News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Kelam G30S PKI dan Pesan Menyentuh Ustaz Adi Hidayat: Tolak Pahamnya, Jangan Wariskan Dendam

Ustaz Adi Hidayat beri pesan menyentuh, singgung masa lalu soal sejarah dan fakta kelam G30S PKI. Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak melawan keburukan
Rabu, 3 September 2025 - 21:48 WIB
Fakta Kelam G30S PKI dan Pesan Menyentuh Ustaz Adi Hidayat: Tolak Pahamnya, Jangan Wariskan Dendam
Sumber :
  • YouTube Ustaz Adi Hidayat

tvOnenews.com - Ustaz Adi Hidayat beri pesan menyentuh, singgung masa lalu soal sejarah dan fakta kelam G30S PKI. Simak selengkapnya berikut ini.

Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S PKI menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa ini bukan hanya tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga menorehkan luka sosial yang mendalam bagi bangsa.Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

G30S PKI sering dikaitkan dengan upaya kudeta yang melibatkan unsur Partai Komunis Indonesia (PKI), dan hingga kini masih meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan negeri ini.

G30S PKI ditandai dengan penculikan dan pembunuhan tujuh perwira tinggi TNI AD, termasuk Jenderal Ahmad Yani, Letjen Soeprapto, dan Mayjen MT Haryono.Ā 

Peristiwa berdarah ini terjadi di malam 30 September hingga 1 Oktober 1965, kemudian diikuti dengan penumpasan besar-besaran terhadap anggota PKI dan simpatisannya.Ā 

Menurut Ensiklopedia Nasional Indonesia (2004), pasca tragedi tersebut, PKI dibubarkan dan statusnya dinyatakan terlarang. Dampaknya, jutaan orang dicap sebagai bagian dari PKI atau simpatisannya, memicu trauma panjang di masyarakat.

Selain menimbulkan gejolak politik yang berujung pada peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Soeharto, G30S PKI juga melahirkan perpecahan sosial.Ā 

Banyak keluarga yang kehilangan anggota karena dituduh sebagai komunis, bahkan generasi berikutnya ikut menanggung stigma.Ā Sejarawan Asvi Warman Adam menyebut, tragedi ini meninggalkan ā€œwarisan lukaā€ yang masih terasa hingga kini.

Dalam sebuah ceramah, Ustaz Adi Hidayat turut membahas peristiwa ini. Ia menyebut G30S PKI sebagai tragedi kelam yang patut dijadikan pelajaran berharga.Ā 

ā€œ30 September tragedi kelam,ā€ tegasnya. Namun, ia mengingatkan agar generasi saat ini tidak mewarisi dendam masa lalu.Ā 

ā€œKomunisme sebagai paham jelas kita tolak, karena anti agama, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Paham-paham kita tolak, namun tidak boleh ada dendam apalagi berdampak dengan sosiologis,ā€ jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat juga menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara berketuhanan. Ia mengutip UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 yang berbunyi ā€œNegara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.ā€Ā 

Menurutnya, pasal ini menegaskan bahwa setiap warga negara dijamin kebebasannya dalam memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.Ā 

ā€œArtinya, negara kita bukan negara agama, tapi agama menjadi spirit dalam berbangsa dan bernegara,ā€ ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak melawan keburukan dengan keburukan baru.

ā€œJangan sampai kita melawan kemungkaran dengan kemungkaran lagi,ā€ pesannya. Ia menekankan, generasi sekarang tidak punya beban sejarah langsung, sehingga tidak seharusnya menumbuhkan dendam sosiologis.Ā 

Bahkan, menurutnya, sebaiknya masyarakat merangkul keturunan mereka yang dahulu terkait PKI, karena menyimpan dendam justru menghambat pembangunan bangsa.

Pesan Ustaz Adi Hidayat ini sejalan dengan upaya banyak tokoh bangsa yang mengajak masyarakat untuk melihat tragedi G30S PKI secara objektif.Ā 

Komunisme, sekulerisme, dan paham anti agama memang ditolak karena bertentangan dengan konstitusi. Namun, kebencian yang diwariskan antar generasi justru memperburuk hubungan sosial dan menghalangi persatuan.

Kini, setelah hampir enam dekade berlalu, tragedi G30S PKI tetap diperingati sebagai bagian dari sejarah.Ā 

Film, dokumentasi, hingga penelitian akademis terus mencoba menghadirkan perspektif berimbang agar generasi muda memahami peristiwa ini, bukan sekadar dari sisi politik, tetapi juga dari aspek sosial dan kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat, tragedi kelam ini harus dijadikan pelajaran, bukan alasan untuk saling mencurigai.Ā 

Dengan menolak paham komunisme namun tetap merangkul sesama anak bangsa, Indonesia bisa bergerak maju dengan semangat persatuan dan berlandaskan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Malaysia Disebut akan Main Mata dengan Singapura Demi Singkirkan Timnas Indonesia, Noor Korompot: Ada Skenario Besar

Malaysia Disebut akan Main Mata dengan Singapura Demi Singkirkan Timnas Indonesia, Noor Korompot: Ada Skenario Besar

Staf Khusus Menteri Hukum RI Bidang Transformasi Digital, Noor Korompot menyebut ada skenario yang menyebut bahwa Timnas Indonesia akan disingkirkan oleh Malaysia dan Singapura.
IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia

IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia

IEU-CEPA berpotensi menghapus gap tarif produk padat karya RI-Vietnam di Eropa dan membuka peluang Indonesia menarik relokasi investasi.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Desak Sekolah Tindak Tegas Pelaku Bully, Viral Siswa Diduga Jadi Korban Perundungan Senior

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Desak Sekolah Tindak Tegas Pelaku Bully, Viral Siswa Diduga Jadi Korban Perundungan Senior

Viral di media sosial, yang memperlihatkan adanya seorang ibu datang ke tempat tongkrongan senior yang diduga pelaku bully pada anaknya. Kasus ini disorot KDM.
Usai Ditetapkan Tersangka, Polisi Bakal Periksa Masinis KA Argo Bromo Anggrek Pekan Depan

Usai Ditetapkan Tersangka, Polisi Bakal Periksa Masinis KA Argo Bromo Anggrek Pekan Depan

Masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi
Raih Medali Emas Asian Games 2026, Loe/Daniel Beberkan Kunci Kemenangan Comeback atas Wakil China di Partai Final

Raih Medali Emas Asian Games 2026, Loe/Daniel Beberkan Kunci Kemenangan Comeback atas Wakil China di Partai Final

Ganda campuran andalan Indonesia yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil meyumbang medali emas ketiga untuk Merah Putih di gelaran Asian Games 2026.
Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Karhutla TNBS Jambi Mendekati Habitat Harimau Sumatera

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi kian meluas hingga mendekati

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT