GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengerjakan Shalat Subuh di Jam 7 Pagi, Memangnya Masih Boleh? Ustaz Adi Hidayat Tegaskan Hukumnya...

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal hukum bagi orang yang mengerjakan shalat Subuh sudah masuk waktu jam 7 pagi disebabkan tidak sengaja telat bangun tidur.
Jumat, 30 Agustus 2024 - 05:10 WIB
Ustaz Adi Hidayat menerangkan hukum shalat Subuh pada waktu jam 7 pagi
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official & Unsplash/Bimbingan Islam

tvOnenews.com - Shalat fardhu' yang memiliki waktu pertama kali dikerjakan dalam satu hari terletak pada Subuh.

Shalat Subuh memiliki waktu pelaksanaan pertama kali sejak fajar shodiq terbit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan pelaksanaan shalat Subuh mempunyai waktu akhir biasa disebut jawaz terletak saat matahari terbit.

Biasanya matahari mulai terbit di suatu daerah pada sebelum jam 6 pagi menandakan waktu mengerjakan shalat Subuh berakhir.

Namun, masih banyak orang memaksa untuk mengerjakan shalat Subuh pada saat jam 7 pagi akibat bangun tidur kesiangan setelah beristirahat di waktu malam hari.


Ilustrasi sujud saat shalat Subuh di pagi hari. (Freepik)

Lantas, apa hukum mengerjakan shalat Subuh di jam 7 pagi? Ustaz Adi Hidayat mengungkapkan kasus ini sebagai berikut.

Seperti apa Ustaz Adi Hidayat menerangkan hukum shalat Subuh saat waktu matahari telah terbit dan dikerjakan pada jam 7 pagi? Simak penjelasannya di sini.

Dinukil tvOnenews.com melalui tayangan channel YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (30/8/2024), Ustaz Adi Hidayat menyampaikan soal waktu shalat Subuh.

Ustaz Adi Hidayat mengambil pembahasan ceramah tentang shalat Subuh karena memiliki waktu yang sangat singkat.

Terutama waktu pelaksanaan shalat Subuh menjadi tantangan bagi umat Muslim tengah beristirahat untuk memenuhi kewajiban utamanya.

Direktur Quantum Akhyar Institute itu sering melihat dan sudah memahami masih banyak yang telah shalat Subuh disebabkan karena tidur terlalu lama.

Ia memahami orang yang beristirahat sangat lama memicu meninggalkan shalat Subuh hingga memaksakan ibadahnya di luar ketetapan waktunya.

Ia menjelaskan kisah Rasulullah SAW saat shalat Subuh tidak sesuai dengan waktu pelaksanaannya.

Ia mengatakan dari kisah tersebut maka hukum mengerjakan shalat Subuh pada jam 7 pagi masih dibolehkan mengingat Rasulullah SAW juga pernah menunaikannya di waktu tersebut.

Meski begitu, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa, Rasulullah SAW lebih mendahulukan mengerjakan shalat qabliyah Subuh pada waktu pagi hari.

Ia menuturkan bahwa, shalat qabliyah Subuh dianggap penting oleh Rasulullah SAW sebelum menunaikan Subuh di waktu tersebut.

"Para ulama hadits mengatakan, kalau dua rakaat ini tidak penting pada saat itu, mustahil dikerjakan, pasti Nabi akan langsung kepada shalat subuh yang dua rakaat," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Pendakwah usia 39 tahun itu menegaskan apabila seseorang telah menunaikan qabliyah langsung dilanjutkan dengan shalat Subuh.

Ia memaparkan alasan shalat Subuh pada jam 7 pagi dibolehkan akibat telat bangun tidur dijadikan sebagai batas akhir waktu ibadahnya.

Misalnya seseorang bangun tidur jam 7 pagi maka waktu tersebut harus dijadikan momentum mengerjakan shalat Subuh karena dihitung batas akhir pelaksanaannya akibat kesiangan.

Ia menyampaikan penjelasan hukum waktu jam 7 pagi masih bisa mengerjakan shalat Subuh dari kisah Rasulullah SAW agar umat Muslim tidak meninggalkan ibadah wajibnya.

"Jika seseorang itu kemudian bangun dari tidurnya melewati batas shalatnya, keluar sabda Nabi 'Itulah waktu shalatnya', tunaikan waktu shalat yang bangun dari tidur, itulah waktunya," terangnya.

Namun, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan agar shalat Subuh dikerjakan tepat waktu meski hukum menunaikan pada jam 7 pagi masih sah.

Ia mengatakan hukum tersebut hanya berlaku apabila tidak sengaja telat bangun tidur.

Sebaliknya, ia menegaskan apabila seseorang sengaja shalat Subuh di waktu tersebut maka terhitung dosa.

"Misalnya seseorang terlampau lelah capek, tapi ingat bukan yang disengaja ya, bukan begadang nonton bola misalnya, kemudian ketiduran kemudian telat subuh, itu dosa," tegasnya.

"Tapi ada yang hal-hal yang kadang tidak kita rencanakan, misal capek dari pekerjaan pulang jam satu malam," lanjutnya.

"Kemudian setelah itu Anda mandi, Anda kemudian shalat dulu, bahkan sempat tahajud sampai setengah tiga, sudah itu tiduran, begitu bangun jam 7," tambahnya.

Lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan kisah Rasulullah SAW menunaikan shalat Subuh di pagi hari berangkat dari cerita Bilal bin Rabah.

Pendakwah asal Pandeglang itu menuturkan kala itu Rasulullah SAW bersama Bilal bin Rabah dan para sahabatnya sedang melakukan perjalanan jauh.

Rasulullah SAW meminta kepada Bilal bin Rabah pada saat malam hari agar dibangunkan ketika terdengar kumandang adzan Subuh.

Hal ini bertujuan agar Rasulullah SAW mengerjakan Subuh tepat waktu, yakni pada saat fajar shodiq.

Bilal bin Rabah menyanggupi permintaannya untuk membangunkan Rasulullah SAW di waktu Subuh.

Sayangnya Bilal bin Rabah ikut meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk tidur sebentar.

tvonenews

Waktu tidur tersebut menjadi malapetaka bagi Bilal karena tidak membangunkan Rasulullah SAW untuk mengerjakan shalat Subuh.

Rasulullah SAW pun langsung memarahi Bilal jika tidak sanggup maka tak usah berjanji.

Meski demikian, Rasulullah SAW mempunyai keteguhan hati dan langsung menyuruh Bilal mengambil air wudhu untuk shalat qabliyah dan dilanjutkan menunaikan Subuh pada pagi hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu A'lam Bishawab.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aksi Sigap KDM dalam Penertiban Trotoar di Kawasan Cicadas, Gubernur Jawa Barat itu Ambil Langkah Persuasif dan Humanis

Aksi Sigap KDM dalam Penertiban Trotoar di Kawasan Cicadas, Gubernur Jawa Barat itu Ambil Langkah Persuasif dan Humanis

Beberapa waktu lalu, Kang Dedi Mulyadi atau KDM melakukan sidak dadakan di kawasan Pasar Cicadas untuk melakukan penertiban Trotoar.
Hot News: Polemik Klenik dari Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, hingga Gerakan Sherly Tjoanda Kirim 100 Sapi dan Pangan Murah

Hot News: Polemik Klenik dari Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, hingga Gerakan Sherly Tjoanda Kirim 100 Sapi dan Pangan Murah

Tiga berita terpopuler yang jadi hot news hari ini, mulai dari polemik klenik soal Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi tegur Kadis kehutanan di kawasan Puncak, hingga Sherly Tjoanda
Sekolah Maung Buka Pendaftaran Melalui SPMB Jabar 2026, Berikut 3 Jalurnya

Sekolah Maung Buka Pendaftaran Melalui SPMB Jabar 2026, Berikut 3 Jalurnya

Sekolah Manusia Unggul atau disingkat dengan sebutan Sekolah Maung buka pendaftaran lebih awal dan pendaftaran melalui SPMB Jabar 2026 dari jalur reguler. Untuk
Transformasi Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

Transformasi Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

Soal urusan Haji, Indonesia masih menghadapi persoalan akut, masalah antrean haji hingga puluhan tahun, tata kelola yang tertutup, praktik rente, hingga dugaan permainan kartel.
MPR RI Desak Prabowo Gerak Cepat Evaluasi 5 WNI yang Disanderan Israel

MPR RI Desak Prabowo Gerak Cepat Evaluasi 5 WNI yang Disanderan Israel

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mendesak pemerintah bergerak cepat menyelamatkan lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh angkatan laut Israel (IOF).
Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Mantan pembalap F1, David Coulthard, menilai Max Verstappen akan lebih pas berlabuh ke Scuderia Ferrari ketimbang Mercedes jika berniat meninggalkan Red Bull.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT