Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026, umat Islam mulai mempersiapkan berbagai hal, termasuk pelaksanaan ibadah kurban.
Di tengah meningkatnya semangat masyarakat untuk berkurban, muncul sejumlah pertanyaan seputar tata cara dan ketentuan kurban yang sesuai syariat, salah satunya mengenai boleh atau tidaknya satu ekor kambing diperuntukkan bagi satu keluarga.
Pertanyaan tersebut kerap muncul, terutama bagi keluarga yang ingin tetap melaksanakan ibadah kurban meski memiliki keterbatasan biaya.
Banyak yang ingin mengetahui apakah pahala dan keabsahan kurban tetap berlaku jika satu kambing diniatkan untuk seluruh anggota keluarga.
- YouTube/Adi Hidayat Official
Ustaz Adi Hidayat pernah menjawab pertanyaan seputar hewan kurban dalam salah satu acara kajian.
Dalam salah satu kajiannya, ia menjelaskan bahwa satu ekor kambing untuk satu keluarga diperbolehkan dalam Islam.
Hal itu merujuk pada praktik yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW saat berkurban.
“Boleh... Ketika Nabi SAW berkurban dengan mengarah ke kiblat, kemudian mengucapkan ‘Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya Muhammad, dan umatnya Muhammad (HR Muslim),’” kata Ustaz Adi Hidayat.
Menurutnya, dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW pernah meniatkan kurban tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga besarnya.
“Jadi ada kurban yang diatasnamakan pribadi beliau, ada yang diatasnamakan keluarga besar beliau,” lanjutnya.
- Istimewa/viva.co.id
Penjelasan itu sekaligus menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin berkurban bersama keluarga tanpa harus merasa terbebani secara finansial.
Dalam praktiknya, seekor kambing memang dapat diniatkan untuk satu keluarga, selama niat dan pelaksanaannya sesuai syariat.
Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menerangkan bahwa seseorang tetap diperbolehkan berkurban secara pribadi maupun kolektif, tergantung kemampuan masing-masing.
Untuk hewan seperti sapi, misalnya, pelaksanaannya bisa dilakukan oleh beberapa orang sekaligus.
“Kalau mau satu hewan untuk satu orang juga boleh, langsung satu sapi untuk 7 orang, langsung disebutkan setiap bagian anggota keluarganya, sah,” jelasnya.
- ilustrasi viva.co.id /freepik
Ia menegaskan bahwa yang paling utama dalam ibadah kurban bukan semata jumlah hewan yang disembelih, melainkan ketulusan hati dan kemampuan rezeki yang dimiliki setiap Muslim.
“Yang penting dari ketulusan niatnya, kesesuaian dengan rezeki yang Allah berikan,” pungkasnya.
Menjelang Idul Adha tahun ini, penjelasan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa ibadah kurban pada dasarnya mengedepankan keikhlasan dan ketakwaan.
Dengan begitu, setiap keluarga tetap dapat meraih keberkahan Iduladha sesuai kemampuan yang dimiliki. (gwn)
Load more