GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Menohok Buya Yahya ke Tim Sukses dan Masyarakat saat Pemilu: Jika Mau Selamat Dengarkan Ini!

Kampanye dimulai hari ini, Buya Yahya memberi pesan menohok kepada para tim sukses (timses) pemilihan umum (pemilu) dan masyarakat. Apakah isi pesan tersebut?
Selasa, 28 November 2023 - 07:55 WIB
Pesan Menohok Buya Yahya ke Tim Sukses dan Masyarakat saat Pemilu: Jika Mau Selamat Dengarkan Ini!
Sumber :
  • kolase tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kampanye dimulai hari ini, Buya Yahya memberi pesan menohok kepada para tim sukses (timses) pemilihan umum (pemilu) dan masyarakat.

“Hei para Tim Sukses (timses) calon presiden yang akan datang dengar kalau Anda ingin selamat kalau Anda betul memperjuangkan negeri ini, dengar ini,”  ujar Buya Yahya secara tegas dalam YouTube Al-Bahjah TV, dikutip tvOnenews.com Selasa (28/11/2023). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata Buya Yahya Pemilu itu banyak setan yang akan menggoda.

“Pemilihan umum pemilu itu setan banyak bermain ngadu domba,” tandas Buya Yahya.

tvonenews

“Makanya kami serukan kepada aktivis-aktivis atau politisi politisi atau siapapun pakai rumus sederhana deh,” kata Buya Yahya menambahkan.

Jika ingin selamat di akhirat, Buya Yahya mengingatkan agar mendengarkan nasihat beliau berikut ini.

“Anda pendukung siapa cukup gini loh!” ujar Buya Yahya.

“Hei Tim Sukses kalau memang Anda ingin memperjuangkan negeri Ini dengar cukup sanjung bosmu sesuai dengan pengetahuanmu sampai di situ jangan mencaci yang di sebelah. Selesai,” kata Buya Yahya mengingatkan semua.

Buya Yahya mengingatkan agar jangan saling caci maki.

Jika Anda dukung paslon yang A maka jangan hina paslon yang B atau C.

Jika semua saling caci maki maka kata Buya Yahya artinya semua tidak layak.

“Jangan mencaci yang di sebelah. Yang repot mencaci, kalau mencaci dia mencaci caci berarti kalau sudah begitu enggak layak semuanya memimpin,” ujar Buya Yahya.

Karena jika sudah mencaci artinya hatinya busuk.


Pesan Menohok Buya Yahya ke Tim Sukses dan Masyarakat saat Pemilu: Jika Mau Selamat Dengarkan Ini! (Istimewa)

Kata Buya Yahya karena sering mencaci akhirnya bisa berantem antar warga.

“Di bawah ini pendukung itu saja bosnya dicaci, berantem di mushola. Grup wa jadi gak enak,” kata Buya Yahya.

Maka Buya Yahya mengingatkan agar Timses semua paslon untuk menjaga agar tidak mencaci maki paslon lainnya.

“Makanya tolong ini Tim Sukses (timses) dimanapun berada bahwasanya cukup sanjung bosmu sepuasmu yang penting jangan bohong,” kata Buya Yahya mengingatkan.

“Kemudian setelah itu nggak perlu mencari-cari kejelekan calon yang di sebelah situ, selesai,” tandas Buya Yahya menambahkan.

Jika semua menerapkan hal itu, Buya Yahya yakin pemilu akan damai.

“Habis itu minum teh bersama,” kata Buya Yahya. 

Buya Yahya berharap semua menyuarakan hal tersebut.

Bukan hanya untuk timses resmi, namun juga untuk masyarakat yang mendukung paslon-paslonnya.

Mari ciptakan pemilu yang damai tanpa mencaci maki dan membuat masyarakat terpecah pelah.

“Saya ingin ini disuarakan semuanya. Sehingga musala tetap enak. Beda pilihan minum teh bersama, shalat jamaah bisa asyik. Tapi kalau tidak nauzubillah berantem,” ujar Buya Yahya.

Padahal kata Buya Yahya, setelah pemilu antara paslon bisa jadi akan bersatu. Namun di masyarakat masih terpecah. 

“Padahal antara calonnya dengan calon satu dua tiga kadang-kadang sudah yang satu jadi presiden satu jadi menteri satu ini akur mereka, di bawah masih berantem gulat,” kata Buya Yahya.

Jika itu terjadi, maka kata Buya Yahya itu adalah kebodohan.

“Nah ini kan kebodohan kita, nah ini adu domba tadi babnya,” jelas Buya Yahya.

Buya Yahya sangat mewanti-wanti kepada semua agar jangan sampai berantem hanya karena beda dukungan. 

“Gak usah caci maki, biasa saja, Anda dukung sudah baik, Masya Allah,” kata Buya Yahya.


Pesan Menohok Buya Yahya ke Tim Sukses dan Masyarakat saat Pemilu: Jika Mau Selamat Dengarkan Ini! (Istimewa)

“Terus temennya ngomong baik sepengetahuan dia dong. Anda tidak pernah kenal calonnya dia maka Anda tidak tahu dong kebaikannya,” sambung Buya Yahya.

Maka karena tidak mengetahui calon yang teman Anda dukung mohon tidak mencaci maki. 

“Dia nggak tahu calon Anda, nggak boleh dong ngomong kejelekannya.” jelas Buya Yahya. 

“Misalnya Aanda berbeda dengan kami anda punya calon Syiah karena Anda sering mempelajari Anda tahu dong. Kebaikan dia saya nggak tahu, saya punya calon B saya yang tahu ya sudah selesai cukup saya sanjung ke saya tanpa harus saya mencaci orang yang Anda sanjung,” sambung Buya Yahya seraya memberikan contoh.

Jika semua begitu maka tidak akan terjadi yang namanya caci maki.

“Sedih banget saya melihat luar biasa wong belum apa-apa ini ada laporan,” ujar Buya Yahya.

Buya Yahya mengaku bahwa dirinya sudah mendapat laporan mengenai beda pendapat mengenai paslon di dalam sebuah grup. 

Buya Yahya amat menyayangkan jika ada yang berantem akibat beda dalam mendukung paslon. 

Apalagi jika sesama Muslim caci maki akibat beda pendapat mengenai paslon pemilu.

“Semangat dukung Anda kan 1 2 3 gitu loh. Pokoknya itu sudah semangat gitu langsung berubah suasana tidak enak karena memang tidak boleh kayak begini digunakan ajang kayak begitu kecil banget,” jelas Buya Yahya. 

“Kalau dulu nanti kalau sudah pemilihan umum kalau calonnya 3 ini cara mengatur barisan 1 2 3 jejer semuanya ini berantem minum teh bareng gak usah bermusuhan,” saran Buya Yahya.

“Enggak usah berantem deh. Kita capek dengan berantem diadu domba,” ujar Buya Yahya menambahkan. 

Sementara Buya Yahya sendiri mengaku tidak mau ikut-ikutan.

“Saya sering ditanya pendapat Buya orang ini gimana. Waduh jangan tanya pendapat saya orang itu saya enggak tahu enggak pernah ketemu dia kalau saya salah susah ngomong minta maaf ke dia,” ujar Buya Yahya. 

Buya Yahya kemudian berdoa agar semua dapat menjaga hati dan lisan dalam Pemilu 2024 ini.

“Semoga Allah menjaga hati kita semuanya, menjaga lisan kita semuanya, menjaga kuping kita untuk tidak mendengar kecuali yang diridhoi oleh Allah wallahualam Bishawab,” tutup Buya Yahya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itulah nasihat Buya Yahya untuk Pemilu 2024.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam,agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Profil Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Usai Protes Juri LCC Empat Pilar MPR

Berikut ini profil singkat dari Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai melayangkan protes terhadap keputusan juri di LCC Empat Pilar MPR RI.
Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Alun-ALun Karawang Bakal Jadi Kota Tua, Dedi Mulyadi Siapkan Kejutan "Pesan Cinta" di Jalan Tuparev

Alun-ALun Karawang Bakal Jadi Kota Tua, Dedi Mulyadi Siapkan Kejutan "Pesan Cinta" di Jalan Tuparev

Wajah Kabupaten Karawang, khususnya di kawasan Jalan Tuparev dan Alun-alun, dipastikan akan berubah total. 
Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi

Trending

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT