GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Erol Iba? Pemain Timnas Indonesia yang Berdarah Papua Putuskan Mualaf di Tanah Minang

Pemain lokal yang memutuskan mualaf di Tanah Minang, masyaallah. Sosoknya ternyata pernah menjadi bagian dari timnas Indonesia.
Senin, 21 Juli 2025 - 03:44 WIB
Masih Ingat Erol Iba? Pemain Timnas Indonesia yang Berdarah Papua Putuskan Mualaf di Tanah Minang
Sumber :
  • viva.co.id

Jakarta, tvOnenews.com- Masih ingatkah anda dengan pemain lokal satu ini, Erol Iba?. Sepertinya dia familiar di tengah kalangan suporter timnas Indonesia.  

Masih Ingat Erol Iba? Pemain Timnas Indonesia yang Berdarah Papua Putuskan Mualaf di Tanah Minang
Masih Ingat Erol Iba? Pemain Timnas Indonesia yang Berdarah Papua Putuskan Mualaf di Tanah Minang
Sumber :
  • viva.co.id

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Pemain lokal yang memutuskan mualaf di Tanah Minang, masyaallah. Sosoknya ternyata pernah menjadi bagian dari timnas Indonesia. 

Nama Erol Iba mungkin tak begitu asing bagi penikmat sepak bola periode 1990-2000-an. Kisah perjalanan spiritual mantan pemain Timnas Indonesia berdarah Papua mantap mualaf setelah dirinya bergabung ke Semen Padang.  

Pemain lokal ini bernama lengkap Erol Franciscus Xaverius Iba menjadi mualaf cukup inspiratif dan menarik diketahui.

Merangkum dari berbagai sumber, kariernya di sepak bola, Erol Iba dikenal kecepatannya yang menjadi ciri khasnya saat menyisir sisi kiri.

Bahkan bukan hanya diberkahi dengan kecepatan, Erol Iba juga bagus dalam dribel bola, passing dan sangat agresif saat menyerang.

Erol Iba adalah Pemain asli dari tanah Papua. Lahir pada 6 Agustus 1979, sungguh tak diragukan bakatnya. 

Legenda Timnas Indonesia, Erol Iba
Legenda Timnas Indonesia, Erol Iba
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Bicara Bola

 

Kepiawaiannya dalam sepakbola sudah mampu mengolah si kulit bundar sejak usia 19 tahun. Semen Padang menjadi klub pertama kali yang dibela Erol Iba mengawali kariernya pada 1998. 

Berikut perjalanan klubnya, berawal di Semen Padang, lalu Pelita Jaya, Arema FC, Persipura dan Sriwijaya FC. Hingga akhirnya mendapat kesempatan bermain untuk Timnas Indonesia.

Melalang buana ya bersama klub-klub besar Indonesia, Erol meraih banyak kisah berharga. Namun bagi ia Semen Padang adalah klub yang memiliki kenangan tersendiri.

Tak disangka olehnya, kala di Semen Padang dirinya putuskan mualaf juga mendapat seorang istri. 

Da pun turut berbahagia karena bisa meminang sang istri, Liza Fitri Yenni saat membela klub dari Tanah Minang (Padang).

Sehingga Semen Padang sangat berharga karena berperan besar membuat dirinya mendapat hidayah berhijrah menganut agama Islam. Tentunya ini keputusan tidak dilalui dengan mudah. 

"Dari semua klub yang saya bela, yang paling berkesan di Semen Padang. Di Semen Padang saya pertama kali bermain dan di Padang saya mendapat istri. Yang paling berkesan lainnya adalah saya mendapat hidayah untuk hijrah menjadi seorang mualaf juga di Semen Padang," kenangnya dikutip dari media massa. 

Perlu diketahui, ada kisah menarik Erol Iba bersama Timnas di berbagai ajang kompetisi antaranya, pada periode 2006-2013. Ia mencatatakan caps 15 kali saat berseragam Timnas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, dia juga pernah merasakan bermain di SEA Games 2001, seleksi Pra-Piala Asiai 2003, Timnas Selection versus Afrika Selatan 2006. Terakhir, menjadi salah satu pemain yang merasakan kompetisi Merdeka Games Malaysia 2006 dan Piala Asia 2007. (klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2026, Pemerintah Fokus Garap 88 Kabupaten/Kota

Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2026, Pemerintah Fokus Garap 88 Kabupaten/Kota

Pemerintah secara resmi menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di tanah air. 
Polisi Selidiki Kematian Remaja di Batujaya Karawang, Ditemukan Luka pada Bagian Leher

Polisi Selidiki Kematian Remaja di Batujaya Karawang, Ditemukan Luka pada Bagian Leher

Seorang pelajar berusia 15 tahun berinisial AF ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum, wilayah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, pada Senin (11/5). 
Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Kasus dugaan pencabulan dilakukan oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari jadi perhatian publik. Korban pernah ditawari sejumlah uang untuk mencabut laporan
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) resmi larang izin wisata dan perumahan di kawasan hutan Jawa Barat, bupati dan wali kota diminta lebih proaktif.

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, secara tegas mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menyalahgunakan anggaran daerah dengan memberikan THR atau dana hibah kepada instansi vertikal. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT