News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wai Umum, Lewotana dan Pesan Kerukunan Beragama dari Adonara

Berkat tradisi Wai Umum, kehidupan beragama di Adonara, Nusa Tengara Timur berjalan sangat harmonis. Sriap hari besar keagamaan dirayakan bersama secara gotong royong.
Jumat, 12 April 2024 - 10:20 WIB
Wai Umum merupakan tradisi minum air bersama di Adonara, Nusa Tengara Timur
Sumber :
  • ANTARA

Adonara, tvOnenews.com - "Selamat Paskah. Minal Aidin Wal Faizin. Masjid ini bukan milik orang Islam dan gereja ini bukan milik orang Katolik, tapi dua bangunan ini adalah milik Lewotana."

Kalimat itu terdengar syahdu bergema di depan dua rumah ibadah yang berdiri kokoh, Masjid Al-Jihad Pepageka dan Kapela Santo Hendrikus Pepageka di Kecamatan Kelubagolit, Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terdengar suara riuh disambut tepuk tangan meriah membalas seruan mulia itu

Pada hari kedua perayaan Lebaran atau Idul Fitri, Kamis (11/4) sore, perempuan dan laki-laki, tua-muda dari Desa Pepageka menjalankan tradisi turun temurun sejak tahun 1970-an. Setiap hari besar agama, baik Islam maupun Katolik, di samping dua bangunan itu, warga melakukan Wai Umum, sebuah tradisi minum air bersama.

Wai Umum dimulai dari sambutan dan hikmah yang disampaikan oleh pemangku kedua agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kepala desa. Usai sambutan, muda-mudi Katolik dan Islam mengantar makanan dan minuman untuk disantap seluruh warga.

Setelah makan bersama, warga yang beragama Islam berdiri berjejer di depan kedua bangunan itu. Selanjutnya warga beragama Katolik pun menyalami mereka satu per satu sembari tertawa dan saling meminta maaf.

Wai Umum di depan dua bangunan keagamaan itu bukan hadir tanpa sebab. Ada sejarah penting yang terselip dalam sanubari para orang tua yang telah diturunkan dari waktu ke waktu ke generasi muda.
Sejarah awal

Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat, Desa Pepageka terdiri dari tiga suku besar yang mendirikan desa, yakni Pepageka, Lewu Lelek, dan Suku Rian' Borot.

Ketiga suku ini bersama belasan suku lain membuka pintu kerukunan agama di desa itu lewat pembangunan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pepageka pada tahun 1956.
Pembangunan sekolah dasar itu diprakarsai oleh seorang misionaris Belanda bernama Pater Hendrikus Van Der Hulst dan tiga warga bernama Muhamad Nur Horan Daen (tokoh adat Desa Pepageka), Ama Ola Masan (tokoh adat Desa Keluwain), dan Ama Mangu Tadon (tokoh adat Desa Adobala).

Muhamad Nur Horan Daen dan Ama Ola Masan merupakan dua orang beragama Islam yang berinisiatif membangun sekolah dasar Katolik di wilayah itu.

Pembangunan sekolah itu menjadi pintu masuk nilai-nilai kerukunan agama di Desa Pepageka.

Selanjutnya, Pater Hendrikus Van Der Hulst mendirikan secara permanen Kapela Santo Mikhael Pepageka pada tahun 1970. Kapela itu pertama kali dibangun darurat, sekitar tahun 1900 dengan dinding terbuat dari bilah bambu, beratap alang-alang, dan berlantai tanah.

Karena umur bangunan sudah terlalu tua, maka pada tahun 1995 kapela itu dibongkar total. Kapela itu dibangun baru dan berganti nama menjadi Kapela Santo Hendrikus Pepageka.

Usai mendirikan kapela, Pater Hendrikus Van Der Hulst bersama tokoh adat, dan tokoh agama Islam dan Katolik membangun Masjid Al Jihad Pepageka pada tahun 1982. Masjid itu dulunya hanya sebuah musala darurat yang dibangun sekitar tahun 1900. Seiring waktu, populasi Muslim di desa itu kian bertambah, sehingga masjid itu dibangun secara permanen.

Sejak dua rumah ibadah berdiri kokoh, tradisi Wai Umum pun mulai dijalankan turun temurun. Acara itu dilaksanakan setiap hari raya besar agama, baik Idul Fitri, Idul Adha, Natal, maupun Paskah.

Pada momen hari raya itu, warga yang merayakan harus berdiri berjejer di depan gereja dan masjid. Selanjutnya warga yang beragama lain menyalami mereka satu per satu.

Bagi masyarakat Desa Pepageka, perbedaan agama bukanlah masalah. Di desa itu, adik dan kakak pada satu garis keturunan atau satu rumah bisa saja memiliki keyakinan yang berbeda.

Beberapa Orang Muda Katolik (OMK) desa itu pernah membawakan Kasidah dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Desa Pepageka.

Selain itu, beberapa orang muda Islam juga pernah ikut serta menjadi anggota koor dan menyanyi di gereja.

Jika ada acara pentahbisan pastor, semua warga Islam ikut meramaikan acara, baik dari urusan adat hingga acara formal.

Warga agama Katolik pun ikut mengantar sanak saudara yang pergi naik haji, termasuk beramai-ramai menjemputnya sepulang dari Mekah. 

Beberapa hal itu telah berjalan secara natural dan tanpa paksaan. Semuanya mengalir normal dalam keseharian warga.


Tiga tungku

Pembangunan kerukunan umat beragama di Desa Pepageka diperkuat oleh tiga tungku atau penyangga, yakni adat istiadat, agama, dan pemerintahan desa. Tiga komponen itu berjalan beriringan dan tak terpisahkan satu sama lain.

Karena berjalan beriringan dan saling menjunjung martabat satu sama lain, maka perbedaan agama dalam satu marga atau garis keturunan tidak menjadi masalah di desa itu.

Warga juga memegang teguh prinsip bahwa dua bangunan gereja itu bukanlah milik dari masing-masing agama, melainkan milik Lewotana (kampung halaman).

Dalam seremonial adat di desa itu, babi tetap menjadi hewan yang dikurbankan dalam ritual.

Selain itu pemerintah desa pun tidak melakukan intervensi berlebihan di luar kewenangan. Pemerintah desa fokus menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pemberian pelayanan publik yang baik, tanpa melihat perbedaan agama.

Oleh karena itu, warga Desa Pepageka meyakini bahwa mereka tidak hanya berdiri sendiri sebagai orang. Dalam satu tubuh, mereka adalah warga negara Indonesia, memiliki agama, dan taat pada adat istiadat. Ketiga hal itu saling mendukung satu sama lain.

Sejak dulu mereka diajarkan agar tidak merusak tatanan tiga tungku itu hanya karena perbedaan agama. Warga meresapi nilai-nilai keharmonisan, bukan sebatas pada perayaan hari besar keagamaan, tapi dimaknai dalam sikap hidup sehari-hari.

Hal itu juga tercermin saat memilih pemimpin daerah, seperti kepala desa. Meski jumlah warga yang beragama Islam sedikit, beberapa periode kepala desa terpilih justru berasal dari warga yang memeluk keyakinan Islam.

Artinya, warga menyadari bahwa agama bukanlah tolok ukur kompetensi seseorang. Warga desa itu memilih pemimpin berdasarkan kemampuannya dalam bekerja.


Pesan kerukunan

Dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan, dengan kantor desa di tengah dan rumah adat di bagian depan, tentunya tak sebatas menjadi simbol kerukunan.

Kerukunan antarumat beragama juga bukan diturunkan dari langit. Hal itu telah dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar masyarakat, seperti rukun dengan keluarga, rukun dengan tetangga, rukun antarwarga desa, hingga rukun antarwilayah.

Dengan sikap rukun yang dipupuk hari demi hari, warga meyakini masyarakat tidak akan mudah terpecah belah karena agama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama di BSD City

ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama di BSD City

Kualitas sebuah kota mandiri modern tidak hanya tercermin dari pertumbuhan hunian dan kawasan bisnis semata, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan fasilitas yang mendukung kualitas hidup masyarakat, termasuk akses terhadap pendidikan.
Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Simak kedekatan Megawati Hangestri dan Lee Min-young di Hyundai Hillstate. Mulai dari daftar pemain muda terdekat hingga momen manis saat Min-young menyapa Mega pakai Bahasa Indonesia!
Sudah Pernah Hadapi Tim-tim Kuat, Joey Pelupessy Tetap Anggap Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga Besar

Sudah Pernah Hadapi Tim-tim Kuat, Joey Pelupessy Tetap Anggap Duel Timnas Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga Besar

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, tetap menganggap duel melawan Malaysia sebagai laga besar. Ia memilih fokus menghadapi tantangan satu per satu.
Soal Usulan CFD Digelar Setiap Sabtu-Minggu hingga Kebijakan Ganjil Genap, Pramono Bakal Bahas Bareng Dishub

Soal Usulan CFD Digelar Setiap Sabtu-Minggu hingga Kebijakan Ganjil Genap, Pramono Bakal Bahas Bareng Dishub

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan bertemu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin untuk membahas soal CFD hingga peraturan ganjil genap.
5 Fakta Menarik Laga Norwegia vs Portugal di UEFA Nation League 2026: Ronaldo Tak Dimainkan, Haaland Gagal Bawa Kemenangan

5 Fakta Menarik Laga Norwegia vs Portugal di UEFA Nation League 2026: Ronaldo Tak Dimainkan, Haaland Gagal Bawa Kemenangan

Di balik hasil pertandingan yang sangat ketat tersebut, terdapat berbagai fakta menarik yang sukses mencuri perhatian dalam laga Norwegia vs Portugal. Apa saja?
Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai Belasan Kilometer, Gapasdap Ungkap Kendala Dermaga

Antrean Ketapang-Gilimanuk Capai Belasan Kilometer, Gapasdap Ungkap Kendala Dermaga

Antrean kendaraan yang masih terjadi di lintas Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali, hingga kini belum terurai. Ketersediaan kapal yang cukup banyak belum diimbangi dengan kapasitas dan kemampuan dermaga yang memadai.

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Dapat Panggilan Kesayangan dari Megawati Hangestri, Lee Min-young Malah 'Ngambek'

Rookie Hyundai Hillstate menolak panggilan yang disematkan Megawati Hangestri kepadanya. Momen lucu ini terjadi saat mereka sedang liburan singkat di Pulau Jeju
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal Voli Asian Games 2026, Senin 28 September: Timnas Voli Indonesia Lawan Kirgistan Pagi Ini

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini, Senin (28/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan kembali unjuk gigi, kali ini wajib menang saat melawan Kirgistan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT