Menunda Mandi Junub Setelah Subuh, Apakah Puasa Tetap Sah? Jangan Salah Memahami, Begini Hukumnya
- Pexels/www.kaboompics.com
tvOnenews.com - Memasuki hari ke-13 puasa Ramadhan 1447 H, masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya tentang hukum menunda mandi junub saat bulan puasa.
Apalagi jika hubungan suami istri dilakukan pada malam hari dan belum sempat mandi hingga azan Subuh berkumandang.
Apakah puasanya tetap sah? Atau justru batal?
Kebingungan ini sering muncul, terutama di kalangan pasangan suami istri.
Tak sedikit yang bahkan menolak berhubungan karena mengira mandi besar harus dilakukan seketika setelah selesai.
Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut penjelasan lengkap dari Buya Yahya agar tidak lagi salah paham.

- Pexels/ Gül Işık
Waktu Puasa Dimulai Sejak Fajar Shodiq
Menurut Buya Yahya, waktu puasa dimulai sejak masuknya fajar shodiq, yakni saat azan Subuh berkumandang, hingga terbenamnya matahari.
“Waktu berpuasa itu mulai masuknya fajar shodiq alias masuknya waktu Subuh hingga terbenam matahari,” jelasnya.
Artinya, ketika waktu Subuh tiba:
Tidak boleh makan dan minum
Tidak boleh berhubungan suami istri
Tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa
Namun, yang perlu digarisbawahi adalah larangan tersebut berlaku setelah masuk waktu Subuh.
Berhubungan di Malam Hari, Belum Mandi Sampai Subuh, Bagaimana Hukumnya?
Buya Yahya menegaskan, jika suami istri berhubungan di malam hari, lalu belum sempat mandi junub hingga masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah.
“Jika ada seseorang berhubungan suami istri di malam hari dan belum sempat mandi hingga masuk Subuh, maka tetap niat puasa dan puasanya sah,” tegasnya.
Yang tidak diperbolehkan adalah berhubungan setelah Subuh tiba.
Adapun kondisi belum mandi besar ketika azan Subuh berkumandang, itu tidak membatalkan puasa.

- iStockPhoto
Mandi Junub Tidak Harus Langsung
Banyak yang mengira mandi junub wajib dilakukan segera setelah berhubungan.
Padahal menurut Buya Yahya, mandi besar tidak harus langsung saat itu juga.
“Berhubungan suami istri setelah Isya’, mandinya boleh menjelang Subuh,” kata Buya Yahya.
Bahkan jika terpaksa mandi dilakukan setelah Subuh, puasa tetap sah, selama hubungan suami istri dilakukan sebelum waktu Subuh masuk.
Load more