Sebelum Mengundurkan Diri dari Kursi Pelatih, Red Sparks ternyata Sudah Lebih Dulu Lakukan Hal Ini pada Ko Hee-jin
- KOVO
tvOnenews.com - Tim asal Daejeon, Red Sparks, baru-baru ini mengumumkan jika Ko Hee-jin resmi mundur dari jabatan pelatih kepala jelang dimulainya musim baru.
Secara resmi, Red Sparks mengeluarkan pernyataan jika Ko Hee-jin memutuskan untuk mundur secara sukarela dari kursi pelatih.
Pada unggahan di akun media sosial resmi Red Sparks, mereka mengatakan jika tim akhirnya menerima keputusan mundur Ko Hee-jin itu.
- Instagram.com/red_sparks
"Pelatih Ko menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri secara sukarela, dan kami telah memutuskan untuk menerimanya. Kami akan segera memulai proses penunjukan pengganti." kata Red Sparks.
Keputusan Ko hee-jin ini bukan tanpa alasan, nama Ko Hee-jin terseret pada skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu staf pelatih Red Sparks.
Ko Hee-jin yang berstatus sebagai pelatih kepala dinilai tidak bisa mencegah hal tersebut padahal dirinya berada di lokasi kejadian.
Sebagai informasi, skandal pelecehan seksual ini mencuat pada 16 Juli 2026 saat salah seorang pemain melaporkan jika dirinya mendapatkan perlakuan tidak pantas saat makan malam tim di Jeda All Stars liga voli Korea musim lalu.
Saat kasus ini mencuat, Ko Hee-jin malah mengatakan jika dirinya tak mengetahui hal tersebut sehingga tidak melakukan tindakan apapun.
Sikap itu pun mendapatkan kecaman dari para penggemar mengingat Ko Hee-jin merupakan pelatih kepala Red Sparks yang seharusnya bersikap lebih tegas.
Dilansir dari laman OSEN Korea, Red Sparks sendiri langsung melaporkan kejadian  kepada Federasi Voli Korea (KOVO) dan Pusat Etika Olahraga, serta memisahkan individu yang terlibat.
- Facebook/Red Sparks
Sebelum menerima pengunduran diri Ko Hee-jin, Red Sparks juga ternyata telah lebih dahulu melarang Ko Hee-jin terlibat pada tuga-tugas klub sejak bulan Mei lalu saat kasus ini mencuat ke publik.
"Pelatih Ko Hee-jin tidak dapat memimpin tim secara normal sejak Mei lalu. Hal ini terjadi setelah klub terlambat mengetahui bahwa Asisten Pelatih A telah melakukan perilaku tidak pantas terhadap seorang pemain selama makan malam tim yang diadakan selama jeda All-Star Januari lalu," tulis OSEN Korea.
"Manajer Ko Hee-jin, yang hadir dalam makan malam tersebut, juga dikeluarkan dari tugas-tugas klub," tambahnya.
Sampai akhirnya, Ko Hee-jin pun memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih Red Sparks secara sukarela setelah mendapatkan tekanan dari publik.
(akg)
Load more