Jangan Sedih! Wanita Haid Boleh Hadiri Shalat Id, Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
- ANTARA
“Termasuk wanita yang berhalangan pun disuruh hadir, kalau mereka tidak bisa ikut shalat minimal mendengarkan khutbahnya,” ungkapnya.
Kehadiran wanita haid dalam pelaksanaan Shalat Id memiliki hikmah tersendiri. Salah satunya adalah agar mereka tetap bisa merasakan suasana kebersamaan dan kebahagiaan di hari raya.
Selain itu, mendengarkan khutbah juga menjadi bagian penting, karena khutbah Id biasanya berisi nasihat, pengingat, serta pesan-pesan keagamaan yang relevan bagi kehidupan umat Islam.
Dengan tetap hadir, wanita haid tidak merasa terpisah dari momentum besar umat Islam.
Mereka tetap menjadi bagian dari perayaan, meskipun tidak menjalankan shalat secara langsung.
Lebih lanjut, Ustaz Khalid menjelaskan bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait hukum Shalat Id.
Sebagian menganggapnya sebagai sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan), sementara sebagian lainnya berpendapat hukumnya wajib.
Pendapat yang menyatakan wajib didasarkan pada fakta bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan Shalat Id dan memerintahkan seluruh umat untuk hadir, termasuk mereka yang tidak wajib shalat seperti wanita haid.
Hal ini menunjukkan bahwa Shalat Id memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam sebagai bentuk syiar yang nyata.
Selain keutamaan menghadiri Shalat Id, terdapat beberapa sunnah yang juga dianjurkan untuk dilakukan. Salah satunya adalah melalui rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat shalat.
Kebiasaan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk syiar dan memperluas jangkauan silaturahmi di antara umat Islam.
Dengan memahami penjelasan ini, umat Islam, khususnya wanita yang sedang haid, tidak perlu merasa sedih karena tetap memiliki kesempatan untuk meraih pahala dan merasakan kebahagiaan Idul Fitri. (adk)
Load more