News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Angka 8 Jadi Nomor Punggung 'Keramat' di Red Sparks? Sepeninggal Megawati Hangestri, Ternyata Wipawee Tidak...

Setelah ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks tampaknya tidak akan memberikan nomor punggung 8 untuk Wipawee Srithong untuk gelaran V-League musim depan.
Senin, 21 April 2025 - 18:41 WIB
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Nomor punggung delapan di Red Sparks tiba-tiba menjadi 'keramat' setelah Megawati Hangestri tak lagi bermain di V-League musim depan.

Bahkan, pengganti Megawati Hangestri di Red Sparks musim depan yakni Wipawee Srithong diyakini tidak akan memakai nomor delapan pada jersei-nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Red Sparks langsung bergerak cepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggal Megawati Hangestri. Nama Wipawee Srithong menjadi pilihan Ko Hee-jin di kuota Asia.

Wipawee Srithong merupakan pemain Asia asal Thailand yang pada musim lalu berhasil mengantarkan Suwon Hyundai E&C Hillstate juara V-League 2023/2024.

Berbeda dari Megawati Hangestri, Wipawee Srithong akan menempati peran sebagai Outside Hitter, di mana dia bakal fokus membantu pertahanan.

Pelatih Ko Hee-jin kini memutar otak dengan mengalihkan peran Opposite kepada pemain asing setelah dalam dua musim terakhir dijalankan oleh Megawati Hangestri.

Kritikan tajam sempat diterima oleh Ko Hee-jin dari penggemar Red Sparks lantaran keputusannya memilih Wipawee Srithong sebagai pengganti Megawati Hangestri.

Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Megawati Hangestri dan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

 

Hal tersebut bukannya tanpa sebab. Pasalnya, Wipawee Srithong sedang mengalami cedera, bahkan kemungkinan besar dia akan absen di laga pembuka V-League.

Namun, Ko Hee-jin punya alasan lain. Menurutnya, sepeninggal Megawati Hangestri, hanya Wipawee Srithong saja yang lebih baik di kuota Asia.

“Saya belum pernah melihat pemain yang lebih baik dari Wipawi. Tim akan melakukan yang terbaik untuk membantunya pulih dari cederanya,” kata Ko Hee-jin dikutip dari Chosun.

Sementara itu, nomor punggung delapan menjadi kosong setelah Megawati Hangestri pulang ke Indonesia. Muncul tanya siapa yang akan memakainya.

Memang, sebelum pulang ke Indonesia, Megawati Hangestri meminta Ko Hee-jin agar nomor punggung delapan di Red Sparks tidak diberikan kepada pemain lain.

“Nomor delapan-nya jangan dipakai ya?,“ pinta Mega kepada Ko Hee-jin.

Ko Hee-jin kemudian langsung menuruti permintaan Megawati Hangestri yang ingin agar nomor punggung delapan tidak dikasih kepada siapapun.

“Oke, oke, oke,“ jawab pelatih Red Sparks itu melansir dari YouTube SBS Sports.

Akan tetapi, Megawati Hangestri segera meralat pernyataannya. Ia pun mengatakan bahwa permintaan tersebut hanyalah gurauan saja dan tidak perlu dianggap serius.

“Tidak, tidak,” jelas Megawati Hangestri sambil tertawa.

Obrolan Megawati Hangestri dengan Ko Hee-jin tadi kemudian memberikan asumsi bahwa nomor punggung delapan tampaknya tidak akan diberikan kepada pemain lain.

Terkhusus Wipawee Srithong, ia mungkin tidak akan memakai nomor 8. Pasalnya, ia sudah punya angka keberuntungannya yaitu 1 di timnas Thailand dan 23 di Hillstate.

Demi Megawati Hangestri, Red Sparks tak berikan nomor 8 untuk Wipawee Srithong?
Demi Megawati Hangestri, Red Sparks tak berikan nomor 8 untuk Wipawee Srithong?
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Nomor punggung 1 dan 23 dirasa telah membawa keberuntungan bagi Wipawee Srithong yang beberapa kali juara dengan memakai angka itu.

Melihat dua kemungkinan itu, Wipawee Srithong tampaknya tidak akan mewarisi nomor punggung delapan milik Megawati Hangestri di Red Sparks.

Tapi lain halnya kalau ada pemain asing. Tradisi Red Sparks sebelum ada Megawati Hangestri ialah selalu memberikan nomor delapan untuk kuota foreign.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai contoh, sebelum digunakan oleh Megawati Hangestri, Red Sparks sempat memberikan nomor 8 untuk pemain asing mereka, Elizabeth Inneh-Varga.

(han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Dinaturalisasi, Luke Vickery Sudah Dipuji Habis-habisan oleh Media Vietnam: Figur Penting Timnas Indonesia

Belum Dinaturalisasi, Luke Vickery Sudah Dipuji Habis-habisan oleh Media Vietnam: Figur Penting Timnas Indonesia

Luke Vickery bukanlah pemain sembarangan. Lahir di Hawaii pada 25 Oktober 2005, pemuda berusia 20 tahun ini memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Pasang Badan untuk Shayne Pattynama, Mauricio Souza Jawab Kritik Bung Binder: Jangan Menilai Sebelah Mata

Pasang Badan untuk Shayne Pattynama, Mauricio Souza Jawab Kritik Bung Binder: Jangan Menilai Sebelah Mata

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza memberikan pembelaan keras terhadap salah satu pemainnya Shayne Pattynama. Bek sayap Timnas Indonesia itu belakangan men-
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf, Warga Jabar Serbu Medsos Samsat, hingga Bung Ropan Curigai PSSI

Dedi Mulyadi minta maaf ke warga Jabar, Samsat diserbu warganet usai tak sesuai kebijakan, hingga Bung Ropan curigai PSSI incar striker keturunan ini.
Detik-detik Menegangkan KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Hingga 16 Orang Ditangkap

Detik-detik Menegangkan KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Hingga 16 Orang Ditangkap

Baru-baru ini berdar kabar detik-detik menegangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 16 orang orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.

Trending

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN CUp 2026, Peluang Jadi Pemenang Terbuka Lebar!

Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup yang dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026, menawarkan keuntungan strategis yang sulit diabaikan.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu

Mantan Presiden Jokowi lontarkan respons menohok ke Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla terkait pernyataan JK soal meminta Jokowi untuk menunjukkan
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
Pasang Badan untuk Shayne Pattynama, Mauricio Souza Jawab Kritik Bung Binder: Jangan Menilai Sebelah Mata

Pasang Badan untuk Shayne Pattynama, Mauricio Souza Jawab Kritik Bung Binder: Jangan Menilai Sebelah Mata

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza memberikan pembelaan keras terhadap salah satu pemainnya Shayne Pattynama. Bek sayap Timnas Indonesia itu belakangan men-
Detik-detik Menegangkan KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Hingga 16 Orang Ditangkap

Detik-detik Menegangkan KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Hingga 16 Orang Ditangkap

Baru-baru ini berdar kabar detik-detik menegangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 16 orang orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT