- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Prabowo Bongkar ‘Beking’ Pejabat Nakal: Kalau Nggak Seragam Hijau Ya Cokelat!
Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap praktik penyelewengan pejabat dan dugaan keterlibatan aparat yang membekingi penyembunyian harta kekayaan ilegal.
Hal ini disampaikannya dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menegaskan pemerintah akan memakai teknologi canggih untuk memburu berbagai bentuk pelanggaran.
Di hadapan anggota DPR dan jajaran pejabat negara, Prabowo menekankan bahwa era pejabat bermain-main dengan aset tersembunyi akan segera berakhir. Pemerintah, kata dia, kini memiliki kemampuan teknologi untuk melacak berbagai bentuk penyimpangan hingga ke titik paling tersembunyi.
“Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih. Teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah,” kata Prabowo.
Dia menyebut kemampuan teknologi modern saat ini bahkan mampu mendeteksi bunker bawah tanah yang diduga dipakai untuk menyembunyikan kekayaan ilegal.
“Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari, kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau,” ujar Prabowo.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyinggung pengawasan berbasis satelit yang disebut mampu memetakan aset dan aktivitas secara detail, termasuk kawasan perkebunan luas yang selama ini diduga luput dari pengawasan negara.
“Jangan main-main sama teknologi. Ya kan. Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira gak akan ada pejabat yang bisa ngecek,” jelas Prabowo.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah pola pengawasan pemerintah. Negara kini bisa memantau kondisi di lapangan tanpa harus melakukan pengecekan fisik secara langsung.
“Saudara-saudara, sekarang ada satelit. Nggak usah kita cek fisik, bisa kita foto. Tiap pohon bisa kita foto. Pohon per pohon kita bisa foto. Jadi kau mau menipu bagaimana pun kita akan ketemu penipuan kau saudara-saudara sekalian,” tambah dia.
Dalam pidato yang berlangsung tegang itu, Prabowo kemudian menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang diduga menjadi pelindung praktik penyelewengan tersebut. Pernyataan itu langsung menyita perhatian ruang sidang.