bisa dihukum baik di dunia atau di akhirat,” tandas Buya Yahya.

“Tidak boleh ditunda kecuali bagi yang tidak mampu,” tambah Buya Yahya menambahkan.

Namun Buya Yahya mengingatkan agar jangan pura-pura tak mampu.


Ilustrasi Pekerja (Freepik/rawpixel)

“Pura-pura tak mampu, haram,” ujar Buya Yahya.

Kata Buya Yahya jika kita dzalim kepada orang yang membutuhkannya, maka Allah akan buat kita sengsara.

“Allah akan buat nyungsep, sama seperti bayar utang nanti nanti itu artinya niat nyungsep,” ujar Buya Yahya.

Namun Buya Yahya mengatakan jika memang belum ada itu artinya tidak berdosa.

“Jika memang belum ada itu tak dosa, yang dosa yang dia punya tapi menunda-nunda itu hukumnya haram,” ucap Buya Yahya secara tegas.

Maka Buya Yahya menyarankan bagi yang mampu lekas segerakan tanggung jawabnya.

“Jangan cari petaka, jangan cari celaka. Maka bergegaslah bayar gaji kepada yang berhak,” kata Buya Yahya menyarankan.


Ilustrasi Dompet yang Disimpan di Saku Celana (pixabay/stevepb)

Kemudian Buya Yahya juga mengatakan jika ada yang memotong gaji karyawan tanpa alasan jelas itu juga dzalim.

“Ada yang dipotong, itu dzalim, pasti sengsara,” kata Buya Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Buya Yahya mengingatkan jika kita seorang Muslim lantas memiliki karyawan yang non muslim dan belum dibayar gajinya itu juga dilarang.

“Dzalim kepada orang kafir juga tidak boleh. Misal ada pekerja orang kafir, anda tunda gajinya itu tak boleh,” kata Buya Yahya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Kasus Pembunuhan Keluarga Indramayu Dinilai Rumit, Dedi Mulyadi: Kita Sudah Simpulkan Siapa Pelaku Sebenarnya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memahami ada drama di kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu. Ia sudah menyimpulkan pelaku utamanya.
Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Kebutuhan Garam Nasional 5 Juta Ton Per Tahun, Gibran: Kita Belum Bisa Penuhi Itu

Wapres Gibran Rakabuming Raka menyebut Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan garam secara nasional. Diketahui, total kebutuhan garam secara nasional
Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Vonis Nurhadi Diperkuat, KPK Tegaskan Hukuman 5 Tahun Penjara Jadi Peringatan Keras bagi Penegak Hukum

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan vonis 5 tahun penjara eks Sekretaris MA Nurhadi. KPK berharap putusan memberi efek jera.
Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Agen Korea Chris Kim Spill Fasilitas yang akan Didapat Megawati Hangestri Selama di Hillstate

Jelang gabung Hillstate pada akhir Juni mendatang, agen Korea Chris Kim menjabarkan fasilitas apa yang nantinya akan didapat Megawati Hangestri selama di Korea.
Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Soal Marak Dugaan Teror Pocong, Polda Metro Jaya Ambil Langkah Ini

Polda Metro Jaya buka suara soal maraknya dugaan teror pocong yang muncul di wilayah hukumnya. Insiden ini diduga merupakan sebuah modus kejahatan. Polda Metro
Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Keberhasilan lelang aset negara tidak hanya diukur dari besarnya angka transaksi, tetapi juga dari tingkat transparansi pelaksanaannya. Sistem lelang terbuka dinilai mampu mencegah

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Pengakuan Nelayan Ini Sampai Bikin Gubernur Sherly Tjoanda Kaget, Pertanyakan Soal Cicilan Hingga Pendapatan Bulanan

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sampai berkali-kali bertanya soal cicilan dan penghasilan nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT