news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Salah satu ibadah yang paling utama adalah memberikan kasih sayang, penghormatan, dan perhatian kepada anak yatim..
Sumber :
  • Istimewa

Mengapa Memuliakan Anak Yatim Begitu Istimewa? Simak 7 Keutamaannya

Dalam ajaran Islam, terdapat amalan-amalan istimewa yang menjadi sumber keberkahan luar biasa karena dijanjikan langsung oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. 
Jumat, 31 Juli 2026 - 15:19 WIB
Reporter:
Editor :

Menolong anak yatim adalah kunci untuk membuka pintu pertolongan Allah. 

Ketika kita meringankan beban, memberikan ilmu, atau menyantuni anak yatim, kita sejatinya sedang menolong sesama mukmin. 

Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah menegaskan:
“Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan orang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan kesusahannya di dunia dan akhirat, Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.”

Bagi setiap muslim yang mendambakan kemudahan hidup, baik di dunia maupun saat menghadapi hari perhitungan di akhirat, maka bantulah anak yatim dengan keikhlasan.

Keempat, Dapat Gelar “Abror” bagi Orang yang Berbuat Kebajikan

Allah Swt memberikan gelar kehormatan Abror (orang-orang yang berbuat kebajikan/saleh) kepada mereka yang menyantuni anak yatim. 

Hal ini tertuang dalam firman Allah yang menunjukkan betapa mulianya orang yang memberi karena Allah:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”(QS Al-Insan: 8 Sebagai balasannya, Allah menjanjikan kemuliaan bagi mereka:
“Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan (abrar) akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.”(QS Al-Insan: 5)

Ayat ini merupakan janji nyata bagi mereka yang memuliakan anak yatim, bahwa kelak mereka akan menikmati balasan surga yang penuh kenikmatan.

Kelima, Meraih Pahala Berlipat melalui Amar Ma’ruf

Memuliakan anak yatim adalah bentuk nyata dari amar ma’ruf nahi mungkar. Dengan menyantuni anak yatim, kita sedang mengajak diri sendiri dan orang lain untuk mengerjakan kebaikan. 

Rasulullah Saw bersabda (HR Muslim, Tirmidzi, dan Abu Dawud):
“Siapa saja yang menyeru kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya itu.”

Setiap kebaikan yang kita tanam melalui pengurusan anak yatim akan kembali kepada kita dalam bentuk pahala yang berlipat ganda.

Keenam, Ladang Amal Jariah yang Tidak Terputus

Salah satu dari tiga perkara yang pahalanya tidak terputus setelah manusia meninggal dunia adalah doa dari anak saleh. 

Ketika seseorang memelihara dan mengasuh anak yatim, ia berperan layaknya orang tua. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

38:14
05:34
02:18
01:57
01:49
05:14

Viral