GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi Warga Korea soal Keputusan Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks

Keputusan Ko Hee-jin mundur dari kursi pelatih Red Sparks memicu beragam reaksi dari warga Korea. Sebagian mendukung langkah dan sebagian lagi beri kecaman.
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:21 WIB
Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Keputusan Ko Hee-jin untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Jung Kwan Jang Red Sparks turut memicu beragam reaksi dari penggemar voli di Korea Selatan. Ada yang menilai keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab, tetapi ada pula yang mempertanyakan apakah pengunduran diri sukarela cukup untuk menyelesaikan persoalan yang sedang diselidiki.

Jung Kwan Jang sebelumnya telah membebastugaskan Ko Hee-jin dari aktivitas klub setelah terjadi insiden dalam acara makan malam tim pada Januari lalu. Kini, klub resmi menerima pengunduran dirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Jung Kwan Jang pada 28 Agustus.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Sumber :
  • Facebook/Red Sparks

"Pelatih Ko baru-baru ini menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa tersebut, dan kami telah memutuskan untuk menerima keputusannya."

Klub juga memastikan akan segera mencari pelatih pengganti demi menjaga persiapan tim menjelang musim baru.

"Kami akan segera memulai proses penunjukan pengganti agar para pemain dapat fokus pada pelatihan dan persiapan pertandingan, dan kami akan mencurahkan semua upaya untuk menstabilkan tim."

Ko Hee-jin sejatinya sudah tidak menjalankan tugasnya secara normal sejak Mei lalu. Keputusan tersebut diambil setelah klub mengetahui adanya dugaan perilaku tidak pantas yang dilakukan seorang asisten pelatih terhadap salah satu pemain dalam acara makan malam tim saat jeda All-Star Januari lalu.

Setelah mengetahui insiden tersebut, klub memisahkan pihak-pihak yang terlibat dan melaporkan kasus tersebut kepada Federasi Bola Voli Korea (KOVO) serta Pusat Etika Olahraga.

Ko Hee-jin yang turut hadir dalam acara makan malam tersebut juga dibebastugaskan dari tugas-tugas klub.

Menurut laporan media Korea Osen, mantan pelatih Megawati Hangestri itu menyatakan bahwa dirinya tidak menyaksikan secara langsung tindakan yang dilakukan oleh Asisten Pelatih A, yang menjadi pusat kontroversi.

Namun, proses investigasi atas insiden tersebut hingga kini belum sepenuhnya selesai. Hasil penyelidikan Pusat Etika Olahraga masih belum diumumkan, sementara KOVO akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan membentuk Komite Disiplin setelah menerima hasil investigasi.

Di tengah proses tersebut, Ko Hee-jin akhirnya memilih mengundurkan diri secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab atas rangkaian kejadian yang terjadi di dalam tim.

Warga Korea Soroti Keputusan Ko Hee-jin

Kabar pengunduran diri Ko Hee-jin kemudian ramai dibicarakan oleh penggemar voli Korea. Sejumlah warga menilai Ko memang perlu mengambil tanggung jawab moral atas persoalan tersebut.

"Wajar jika Go Hee-jin memikul tanggung jawab moral. Lalu, bukankah seharusnya dia menanggapi penghinaan seksual yang diderita korban dari pelaku? Sampai kapan kau akan terus tidak menghormati korban?" komen netizen Korea di grup percakapan Jung Kwang Jang Naver.

Ada pula warga yang mempertanyakan apakah pengunduran diri sukarela dapat dianggap sebagai bentuk hukuman atau tindakan disipliner, terutama karena hasil investigasi belum diumumkan.

"Apakah pengunduran diri sukarela merupakan hukuman atau tindakan disiplin atas penghinaan seksual? Apakah pengunduran diri sukarela menyelesaikan masalah ketika belum ada hasil yang dirilis?"

Komentar tersebut bahkan menilai keputusan pengunduran diri berpotensi menimbulkan pertanyaan baru terkait penanganan kasus di internal klub.

"Mereka tampaknya merasa tidak aman... ada sesuatu yang lebih dari itu... masalahnya serius... mereka hanya mencoba menutupi insiden tersebut... mereka sama sekali tidak mempertimbangkan perspektif korban... itu berarti mereka tidak merenungkan tindakan mereka... mereka tidak memiliki hati nurani... mereka hanya putus asa untuk menghindari tanggung jawab dan lolos begitu saja untuk sementara waktu," komen warga Korea di kolom chat Jung Kwan Jang di Naver.

Namun, tidak semua komentar bernada negatif. Salah seorang penggemar dari klub lain mengaku ikut memperhatikan situasi Red Sparks dan menilai klub seharusnya lebih dulu menjatuhkan tindakan disiplin kepada Ko Hee-jin.

"Saya penggemar tim lain, tetapi saya bergabung sementara karena situasi dengan Pelatih Go Hee-jin. Saya pikir tim seharusnya menggunakan kartu disiplin sebelum Pelatih Go mengundurkan diri. Tentu saja, ada masalah internal tim, tetapi terlepas dari itu, pelatih baru sangat penting."

Penggemar tersebut bahkan mengusulkan nama Kim Ho-cheol sebagai salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan untuk menggantikan Ko.

"Bagaimana pendapat Anda tentang Pelatih Kim Ho-cheol? Sejujurnya, saya pikir dia hanya kurang beruntung dibandingkan dengan kemampuannya."

Di sisi lain, ada pula warga Korea yang justru memberikan apresiasi kepada Ko Hee-jin karena memilih mundur dan mengambil tanggung jawab.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin
Sumber :
  • KOVO

"Pelatih Ko! Anda telah membuat keputusan yang benar-benar luar biasa. Saya membayangkan itu bukanlah keputusan yang mudah. ​​Meskipun agak terlambat, senang melihat martabat seorang pelatih yang tidak menghindari tanggung jawab."

Warga tersebut juga berharap Ko mampu mengambil pelajaran dari persoalan yang terjadi dan melanjutkan kariernya.

"Karena Anda masih berusia 40-an, saya harap Anda dapat mengatasi ini dengan baik dan menjadi pemimpin yang lebih baik lagi."

Pengunduran diri Ko Hee-jin dengan demikian tidak hanya mengubah peta kepelatihan Red Sparks menjelang musim baru, tetapi juga memunculkan perdebatan di kalangan penggemar Korea mengenai tanggung jawab, sanksi, serta perlindungan terhadap korban dalam kasus yang masih berada dalam proses investigasi.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Larang Operator Hapuskan Sisa Kuota Internet, Berlaku SE Menkomdigi 2026

Pemerintah Larang Operator Hapuskan Sisa Kuota Internet, Berlaku SE Menkomdigi 2026

Pemerintah melarang operator seluler menghapus atau menghanguskan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan. Bahkan Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan
Sebelum Mengundurkan Diri dari Kursi Pelatih, Red Sparks ternyata Sudah Lebih Dulu Lakukan Hal Ini pada Ko Hee-jin

Sebelum Mengundurkan Diri dari Kursi Pelatih, Red Sparks ternyata Sudah Lebih Dulu Lakukan Hal Ini pada Ko Hee-jin

Tim asal Daejeon, Red Sparks, baru-baru ini mengumumkan jika Ko Hee-jin resmi mundur dari jabatan pelatih kepala jelang dimulainya musim baru Liga Voli Korea.
Buntut Karhutla 5 Hektare di Barsel, Polisi Tangkap Seorang Remaja Berkebutuhan Khusus

Buntut Karhutla 5 Hektare di Barsel, Polisi Tangkap Seorang Remaja Berkebutuhan Khusus

Buntut Karhutla yang menghanguskan ebih dari 5 hektare lahan di Desa Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Kini polisi disebut
Arsenal Bikin Kejutan, Bintang MU Jadi Opsi Dadakan usai Gabriel Martinelli Pergi

Arsenal Bikin Kejutan, Bintang MU Jadi Opsi Dadakan usai Gabriel Martinelli Pergi

Arsenal dikabarkan menyiapkan langkah mengejutkan untuk Marcus Rashford setelah Gabriel Martinelli pergi, sementara transfer Julian Alvarez masih belum pasti.
PDIP Sebut Pernyataan Budi Arie termasuk Tindakan Antidemokrasi, Hasto: Tidak Boleh Dibenarkan!

PDIP Sebut Pernyataan Budi Arie termasuk Tindakan Antidemokrasi, Hasto: Tidak Boleh Dibenarkan!

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku terkejut dengan viralnya pernyataan Budi Arie yang menyampaikan analisisnya terkait peluang percepatan Pemilu 2029.
RSCM Jadi Pusat Penelitian Terapi Sel Punca, Kemenkes Perkuat Regulasi dan Laboratorium

RSCM Jadi Pusat Penelitian Terapi Sel Punca, Kemenkes Perkuat Regulasi dan Laboratorium

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Yanti Herman, MH.Kes mendorong pengembangan terapi sel punca dapat jadi

Trending

Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Polemik pengelolaan dan status aset pendidikan TKIP-SDIP Pamulang antara Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuai respons publik.
Viral Video Detik-detik Diduga Anak Buah Hercules Terlibat Kericuhan di Pejompongan, Ini Kata Polisi

Viral Video Detik-detik Diduga Anak Buah Hercules Terlibat Kericuhan di Pejompongan, Ini Kata Polisi

Viral video sekelompok massa diduga anak buah Hercules dari GRIB Jaya turun menggunakan mobil di tengah aksi massa di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ruben Onsu Dibantu Jhon LBF Siapkan Ganti Rugi Rp3,5 Miliar, Berharap Setelah Mediasi Pihak Korban Cabut Laporan

Ruben Onsu Dibantu Jhon LBF Siapkan Ganti Rugi Rp3,5 Miliar, Berharap Setelah Mediasi Pihak Korban Cabut Laporan

Ruben Onsu dibantu Jhon LBF siapkan ganti rugi sebesar Rp3,5 miliar, berharap mediasi bisa menyelesaikan perkara dan pihak korban mencabut laporan.
Alasan Ini Membuat Ruben Onsu Tunda Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Alasan Ini Membuat Ruben Onsu Tunda Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Ruben Onsu menjadi tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dana investasi senilai Rp3,5 miliar.
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Alasan Doa Belum Terkabul, Ternyata Ada 3 Kemungkinan

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Alasan Doa Belum Terkabul, Ternyata Ada 3 Kemungkinan

Ustaz Adi Hidayat ungkap alasan doa belum terkabul, ternyata ada tiga kemungkinan. Simak penjelasannya berikut ini.
Duel Sengit Driver Ojol di Tasikmalaya Lawan Begal, Korban Selamat Usai Dicekik Tali Tambang

Duel Sengit Driver Ojol di Tasikmalaya Lawan Begal, Korban Selamat Usai Dicekik Tali Tambang

Korban diketahui bernama Jonih Jaswara (48), warga Kampung Cimuncang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. 
Ruben Onsu Ajukan Permohonan Penundaan Pemeriksaan hingga 4 September, Ini Alasannya

Ruben Onsu Ajukan Permohonan Penundaan Pemeriksaan hingga 4 September, Ini Alasannya

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo mengatakan surat permohonan tersebut telah diterima penyidik pada Kamis (27/8/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT