Menyambut Idul Fitri 2026, Lebih Utama Mudik ke Mertua atau Orang Tua? Berikut Penjelasan dari Perspektif Islam
- dok.kolase tvOnenews.com/anf
Jakarta, tvonenews.com- Tidak terasa, sebentar lagi kita menyambut hari raya Idul Fitri 2026. Kurang lebih 3 sampai 4 hari lagi, jadi momen tepat berkumpul keluarga.
Tradisi yang masih dilaksanakan hingga saat ini di Indonesia di setiap Idul Fitri, umat muslim berlomba-lomba untuk mudik lebaran.
- tangkapan layar YouTube Buya Yahya
Seperti kita tahu mudik ke orang tua bagian dari berbakti. Sebab mengingat dan menyenangkan hatinya, sebagaimana disampaikan dalam hafist
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَىَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Amr ra, ia bercerita, seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw dan mengatakan, ‘Aku datang kepadamu untuk berbaiat hijrah dan kutinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis. Rasul menjawab, ‘Pulanglah, buatlah keduanya tertawa sebagaimana kau membuat mereka menangis,’’” (HR Abu Dawud).
Namun muncul pertanyaan, bagaimana hukum umat muslim saat lebaran, lebih utama ke orang tua atau mertua?. Berikut penjelasan ahli agama ini.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya pernah menyampaikan kalau mudik lebaran sudah jadi momen hangat bersama keluarga. Dari kanal YouTube AL Bahjah Tv, dijelaskan tentang tujuan mudik antara orang tua dan mertua.
Buya Yahya menganjurkan untuk selalu diskusi soal tujuan mudik. Ia mengingatkan agar tidak egois di dalam rumah tangga.
"Kaidahnya sederhana, jangan biasa dalam rumah tangga itu egois," pesan Buya Yahya, dikutip dari Youtubenya, Selasa (17/3).
- dok.kolase tvOnenews.com/anf
"Kalau keras kepala semuanya enggak ketemu judulnya, apalagi setiap pasangan punya orang tua," lanjutnya.
Dengan diskusi, hal ini mencegah pertengkaran antara suami dan istri. Ia berpesan mendiskusikan dengan baik-baik tanpa ada rasa egois antara suami dan istri.
"Yang berantem ini enggak indah, tinggal sepakat aja tahun ini lebih mana dahulukan," terangnya.
"Mungkin kita harus sering ke Madura mudiknya, yang penting kesepakatan yang indah. Karena mungkin di Tulunggagung tidak terlalu perlu seperti yang ada di Madura, misalnya, atau sebaliknya," pesan Buya Yahya.(far/klw)
Load more