Lebih Baik Memberangkatkan Haji Orang Tua Dulu atau Diri Sendiri? Begini Kata Ustaz Khalid Basalamah
- Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official
tvOnenews.com - Pertanyaan tentang mana yang lebih utama, berangkat haji sendiri atau memberangkatkan orang tua terlebih dahulu, kerap menjadi dilema bagi banyak umat Muslim.
Terutama bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan finansial, namun di sisi lain ingin berbakti kepada orang tua.
Dalam sebuah kajian, Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasan yang cukup tegas mengenai hal ini.
Ia menekankan bahwa dalam urusan ibadah, setiap individu memiliki kewajiban yang harus diprioritaskan terlebih dahulu untuk dirinya sendiri.
Menurutnya, ibadah seperti haji adalah kebutuhan pribadi setiap Muslim yang telah mampu.
Oleh karena itu, ketika seseorang memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menunaikan haji, maka ia sebaiknya tidak menunda.
“Haji duluan, ibadah itu kita yang membutuhkannya. Jangan hanya melihat orang lain beramal lalu kita hanya jadi penonton. Mereka mendapatkan pahala, sementara kita hanya menyaksikan,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ia kemudian memberikan ilustrasi sederhana yang mudah dipahami.
Dalam contoh tersebut, seseorang yang berada dalam mobil bersama temannya melihat ada orang yang membutuhkan bantuan.
Ketika temannya memberi sedekah, banyak orang hanya memuji tanpa ikut berbuat.
Padahal, menurutnya, yang seharusnya dilakukan adalah ikut serta dalam amal tersebut. Dengan begitu, pahala tidak hanya didapat oleh satu orang saja.
“Sering kali kita hanya mengagumi amal orang lain. Padahal, kita juga punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Khalid Basalamah menjelaskan bahwa dalam kaidah fikih, terdapat prinsip penting dalam ibadah, yaitu mendahulukan diri sendiri dalam kewajiban ibadah sebelum membantu orang lain.
Hal ini berlaku selama seseorang memang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.
Ia juga menyoroti fenomena di masyarakat di mana seseorang merasa lebih bangga dengan amal ibadah orang lain, seperti orang tua atau teman, dibandingkan dengan amal yang dilakukan sendiri.
“Ada yang bilang ayah saya rajin sedekah, ibu saya rajin membaca Al-Qur’an. Tapi bagaimana dengan dirinya sendiri? Dalam ibadah, kita harus mulai dari diri kita,” jelasnya.
Dalam konteks haji, jika seseorang belum pernah menunaikan ibadah tersebut dan sudah memiliki kemampuan finansial, maka kewajiban itu melekat pada dirinya.
Load more