Begini Hukum Pesugihan dalam Islam yang Tengah Ramai Diperbincangkan sampai Menyeret Nama Artis Sarwendah
- dok.kolase tvOnenews.com /viva.co.id/Gemini AI
Jakarta, tvOnenews.com- Media sosial tengah diramaikan dengan isu pesugihan di Gunung Kawi, sampai-sampai menyeret nama artis indonesia, Sarwendah.
Nama Sarwendah diperbincangkan karena dirumorkan pernah ke Gunung Kawi. Hal itu berawal dari video diyoutube Pesulap Merah yang kini viral di medsos.
Berseliweran potongan video seorang juru kunci Gunung Kawi yang menyebut nama Sarwendah. Lalu memantik berbagai komentar dan asumsi liar soal mantan istri Ruben Onsu tersebut.
- YouTube Sarwendah Official
Atas isu ini, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih mempelajari video-video yang beredar dan viral.
Sebelum Sarwendah mengambil langkah hukum lebih lanjut. Apakah ada framing untuk menjelekkan-jelekkan atau tidak.
“Kalau memang video ini disebarkan atau memang diframing menjelekkan nama baik klien kami, kami pasti akan lakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya ya," kata Kuasa hukum.
"Jadi kita akan pelajari dulu terkait video yang beredar ya,” jelas Chris Sam Siwu dalam keterangannya di YouTube Reyben Entertainment, 18 Mei 2026.
Lebih lanjut, kata Chris kliennya memang sebagai artis yang gigih dalam mencari nafkah. Sehingga tudingan miring tersebut tidak benar.
"klien kami benar-benar bekerja dari pagi sampai malam sampai pagi lagi gitu ya. Bisa dilihatlah di mungkin di TikTok live-nya gitu ya. Jadi memang enggak masuk akal kalau dia pesugihan harus sampai kerja sekeras itu,” tegasnya.
Lantas, bagaimana hukum pesugihan dalam Islam?
- dok.kolase tvOnenews.com /viva.co.id/Gemini AI
Sehubungan dengan ini, hukum pesugihan dalam islam pernah dijelaskan oleh Mamah Dedej. Dalam penjelasannya dengan tegas itu termasuk dosa besar.
Sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran Surat Luqman,
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣
wa idz qâla luqmânu libnihî wa huwa ya‘idhuhû yâ bunayya lâ tusyrik billâh, innasy-syirka ladhulmun ‘adhîm
Load more