Ratusan Orang Antre Tukar Uang untuk THR Lebaran, Buya Yahya Hukum Berbagi Tapi Masih Punya Utang
- ANTARA
"Sederhananya begini saja, saya utang duit kepada anda Rp 1 juta. Saya janji akan saya bayar hari ini (tapi) ternyata hari ini saya nggak bayar kepada Anda. Diam-diam, tiba-tiba Anda mendengar bahwa saya bagi-bagi duit Rp 1 juta, kan marah yang punya duit," kembali Buya Yahya menegaskan.
Buya Yahya juga menyarankan agar peminjam uang memberi kepastian pada orang yang meminjamkan uangnya, bahwa utangnya akan dibayar segera dan tepat waktu.
Hal ini baik agar dilakukan untuk menghindari prasangka buruk yang terjadi antara si peminjam uang dengan orang yang meminjam.
Seseorang memang bisa saja mendahulukan berbagi THR atau angpao lebaran daripada membayar utang, selama utang tersebut memang belum masuk tanggal jatuh tempo dari waktu yang telah ditentukan.
"Kecuali belum jatuh tempo, utang saya harus saya bayar bulan haji dan bulan haji nanti sudah ada gambaran dari mana saya bayarnya, maka saat ini saya punya utang, saya boleh bersedekah (bagi THR)," tutur Buya.
Buya Yahya kemudian memberi contoh lain dan menganjurkan agar si peminjam uang meminta izin kepada yang punya uang untuk kelonggaran waktu.
Karena dana yang dipinjam akan dialihkan untuk keperluan yang lain, itu lebih baik daripada tidak memberitahukan sama sekali.
"Atau minta izin kepada yang punya uang untuk beri tempo 'bang saya punya utang 3 juta saya ingin bagi-bagi ke temen jadi THR dulu gimana bang? utangnya nanti saya bayar boleh?," ujarnya.
Jika kemudian dalam hal ini yang punya uang mengizinkan, berarti dia telah rela uangnya dipakai untuk bagi-bagi THR ke orang lain, namun jika tanpa izinnya, Buya Yahya mengatakan jangan dilanggar.
"Gakpapa kalau dia ngizinkan berarti dia telah rela kita meminjam dan bagi-bagi ke orang lain, tanpa di luar itu tidak," tegas Buya Yahya.
Buya menegaskan lagi, bagi siapapun umat muslim yang memiliki utang, agar tidak membiasakan berbuat baik hanya karena hawa nafsu atau ego sesaat.
"Jangan biasakan berbuat baik dengan hawa nafsu itu tidak akan istiqomah, tidak akan abadi dan tidak akan diterima Allah SWT, walahualambishwab," ujar Buya Yahya menutupnya.
Load more