Inilah rangkaian pelanggaran horor dalam sepak bola Indonesia yang bahkan terjadi dalam waktu satu pekan saja. Hukuman larangan main seumur hidup dijatuhkan.
Kompetisi Liga 4 kembali menjadi perhatian publik setelah insiden tendangan kungfu yang melibatkan pemain PS Putra Jaya Pasuruan Hilmi Gimnastiar, terhadap pemain
Komdis PSSI Jatim resmi jatuhkan sanksi berat untuk Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan yang layangkan tendangan kungfu. Sanksi larangan seumur hidup
Tendangan kungfu yang dilakukan Muhammad Hilmi Gimnastiar di Liga 4 Jawa Timur viral dan memicu perbandingan langsung dengan kasus Nigel de Jong. Bahkan sanksi
Fenomena rendangan kunfu semakin memprihatinkan, karena terjadi di level kompetisi yang seharusnya menjadi wadah pembinaan pemain muda. Belum kelar kasus Hilmi
Hilmi Gimnastiar resmi mendapat sanksi berat berupa larangan bermain seumur hidup usai viral layangkan tendangan kungfu ke pemain Perseta, juga ada denda uang.
Aksi pemain Liga 4 Jatim itu tak lazim dan menyerupai adegan film laga komedi, Shaolin Soccer, yang dikenal dengan aksi bela diri ekstrem di lapangan sepak bola
Muhammad Hilmi Gimnastiar, gelandang Putra Jaya Pasuruan, menjadi sorotan usai melayangkan tendangan keras ke dada pemain Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya, seorang perempuan bernama Ulan tengah mengendarai sepeda motor di lokasi.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa penggeledahan ini merupakan rangkaian pengembangan penyidikan atas kasus suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong
Financial Times, mengutip administrator baru terusan Ilya Espino de Marotta, menyatakan bahwa jumlah kapal yang melintas setiap hari di Terusan Panama dapat turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang akibat kekurangan air yang parah.
Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Abu vulkanis sebagai imbas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat menyelimuti Jakarta termasuk Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.