Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI
“Mustahil buku catatan amal seorang hamba ditutup kecuali dia telah wafat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa amal manusia terus dicatat selama masih hidup, kecuali pada tiga golongan yang disebut dalam hadis rofi’ul qalam, yakni anak kecil hingga baligh, orang yang hilang kesadaran, dan orang yang sedang tidur.
“Bukunya tetap terbuka, enggak ditutup, kalau ditutup artinya sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa beramal di malam Nisfu Sya'ban bukanlah sesuatu yang keliru, selama amalan tersebut dilakukan berdasarkan tuntunan umum yang shahih dan tidak mengada-ada.
“Tidak sepenuhnya keliru juga beramal di pertengahan Sya'ban, tapi juga tidak sewajarnya jika kita melakukan amalan yang tidak pernah ada dalilnya,” pungkasnya.
Dengan pemahaman ini, umat Islam diharapkan dapat menghidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan ibadah yang benar, tenang, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, tanpa terjebak pada amalan yang tidak memiliki dasar syariat. (gwn)
Load more